Arsip untuk Januari, 2009

Puisi

Januari 15, 2009

 

1. Tak tergapai lagi

Aku menulis puisi
Tuk lupakan yang dicintai

Walau cinta indah tumbuh di hati
Kenyataan ternyata tak seindah mimpi
Ketika pikiran baru menyadari
Cinta telah pergi

Saat satu hati ingin mencari
Hati yang lain tak ingin kembali
Putuskan jembatan kenangan
Lepaskan genggaman tangan

Aku menulis puisi

Tuk lupakan yang tak tergapai

2. Rindi yang salah

Ku tuliskan kata dalam hati
Terukir jelas namun tak terdengar
Berikan sela untukku bernafas
Dari cinta yang tak berujung
Ku t’lah merindukan jiwa yang salah
Dari raga yang tak ku mengerti
Haruskah ku terus tenggelam
dalam cinta yang tak mungkin ku miliki
Hanya sendiri
Dalam diamnya hati
Sungguh ku merasakan cinta ini
Namun tiadakah jawaban alam
Atas rasa yang tlah mengacaukan malamku
Bibir masih bisa tersenyum
Akankah hati jua….
Awal hanya ingin kau tau
Namun tak terpungkiri bila jiwa tak ingin jauh
Lantunan kata-kata paling setia menemaniku
Menemani dalam galaunya rasa ini
Yang selalu menunggu sesosok jiwa yang ku cinta

 

3. Berharap engkau kembali

dalam keyakinku aku percaya

bahwa kepergianmu bukan untuk sementara

memori tentangmu penuh

memenuhi langi-langit pikiranku

ketika lelah mendatangiku

setitik asa menguatkanku

memintaku bertahan, sebentar saja

aku pun terbang bersama harapan

berharap bisa membawamu kembali

ya, aku akan selalu di sini

 

4. Tak mampu mengenalmu

Memandang bintang berharap
tangan bisa menyentuhnya
Menatap langit berharap
diri bisa terbang di dalamnya

Mengejar angin berharap
dapatkan kesejukkannya
Membayangkan awan berharap
tidur lelap dalam kelembutannya

Harapan hanya tinggal harapan
berharap harapan yang bukan-bukan
Harapan yang nggak semestinya diharapkan

5. Nistakan aku?

Kerlipkan sinar yang tak pernah menepis
Di setiap jalan yang ku lalui
Dari sudut dunia yang Kau punya
Agar ku genggam terus sinar-MU
Sayang mungkin tak kan mungkin
Karena begitu nista diriku
Tuk mengharapkan ku ingin ridho-MU
Dan bila semua waktu tak lagi bersahabat
Ketika semua dunia menjauh
Mungkin cukupkah hari dimana aku hidup
Cukupkah waktu dimana aku berlalu
Dan jika nanti hari dan waktu sungguh telah membatasi rohku
Berikan sinar-Mu walau hanya sepercik

 

  1. MilikMu

kadang….
Kau ada disini

kadang….
Kau selalu di hati

namun….
terlalu banyak penat
yang salah dan tersendat

biar…

biar semua pergi
jauh dan jauh hilang
jangan pernah kembali
selalu saja menjauh terbang

takut…
aku takut mengakui
hidupku yang tak terkendali
terseok dan tersesat arah
nyata tanpa pernah menyerah

 

  1. Waktu terus berjalan

Aku mau diam

Aku mau berjalan…
Aku mau berlari…
Aku mau merangkak sekalipun…
Waktu terus meninggalkanku…

Hidup adalah kumpulan pilihan
Bahagia atau bersedih…
Diam atau bergerak…
Baik atau buruk…
Pilihan akan selalu ada…

 

  1. Berlari

Kuberlari menuju apa yang dituju
Mengapa?
Tergesa-gesakah?
Haruskah aku berhenti di sini?
Tidak juga…
Berhenti sejenak?
Tidak apa-apa…
Untuk apa?
Untuk berlari kembali menuju tujuan
Berlarilah…
Namun hati-hati jangan sampai tersandung

