BAB I
PENDAHULUAN
Pengertian apotek hidup adalah memanfaatkan sebagian tanah untuk ditanami tanaman obat-obatan untuk keperluan sehari-hari. Umum diketahui, bahwa banyak obat-obatan tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Obat tradisional umumnya lebih aman karena bersifat alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat-obat buatan pabrik. Itulah sebabnya sebagian orang lebih senang mengkonsumsi obat-obat tradisional. Banyak tanaman bermanfaat untuk penyembuhan dan pengobatan. Kemampuan menyembuhkan dan efek positif dari beberapa tanaman sebagai obat telah lama diketahui jauh sebelum para ilmuwan menemukan berbagai obat-obatan dengan bahan kimia. Santalum album atau lazim disebut orang sebagai tanaman cendana merupakan salah satu jenis tanaman langka yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Deskripsi ilmiah tanaman ini secara umum adalah memiliki habitus sebagau tanaman pohon dengan tinggi mencapai 15 sampai dengan 20 meter. Bentuk batangnnya tegak dengan penampang bulat dan percabangan simpodial dengan tekstru kasar dan warna putih kecoklatan. Bentuk daun tunggal menyebar, pertulangan menyelib dan warna hijau. Kayu cendana memiliki aroma harum. Kayu dan minyaknya digunakan untuk upacara agama maupun upacara tradisional di berbagai negara. Minyak atsiri yang dihasilkannya merupakan bahan baku untuk produksi parfum, sabun, obat-obatan dan kosmetik. Kayunya digunakan untuk barang-barang kerajinan. Kualitas tertinggi kayu cendana berasal dari bagian paling bawah pohon yang telah berumur lebih dari 50 tahun dan tumbuh di hutan. Akar cendana mengandung 10% minyak, sedangkan bagian kayu batang dan ranting mengandung 2-4% minyak. Pohon Cendana mempunyai daerah penyebaran alami yang sangat terbatas. Di Indonesia daerah penyebarannya meliputi Jawa Timur, NTT, Sulawesi dan Maluku. Namun, alam NTT sangat cocok bagi habitat tanaman Cendana. Keunggulan komparatif NTT ini tidak dimiliki oleh wilayah lain di Indonesia.
BAB II
ISI
2.1 Deskripsi Tanaman
Tanaman cendana (Santalum album L) termasuk dalam famili santalaceae dan ordo santales dengan klas Dicetyledoneae serta subphylum angioppermae. Tanaman ini berupa pohon kecil yang selalu hijau dengan batang yang lurus dan bulat tanpa alur. Daun berbentuk ovate atau lenset dan berminyak, dengan panjang sekitar 3.25 – 7.50 cm. Tanaman tersebut berbunga cepat, dan pada umur 3 – 4 tahun, mulai berbuah. Bunganya hermaphrodite, berbentuk tabung yang mempunyai empat sampai lima lidah yang terlepas satu dengan lainnya. Tanaman cendana sangat cocok pada daerah yang berudara dingin dan kering serta intensitas cahaya matahari yang cukup. Bulan kering yang panjang sangat baik pengaruhnya terhadap pembentukan minyak dan aroma. Anakan cendana sangat peka terhadap kekeringan dan sinar matahari langsung, sehingga mudah layu. Pada tanah yang banyak mengandung humus, pertumbuhan candana lebih baik daripada ditanah yang gersang dan tererosi atau ditempat yang banyak ditumbuhi rumput. Dari hasil analisa terhadap beberapa macam contoh tanah yang dikumpulkan dari berbagai daerah tempat tumbuh cendana dapat diketahui bahwa: a. Pada umumnya cendana dapat tumbuh ditanah yang berbatu-batu (lebih kurang 30 cm). b. Dapat tumbuh ditanah liat dan galuh, akan tetapi lebih baik ditanah galuh (leemground). c. Kirasan pH tanah, mulai dari sedikit dibawah netral sampai dengan sedikit alkalis. d. Dapat tumbuh pada kadar