Berlari

  1. Isi hati

Duka tentang penyesalan

menggantung di dalam kalbu
terus membayangi kehidupan
walau dalam kesengsaraan
kertas putih kehidupan
semakin banyak ternodai
terlalu banyak kedukaan
kegelapan dan kehancuran !

ingin membalik halaman
namun tiada kuasa diri
hanya Tuhan yang berhak menjalani
dan membuat semuanya terjadi

 

10. Ibu

Segala waktu kian terlewati
Dari benih ku hidup hingga kini
Terjalani semua meski pedih kau lalui
Hanya demi aku…..
Bisu pun tentang likunya hidupmu
Sendiri kau tanamkan sedasarnya hatimu
Dengan kekuatan kasih sayangmu tuk tetap bertahan
Menjaga aku dalam kegelapan yang tiada habis
Namun……
Tiada sedikitpun ku dapat membalas semua itu…..
Ibu……
Lihatlah hatiku yang selalu tertuju padamu…
Mengharapkan kebahagiaan tuk kau dapatkan
Andai dapat aku ambil segala susah sedihmu,,
Biar aku yang merasakan semua bebanmu….
Ibu…..
Maaf….
Setulusnya hati ini berucap
Atas segala salah yang terlaku
Ku tahu…
tiada apapun yang mampu menggantikan pengorbananmu
namun percayalah,
hanya kau tujuan hidupku….
Satu yang kuinginkan hanya kebahagiaanmu…..
Kar’na ku tak akan sanggup
Bila setetes air mata mengalir di pipi indahmu…

 

11. Rindu yang salah

Ku tuliskan kata dalam hati
Terukir jelas namun tak terdengar
Berikan sela untukku bernafas
Dari cinta yang tak berujung
Ku t’lah merindukan jiwa yang salah
Dari raga yang tak ku mengerti
Haruskah ku terus tenggelam
dalam cinta yang tak mungkin ku miliki
Hanya sendiri
Dalam diamnya hati
Sungguh ku merasakan cinta ini
Namun tiadakah jawaban alam
Atas rasa yang tlah mengacaukan malamku
Bibir masih bisa tersenyum
Akankah hati jua….
Awal hanya ingin kau tau
Namun tak terpungkiri bila jiwa tak ingin jauh
Lantunan kata-kata paling setia menemaniku
Menemani dalam galaunya rasa ini
Yang selalu menunggu sesosok jiwa yang ku cinta

 

12. Salahkah?

Salakah aku salahkah

Bertindak silih asah

Berlaku silih asuh

Berperi silih asih

Walau berkeringat basah

Memperbaiki nan salah

Penyebab gelisah resah

Salakah aku salahkah

Berani berbuat salah

Mengoreksi nan salah

Mengeringkan luka parah

Mengubah nan gundah

Mencipta nan indah

Di alam ciptaan Allah

Salahkah aku salahkah

Tega berbuat salah

Membasmi nan salah

Di rumah dan di sekolah

Tanpa resah tanpa gelisah

Tanpa rasa salah

Di atasa jalan Allah

Salahkah aku?

 

 

13. Hidup Bermakna

Hidup bermakna hidup berkarya

Hidup berkarya hidup bermakna

Padati beta sejuta kata

Pada beta sejuta makna

Agar beta tahu bahasa cinta

Agar beta paham sumber segala

Biar beta tahu memuja mama

Biar beta paham memuja pencipta

Beta mau kemarin jada nostalgia

Beta mau hari esok penuh asa

Hari ini beta isi aneka makna

Hari ini beta berdaya karya

 

14. Cinta mengubah semuanya

 

Cinta, cinta mengubah semuanya

Tangan dan wajah, bumi dan langit

Cinta, cinta mengubah segala

bagaimana kau hidup, bagaimana kau mati

 