hara yang rendah sampai kadar yang tinggi (terutama kadar N, P2O5 dan K2O). e. Tanah dilapisan atas harus gembur dengan bobot jenis di bawah 1.2 persen. f. Warna tanah dari merah sampai coklat; ditanah yang berwarna hitam atau putih pertumbuhan cendana kurang baik. Cendana adalah salah satu tanaman yang bersifat hemiparasit. Bagian akarnya berhubungan dengan akar inang melalui haustoria dan zat makanan disadap dari pohon inang ketajuk cendana. Selama pohon cendana tersebut tumbuh, produksi minyak berjalan terus pada bagian akar kayu teras. Pohon cendana akan tumbuh terus dan akan terhenti setelah pohon berumur 60 – 80 tahun atau lebih. Tinggi pohon pada umur tersebut dapat mencapai 60 – 65 ft. masa berbunga dan berbuah pohon cendana ini dipengaruhi oleh daerah tempat tumbuh. Pada umumnya misim bunga mulai dari bulan Desember sampai dengan Januari, dan buah masak pada bulan Maret sampai Juli. Pohon cendana berkembang baik dengan bijinya, disebarkan dengan bantuan serangga, tikus dan burung. Tanaman cendana dapat diserang oleh hama atau penyakit, misalnya penyakit bulir atau “spike disease” yang disebabkan oleh sejenis mikroplasma yang banyak dijumpai di India, dengan tanda tanaman tumbuh kerdil dan menguning. Penyakit lainnya ialah reetdauw (sooty mold), berupa bercak hitam akibat jemur yang tumbuh di atas daun. Selain karena jamur, tanaman cendana sering juga rusak oleh serangga dan tikus. Serangga yang sering menyerang cendana diantaranya ialah Zeuzeura ceffea sejenis kupu-kupu yang menggerek ranting muda. Chionapsis sp dan walang kayu (Valanga nigricornis zehntneri Kraus) serta kumbang moncong. Di pulau Timor, dikenal dua macam varietas tanaman cendana yaitu varietas cendana berdaun kecil (no menutu, no ana) da berdaun lebar (nonaik). Masing-masing termasuk varietas longifolia dan langifolia. Pada satu pohon sering terdapat bermacam-macam bentuk dan ukuran daun. Varietas tanaman cendana berdaun kecil, mempunyai kadar minyak yang lebih tinggi pada bagian kayu teras, namun kadar santalolnya lebih rendah (http://cendanacraft.com).
2.2 Ciri Biologis Cendana
Pohon cendana yang tergolong keluarga Santalaceae, Ordo Loranthaceae. Pohon cendana merupakan tumbuhan setengah parasit dan memperoleh makanan dari pohon inang melalui akarnya yang dihubungkan melalui haustori. Unsur zat yang diambil dari pohon inang hanya unsur N, P dan unsur amino. Melalui haustori ini makanan yang diserap melalui pohon inang disalurkan ke mahkota daun yang kemudian diolahnya menjadi zat pembentuk bagian tanaman. Cendana bersifat introtrap terhadap karbon, bibit cendana yang baru tumbuh, yang hanya mempunyai akar rambut, menggantungkan diri kepada tuan rumah tanaman inang. Ada 213 jenis pohon inang cendana. Namun kesukaan cendana terhadap beberapa jenis pohon tertentu sebagai inang seperti Leguminosa antara lain : albasia, akasia, dalbergia, inga dan pongamia. Cendana juga bisa hidup pada alang-alang sebagai inang. Kondisi iklim tempat tumbuhnya cendana harus menunjukkan perbedaan musim kamarau dan musim penghujan yang jelas. Pertubuhan cendana secara alamiah terutama di daerah formasi terumbu karang. Cendana sangat suka tumbuh di daerah bebatuan dan tanah vulkanis yang meneruskan air. Cendana dapat hidup di daerah sampai pada ketinggian 1.500 m dari permukaan laut. Cendana tidak dapat tumbuh di hutan lebat tetapi di pinggir hutan dan di daerah padang savana. Pohon cendana mencapai