Cinta mampu menjadikan musim panas terbang cepat

atau malam bagaikan sepasang masa hidup

Ya cinta, cinta mengubah segala

Sekarang aku bergetar pada namamu

Tak satupun akan tetap sama

 

Cinta, cinta mengubah segala

Hari-hari terasa lebih lama

kata-kata berarti lebih

Cinta, cinta mengubah segala

Rasa sakit semakin pedih

 

Cinta itu akan memutar balikan dunia

Dan dunia akan berlangsung terus

Ya cinta, cinta mengubah segala

Membawa kemuliaan, membawa aib bagimu

Tak satupun didunia akan tetap sama

 

Keluar… ke dunia kita pergi

Penuh rencana masa depan

Menyusun tahun-tahun kehidupan

Cinta datang tiba-tiba

dan sekonyong-konyong semua kebijaksanaan kita lenyap

Cinta membuat orang kehilangan akal

Segala peraturan yang pernah kita buat berantakan

Ya cinta, cinta mengubah setiap orang

Hidup atau mati dalam nyalanya

Cinta tak pernah membiarkan kau tetap sama

Cinta tak pernah membiarkan kau tetap sama

 

15. M i m p i

ada kedamaian yang Kau bawakan

ia mengiringi malam ini beserta senyuman di wajahMu
jika Engkau adalah mimpi, bangunkanlah aku;
dan jika Engkau adalah nyata sadarkanlah aku;

aku terlalu berharap akan diriMu

menghiasi langit hatiku dan menerangi rumah jiwaku
cukup lama aku mengharapkanMu,

menghayalkan perasaan yang kusimpan,

hingga aku sendiripun tak mengerti penyakit yang menimpaku saat ini

jika ada rasa dalam hatiMu untukku,

katakanlah kepadaku melalui bait-bait syairMu
dan jika rasa itu tak pernah ada

katakanlah padaku melalui bait-bait kesunyian
jiwaku adalah jiwa yang selalu menerima kesedihan dan kedukaan,

dan aku takkan bersedih sedikitpun jika rasa  ini adalah sebuah mimpi

wahai diriMu , dengarlah perasaan ini;
ia takkan pernah mati,

walaupun ini adalah sebuah mimpi ,

karena ia teramat indah untuk di lupakan.

 

16. K A N G E N

 

Kau tak akan mengerti

bagaimana kesepian-Ku

menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

Kau tak akan mengerti

segala luka-Ku

karena cinta telah tersembunyikan pisaunya

membayangkan wajahmu adalah siksa

kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan

engkau telah menjadi racun bagi darah-Ku

Apabila Aku dalam kangen dan sepi

itu berarti

Aku adalah tungku tanpa api

jika tiada tanda-tanda perubahan.

 

17. Berharap

Memandang bintang berharap
tangan bisa menyentuhnya
Menatap langit berharap
diri bisa terbang di dalamnya

Mengejar angin berharap
dapatkan kesejukkannya
Membayangkan awan berharap
tidur lelap dalam kelembutannya

Harapan adalah harapan
berharap apa yang diharapkan
Harapan yang semestinya

Karena harapan itu adalah harapan

18. Nistakan aku

Kerlipkan sinar yang tak pernah menepis
Di setiap jalan yang kulalui
Dari sudut dunia yang Kau punya
Agar kugenggam terus sinar-Mu
Sayang mungkin tak kan mungkin
Karena begitu nista diriku
Dan bila semua waktu tak lagi bersahabat
Ketika semua dunia menjauh
Mungkin cukupkah hari dimana aku hidup
Cukupkah waktu dimana aku berlalu
Dan jika nanti hari dan waktu sungguh telah membatasi rohku
Berikan sinar-Mu walau hanya sepercik

19. Penantian

rindu panjang penantian
tertatih-tatih palsunya harapan
dogma-dogma cinta tertekan
dalam sangka tiada beban
luka hati tawa berkembang
cinta jauh lari menghilang
sesaat.. rasa terbang melayang
hidup dalam raga yang mengambang…..

 

20. Milik-Mu

kadang….
Kau ada disini

kadang….
Kau selalu di hati

namun….
terlalu banyak penat
yang salah dan tersendat

biar…

 

21. Waktu Terus Bergulir

Aku mau diam…

Aku mau berjalan…
Aku mau berlari…
Aku mau merangkak sekalipun…
Waktu terus meninggalkanku…

Hidup adalah kumpulan pilihan
Bahagia atau bersedih…
Diam atau bergerak…
Baik atau buruk…
Pilihan akan selalu ada

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FBB

Januari 15, 2009

 

SELAYANG PANDANG

FORUM BIARAWAN–BIARAWATI

MAHASISWA–YOGYAKARTA

 

  1. PENDAHULUAN

Situasi dan kondisi hidup sekarang kebanyakan orang menjadi egois, curiga, cemburu, bahakan sampai kepada hal–hal besar yang sangat fatal dan dapat merugikan diri sendiri serta banyak orang, seperti membunuh orang, mencuri, pergaulan bebas, perceraian, penyakit, korupsi, dll. Kondisi ini terjadi dalam semua dimensi kehidupan masyarakat. Dalam kalangan orang tua, anak muda, kaya dan miskin, serta pandai dan bodoh. Untuk menjawab persoalan tersebut haruslah ditempatkan dalam prespektif yang luas. Situasi dan kondisi tersebut memang membutuhkan sentuhan kasih Kristus.

Sebagai religius mahasiswa diharapkan harus berpikir kritis untuk menanggapi situasi zaman ini. Dengan realitas yang ada bukan sebagai sesuatu yang melemahkan semangat kita dalam menjalani hidup sebagai kaum religius. Tetapi kondisi tersebut kita jadikan sebagai inspirasi dan media yang aktual untuk mewujudkan semangat kasih Kristus. Diharapkan semua pihak, khususnya kaum religius mahasiswa mencoba mengembangkan diri dalam segi akademik dan humaniora.

Aktualnya bahwa kaum religius mahasiswa mau terlibat dalam kegiatan studi di kampus sebagai suatu perutusan dari komunitas dan tarekat atau kongregasi masing–masing. Namun ke dua hal tersebut diharapkan terjadi keseimbangan hidup antara kegiatan di komunitas dan kegiatan di kampus. Dengan suatu tujuan yaitu agar religius mahasiswa mampu menghayati studi sebagai perutusan.

 

  1. LATAR BELAKANG BERDIRINYA FBB

 

Forum Biarawan–Biarawati, bentuk karena merasa seperjuangan dalam melaksanakan perutusan studi di perguruan tinggi, yang bersifat heterogen. Karena itu banyak hambatan dan tantangan yang dihadapi para religius mahasiswa, lebih khusus lagi yang belajar di Universitas Sanata Dharma (USD) pada Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK).

Maka pada tahun 1999 terbentuklah sebuah wadah bersama dengan nama Forum Komunikasi Biarawan–Biarawati (FKBB) yang anggotanya tidak hanya terbatas pada prodi BK, tetapi semua religius mahasiswa yang studi di USD. Awalnya, wadah ini tidak mempunyai kepengurusan yang resmi, hanya ada suatu komitmen bersama untuk saling berbagi pengalaman suka dan duka sebagai religius mahasiswa. Forum Komunikasi Biarawan–Biarawati (FKBB) di bawa pelindungan koordinator Campus Ministry (CM) USD. Secara berturut–turut, para penanggung jawab CM adalah Rm. Priyono Marwan, SJ, Rm. Cokrosudirja, SJ, Rm. Mutiara Andalas, SJ, Rm. Agung Wijayanto, SJ, Rm. Ing. Nugroho, SJ.