ketinggian 11 sampai 15 meter dengan diameter 25 – 30 cm. Batangnya bulat dan kulitnya berwarna coklat abu-abu sampai coklat merah. Cabangnya mulai pada bagian setengah pohon. Dahan-dahan primer sangat tidak beraturan, sering bengkok dan banyak ranting. Dahan bagan bawah cenderung tumbuh menggantung. Daun cendana berhadap-hadapan, bentuknya elips hingga lanset (bulat telur) dengan dua ujungnya lancip. Di pulau Timor dibedakan cendana berdaun besar dan berdaun kecil yang disebut no menutu dan no naik. Daun cendana rontok pada awal musim kemarau dan awal musim penghujan. Namun proses rontoknya tidak bersamaan. Segera setelah daun rontok tumbuh daun baru bersamaan tumbunhya bunga. Bunga cendana kecil berbentuk jumbai pada ujung ranting dan ketiak daun. Bunga cendana berbau tidak sedap, berwarna putih – kuning kehijau – hijauan hingga lembayung dan segera berubah menjadi coklat. Buah cendana merupakan biji yang keras berbentuk bulat, berwarna hitam dengan tiga keratan dari ujung ke tengah-tengah dinding bijinya keras. Daging bijinya tipis. Musim bunga utama pada bulan Desember hingga Januari. Buahnya masak pada bulan Maret dan Juni. Pohon cendana telah berbuah pada usia 3 – 4 tahun. Namun untuk bibit yang terbaik adalah buah dari pohon yang telah berusia 20 tahun. Buah yang masak jatuh dan lekas rusak. Semut, tikus dan burung suka makan buahnya. Namun benih hanya tumbuh pada lingkungan yang ideal. Cendana dapat berkembang biak melalui biji dan akar. Kayu galih atau teras cendana keras berserat padat dan berwarna kekuning-kuningan dan brminyak. Kayu pinggirnya berwarna putih dan hampir tidak berbau. Pembentukan galih atau teras dimulai sekitar usia 15 tahun. Namun pohon cendana baru siap dipanen pada usia 40 – 50 tahun.
2.3 Manfaat Cendana Cendana mempunya beberapa manfaat. Manfaat tersebut dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini.
2.3.1 Manfaat cendana sebagai obat
Khasiat kayu cendana adalah sebagai Antipiretik, analgesik, karminatif, stomakik, dan diuretik. Antiseptik saluran kemih, disentri, mencret, radang usus. Daun cendana berfungsi untuk mengobati penyakit asma. Sedangkan kulit kayu/kulit akar cebdana berfungsi untuk mengobati haid tidak teratur.
2.3.2 Ramuan dan Takaran
Disentri Ramuan: kulit kayu Cendana 2 gram, Daun Patikan Cina 5 gram, Gambir sedikit, Air 100 ml. Cara pembuatan: dibuat infus. Cara pemakaian: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. Lama pengobatan: diulang selama 14 hari. Radang Usus Ramuan: kayu Cendana (serbuk), 2 sendok teh Air mendidih 100 ml. Cara pembuatan: diseduh. Cara pemakaian: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. Lama pengobatan: diulang selama 14 hari. Asma Ramuan: kayu Cendana (serbuk) secukupnya. Daun Tanjung muda beberapa helai. Cara pembuatan: daun Tanjung muda dirajang kemudian dikeringkan. Setelah kering ditambahkan sedikit serbuk cendana, kemudian dibuat rokok. Cara pemakaian: dihisap seperti menghisap rokok. http://warnadunia.com/manfaat-dan-khasiat-cendana/.
3.4. Manfaat cendana sebagai kejajinan tangan
Produk Kerajianan dari Kayu Cendana Kayunya sendiri dapat digunakan sebagai barang kerajinan yang lumayan mahal harganya. Karena kualitas dan harganya yang mahal, membuat cendana banyak diburu orang untuk memenuhi kebutuhannya. Produk kerajinan kayu cendana berupa: Tasbih Cendana untuk muslim, Rosari untuk Katolik dan Budha, membuat kipas, dan berbagai ukiran.