Sejak periode kepengurusan tahun 2000/2001 nama Forum Komunikasi Biarawan–Biarawati (FKBB) berubah menjadi Forum Biarawan–Biarawati (FBB). Perubahan ini terjadi karena sebagai wadah komunikasih, forum ini mulai membuka diri untuk merangkul juga para religius mahasiswa yang bukan mahasiswa USD; yang berasal dari berbagai tarekat dan yang berdomisili kota Yogyakarta yang terkenal sebagai kota pelajar.

Sampai kini, untuk saling mendukung dalam menjalani panggilan sebagai religius, berbagai kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan program kepengurusan yang dipilih untuk satu periode. Kegiatan-kegiatan itu adalah sebagai berikut. Pelayanan sosial: pelayanan kepada kaum muda dan anak–anak, kunjungan keluarga (live in), bakti sosial, kunjungan ke panti asuhan, kunjungan ke penjara, dan temu lintas agama. Untuk pengembangan diri di bidang akademik, kegiatan yang telah dilaksanakan adalah seminar, sarasehan, dan diskusi buku. Dalam bidang rohani, kegiatan yang telah dilaksanakan seperti ziarah, rekoleksi bersama kaum muda, dan aksi panggilan.

Kegiatan-kegiatan itu mempunyai suatu tujuan luhur yaitu agar para religius mahasiswa lebih meningkatkan persaudaraan, saling meneguhkan, mendukung, dan meningkatkan kerja sama dalam menjalankan tugas perutusan sebagai mahasiswa– mahasiswi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. VISI DAN MISI

VISI

Dengan pengalaman dan pemahaman bersama sebagai orang yang dipanggil untuk menghidupi tiga nasihat injili yang dipahami melalui spiritualitas tarekat atau kongregasi masing–masing yang dihayati dalam perutusan sebagai mahasiswa–mahasiswi.

 

MISI

  1.  
    1. Menghidupi dan mewujudkan ketiga nasihat injili yang dipahami menurut prespektif spiritualitas tarekat atau kongregasi masing–masing dalam ruang lingkup dunia kampus.

    2. Setia pada tuntutan akademik dengan sikap rendah hati, hormat, dan penuh tanggung jawab.

    3. Menempatkan diri sebagai orang yang dipanggil dan diutus di tengah dunia kampus.

    4. Menerima tugas perutusan dengan suka cita dan berusaha mengembangkan secara kreatif.

    5. Meningkatkan persaudaraan, saling meneguhkan, memperkaya, mendukung dan meningkatkan kerja sama dalam menjalankan tugas perutusan sebagai mahasiswa– mahasiswi.

 

  1. MOTTO

Bagi Tuhan dan Sesama ( dari arsip surat–surat thn 1999–2001 )

Know and Love him. ( dari arsip dan sura surat thn 200 –2007 )

………..……..pilih yang mana ……………….

 

  1. TUJUAN

Religius mahasiswa mampu menghayati studi sebagai tugas perutusan dan pengembangan diri dalam aspek humaniora ditengah–tengah era globalisasi.

 

 

 

 

  1. PENGURUS FBB DARI TAHUN KE TAHUN

    1. Tahun 1999 – 2001

Ketua : Br. Paulus Setiawan, SCJ

  1.  
    1. Tahun 2001 – 2002

Ketua : Sr. Margaretha Ada, SSPS

  1.  
    1. Tahun 2002 – 2003

Ketua : Br. Thomas, FIC

  1.  
    1. Tahun 2003 – 2004

Ketua : Fr. Patrik, BHK

  1.  
    1. Tahun 2004 – 2005

Ketua : Fr. Patrik, BHK

  1.  
    1. Tahun 2005 – 2006

Ketua : Br. Teguh Supomo, FIC

  1.  
    1. Tahun 2006 – 2007

Fr. Ireneus, BHK

  1.  
    1. Tahun 2007 – 2008

Ketua : Sr. Kharita, SND

  1.  
    1. Tahun 2008 – 2009

Ketua : Fr. Kardinus, BHK

  1.  
    1. Tahun 2009 – 2010

Ketua : …..?