3.5 Kegunaan cendana sebagai minyak wangi Dari zaman kerajaan sampai sekarang kayu cendana sangat berguna bagi kehidupan manusia. Minyak atsiri yang dihasilkannya dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan parfum, sabun, obat-obatan dan kosmetik. Sementara kualitas yang bagus dari kayu cendana terdapat pada bagian paling bawah pohon yang sudah berumur lebih dari 50 tahun dan tumbuh di hutan. Sedangkan akar cendana mengandung 10% minyak. Batang dan rantingnya mengandung 2-4% minyak. Dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh bagian tanaman cendana dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Minyak dasar kayu cendana, yang sangat mahal dalam bentuknya yang murni, digunakan juga untuk penyembuhan cara Ayurveda dan untuk menghilangkan rasa cemas.
3.6 Kegunaan cendana sebagai perlengkapan upacara keagamaan
Sejak jaman kuno cendana telah dipergunakan oleh orang Hindu dan Cina sebagai dupa dalam rangka upacara keagamaan dan kematian. Di samping itu orang Hindu menggunakan tepung cendana sebagai bedak pelabur kulit untuk membedakan kasta Brahmana dan kasta lainnya. Oleh karena itu, umat Hindu di Bali hampir setiap saat menggelar kegiatan ritual sealau memerlukan adanya kayu cendana (http://minyakatsiriindonesia.wordpress.com).
2.3. Sifat cendana
Tanaman cendana sulit diperoleh karena jumlahnya yang sangat sedikit. Itu sebabnya cendana termasuk sederetan tanaman langka di Indonesia. Salah satu faktor sedikitnya tanaman cendana karena sulit dikembangbiakkan. Identik dengan kata-kata sulit dikembangbiakkan karena kurangnya informasi kepada petani tentang cara perbanyakan tanaman tersebut. Beberapa pakar botani mencoba meneliti tentang kesulitan tersebut, maka diketahui bahwa tanaman cendana merupakan tanaman yang bersifat parasit (benalu). Hal ini berarti cendana memerlukan tanaman pendamping atau tanaman inang untuk mendapatkan unsur hara dan air. Pada masa awal pertumbuhan, akar cendana menempel pada akar tanaman inang untuk memperoleh subsidi nitrogen, fosfor, kalium dan air yang tidak dapat tanaman cendana hasilkan untuk kelangsungan hidupnya. Bahkan semasa hidup kayu cendanapun sangat memerlukan tanaman lain sebagai pendamping. Tanaman cendana memerlukan inang primer dan inang sekunder. Inang primer adalah tanaman yang mendampingi cendana dalam jangka waktu yang pendek yaitu pada masa pertumbuhan awal. Sedangkan inang sekunder adalah tanaman yang mendampingi cendana dalam jangka waktu yang panjang. Beberapa contoh tanaman inang primer yang sangat diperlukan oleh cendana pada masa awal pertumbuhan yaitu : 1. Kaliandra (Caliandra callothyrsus) 2. Knamok (Cassia timorensis) 3. Lamtoro (Leuceana glauca) 4. Cabe (Capsicum annum) 5. Turi (Sesbania grandiflor) 6. Turis/kacang gude (Cajanus cajan) Beberapa contoh tanaman inang sekunder, yaitu : 1. Akasia (Acacia sp) 2. Cemara laut (Casuarina equisetifolia) 3. Kaliandra (Caliandra callothyrsus) 4. Alang-alang (Imperata cylindrica) Sistem tumpang sari sangat cocok untuk mengembangkan tanaman cendana di Indonesia. Dengan demikian tanaman pendamping dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan petani. Misalnya jenis tanaman buah-buahan, tanaman penghasil kayu dan tanaman jenis obat-obatan. 2.4. Benih cendana Biji cendana disebut benih ortodoks artinya setelah dikeringkan benih cendana dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Pada saat akan ditanam, benih cendana sebaiknya dibakar atau dipanaskan sebentar terlebih dahulu, dengan cara menyebarkan benih cendana di tanah kemudian ditutup dengan jerami kering setelah itu dibakar selama beberapa menit. Ada juga cara lain dengan benih cendana dipanaskan dalam panci beberapa menit saja. Perlakuan ini dilakukan, karena pada saat penyimpanan dalam waktu yang lama benih mengalami masa istirahat (dorman). Tanpa dibakar atau dipanaskan terlebih dahulu biasanya benih masih bisa ditanam namun pertumbuhannya akan lebih lambat.Cendana juga mempunyai kemampuan regenerasi vegetatif yang sangat baik. Sehingga sangat menguntungkan bagi petani cendana. Salah satu contoh, bila tanaman cendana terbakar atau rantingnya dipotong, maka tunas baru akan segera muncul sebagai penggantinya. (http://minyakatsiriindonesia.wordpress.com)