 

  1. STRUKTUR KEPENGURUSAN

Model 1

Moderator : Rm Koordinator CM – USD.

Ketua :

Wakil :

Sekretaris 1 dan 2 :

Bendahara 1 dan 2 :

Humas :

Anggota 1 – 5 :

 

 

Model 2 ( baru – thn 2008)

Moderator : Rm Koordinator CM – USD.

  1. Ketua :

  2. Wakil :

  3. Sekretaris 1 dan 2

  4. Bendahara 1 dan 2

  5. Ketua Koordinator ( Co )*

  1. Co Mrican ( 3 org )

  2. Co Paingan ( 1 org )

  3. Co Kentungan ( 1 org )

  4. Co IPPAK ( 1 org )

  5. Co PGSD ( 2 org )

  6. Co Luar USD ( 1 org )

 

*). Alasan di bentuk model seperti ini, agar mempermudah dan memperlancar untuk pengurus mengadakan rapat dan kontak person ke setiap fakultas dan kampus dalam segala kegiatan FBB.

 

  1. KEANGGOTAAN FBB

Terlampir data baru dan masih dalam pendaftaran.

 

  1. PROGRAM KERJA

Di rancang bersama, sekarang belum rampung.

 

  1. LOGO DAN LAMBANG

Di tinjau kembali bersama pengurus, karena belum dijelaskan arti dan maksud dari setiap lambang dan logo yg ada dalam cap yang digunakan selama ini.

 

  1. SUMBER PENDANAAN

 

  1.  
    1. Iuran Anggota FBB.

    2. Sumbangan Campus Ministry – USD

    3. Sumbangan Komunitas.

    4. Donatur

    5. Jual Koran dan kertas bekas.

    6. Membuat Baju atau Jacket untuk di jual.

    7. Membuat kartu atau pin FBB untuk dijual.

    8. Menulis Buku.

 

  1. PENUTUP

 

Kesimpulan

 

Menjadi religius mahasiswa merupakan tugas perutusan dan panggilan bagi religius yang belajar untuk mempersiapkan diri demi perutusan yang telah dipersiapkan oleh tarekat atau kongregasi masing – masing. Hal ini mempunyai harapan bahwa para anggotanya yang diutus untuk belajar dapat berhasil demi pengembangan diri religius itu sendiri dan juga bagi tarekatnya. Religius yang studi bergulat dengan segala hal yang berkaitan dengan studi.

Salah satu hal penting dalam perjalanan studi adalah menghayati spiritualitas religius sebagai mahasiswa ditengah – tengah arus zaman yang semakin kompleks ini, dengan ikut terlibat dalam kehidupan bersama yang lain. Sebagai religius mahasiswa di harapkan harus berpikir kritis untuk menanggapi situasi zaman ini. Dengan realitas yang ada bukan sebagai sesuatu yang melemahkan semangat kita dalam menjalani hidup sebagai kaum religius. Tetapi kondisi tersebut kita jadikan sebagai inspirasi dan media yang aktual untuk mewujudkan semangat kasih kristus.

 

Saran

 

Kami menyadari sebagai seorang religius yang dikuliahkan banyak mengalami godaan dan tantangan dalam studi maupun dalam menjalin relasi dengan rekan – rekan sesama religius mahasiswa ataupun dengan mahasiswa awam, juga dalam hidup berkomunitas masing – masing. Selain itu kami ingin mencoba mengembangkan diri dalam berbagai aspek terutama dalam pengembangan akademik dan kehidupan rohani dalam kehidupan bersama yang lain di kampus maupun di komunitas masing – masing agar tugas perutusan yang sedang dijalani dapat berhasil dengan baik sesuai dengan harapan.