2.4 Kelangkaan Cendana di NTT Tanaman Cendana sudah lama dikenal sebagai identitas dan kebanggaan Nusa Tenggara Timur. Namun keberadaan tanaman Cendana di NTT pada saat ini sudah sangat langka. Kelangkaan ini dimulai sejak tahun 1980-an sampai 1990-an. Keadaan tersebut disebabkan oleh eksploitasi tanaman Cendana secara besar-besaran tetapi tidak dibarengi dengan upaya rehabilitasi atau penanaman cendana kembali secara cukup seimbang dengan eksploitasinya. Selain itu dukungan masyarakat untuk mempertahankan dan membudidayakan tanaman Cendana pada saat itu sangat rendah. Kondisi langkanya Cendana juga dipicu oleh kebijakan pengelolaan yang tidak tepat. Puncaknya adalah adanya Perda No 16 tahun 1986 yang mengatur penguasaan tanaman Cendana, pembinaan dan pemeliharaan, eksploitasi Cendana, penjualan dan pembagian hasil. Dampak dari kebijakan tersebut membuat masyarakat menjadi tidak bergairah untuk melakukan budidaya tanaman Cendana. Meskipun Perda No 16 tahun 1986 tersebut, sudah dikoreksi melalui Perda No 2 tahun 1999, tetapi dinilai belum cukup efektif untuk membangkitkan gairah dan semangat masyarakat melakukan budidaya tanaman Cendana.
2.5 Keunggulan Cendana di NTT Cendana di NTT mempunyai kandungan minyak terbaik di Indonesia. Kebutuhan minyak cendana dunia sekitar 200 ton per tahun. Dari jumlah itu, mayoritas disuplai dari India 100 ton atau 50%, sedang Indonesia, Australia, Kaledonia Baru dan Fiji hanya dapat menyuplai sekitar 20 ton, sehingga masih kekurangan sekitar 80 ton per tahun. Ini pasar yang menguntungkan. Sementara alam NTT sangat cocok bagi habitat tanaman Cendana. Keunggulan komparatif NTT ini tidak dimiliki oleh wilayah lain di Indonesia. http://www.dephut.go.id/index.php?q=id/node/5154
BAB III
PENUTUP
Cendana adalah tumbuhan berupa pohon tinggi antara 12 dan 15 meter tumbuh pada ketinggian 50-1500 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan antara 500-1200 mm/tahun dan dengan musim kemarau sepanjang 9-10 bulan. Kulit berkayu kasar berwarna kelabu. Daun mudah gugur. Cendana atau cendana wangi merupakan pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka). Kayu yang baik bisa menyimpan aromanya selama berabad-abad. Di Indonesia, kayu ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Pulau Timor, meskipun sekarang ditemukan pula di Pulau Jawa dan pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya. Cendana adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya. Kecambahnya memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya karena perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Prasyarat inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan. Kayu cendana dianggap sebagai obat alternatif tradisional. Manfaat dari cendana adalah sebagai obat tradisional, sebagai perlengkapan upacara keagamaan, khususnya agama Hindu, sebagai minyak wangi, dan berbagai kerajinan tangan. Semoga cendana yang banyak manfaat dan khasiat, khususnya sebagai obat tradisional dapat memberi pembaca inspirasi yang baru untuk menanam berbagai jenis tanaman obat, khususnya pohon cendana.
Sumber:
http://id.wikipedia,org/wiki/Berkas:Koeh-128.jpg. Diakses 1/11/2009.
http://www.gracialife.com/ Diakses 1/11/2009.
http://lenterahati.web.id/tag/kayu-cendana. Diakses 1/11/2009.
http://warnadunia.com/manfaat-dan-khasiat-cendana. Diakses, 6/12/2009.
http://minyakatsiriindonesia.wordpress.com. Diakses, 6/12/2009.