Feature

By safegoreti

Yudhistira Ghalia Indonesia Terbukti Sukses

Takut tidak lulus ujian, tegang tidak masuk sekolah favorit, tidak usah takut dan bimbang. Temukan solusinya di tokoh buku Yudhistira Ghalia Indonesia di kota asalmu.
Dengan tujuan mencerdaskan sumber daya manusia, Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia telah banyak menerbitkan buku-buku pelajaran dari tingkat pendidikan dasar sampai tingkat perguruan tinggi yang layak untuk Anda miliki dan telah tersebar di berbagai toko Yudhistira Ghalia Indonesia di seluruh kota besar di Indonesia.
Penerbit Yudhistira yang berdiri pada tahun 1971 dan baru disahkan pada 6 Januari 1996 ini didirikan oleh Almarhum Lukman Sa’ad dan kini dipimpin oleh Dr.Tiarnugini ini, memang terkenal karena selalu menerbitkan buku-buku yang high quality. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penerbitannya. Mengapa? Setelah laku terjual, sebelum buku tersebut dicetak ulung, pelanggang dari berbagai yayasan sudah menelepon berulang-ulang ke bagian percetakan atau toko buku terdekat untuk memesan buku tersebut. Hal ini bukan hanya keberhasilah penulis buku tetapi peran penerbit sangatlah penting. Pihak percetakan yang dengan daya upaya mempromosikan buku tersebut kepada semua yayasan di Indonesia. Saat ditanya tentang taktik ampuh untuk menarik pelanggan, dengan mantap, Direktur Cabang Yogyakarta, Suhari, S.Pd. menjelaskan, “Taktik yang biasanya digunanakan untuk menarik pelanggan adalah dengan menyebar brosur ke berbagai lembaga pendidikan. Usaha lain yang dilakukan Percetakan Yudhistira yaitu melalui jalur internet (website).”
Ketika ditemui di tempat pameran buku, Jogya Expo Center (JEP), Minggu, (15/3), Tri (34) salah satu karyawan Yudhistira menjelaskan bahwa berdasarkan catatan pada brosur, Penerbit Yudhitira Ghalia Indonesia telah menerbitkan 170 judul buku untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), 110 judul buku untuk tingkat Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP), 98 judul buku untuk tingkat Sekolah Menengah Umum (SMU), dan sedikitnya 50-an judul buku untuk tingkat Perguruan Tinggi. “Penerbit yang memfokuskan penerbitannya pada dunia pendididkan sesuai kurikulum ini bertekat menjadi penerbit buku bermutu dan senantiasa memberikan yang terbaik bagi dunia pendididkan.” jelas Tri.
Di stand no. 3, stand toko buku Yudhistira, pameran buku tahun 2009 di JEC, karyawati yang bekerja sejak pukul 8.00 sampai 16.00 WIB ini menjelaskan, “visi Percetakan Yudhistira yaitu “Mendarmabaktikan diri pada dunia perbukuan untuk berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa guna meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.” Ia melanjutkan penjelasannya, “Visi yang luhur ini diterapkan dalam tri misinya yaitu menciptakan buku bermutu untuk memenuhi sarana pendidikan bangsa, memenuhi kebutuhan pelanggan dengan memberikan pelayanan terbaik melalui jaringan distribusi yang kuat dan luas, serta menumbuhkan perusahaan yang sehat secara berkesinambungan dari tahun ke tahun.”
Sehubungan dengan pameran buku yang diadakan oleh anggota IKAPI, Suhari mengatakan bahwa toko buku Yudhistira Ghalia Indonesia cabang Yogyakarta bukan anggota IKAPI tetapi Yudhistira turut mengambil bagian dalam memeriahkan Pesta Buku Tahun 2009, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia mengatakan bahwa anggota IKAPI hanya 49 PT percetaka, sementara yang ikut pameran buku tahun ini, berdasarkan dena penempatan, ada 90 stand yang turut ambil bagian dalam memeriahkan pameran buku tahun ini. Saat ditanya tentang alasan mengapa Yudhistira tidak masuk sebagai anggota IKAPI, Suhari dengan spontan menjelaskan, “Yudhistira tidak masuk anggota IKAPI karena pusat Percetakan Yudhistira tidak berlokasi di Yogyakarta tetapi di Jawa Barat. Di Yogyakarta, Yudhistira hanya membuka usaha penjualan buku.”
Percetakan yang berpusat di Jl. Rancamaya Km. 1. No. 47, Ciawi, Bogor, Jawa Barat ini dalam rentang waktu 37 tahun, melalui kerja keras dan komitmen yang utuh dari seluruh karyawan dan manajemen Yudhistira Ghalia Indonesia telah berhasil meraih kepercayaan publik dengan hasil yang membanggakan. “Penerbit ini mendapat respons positif dari masyarakat. Peminatnya dari waktu ke waktu menunjukkan peningkatan yang signifikan.”ujar Suhari. Hal senada juga disampaikan oleh Tri. Ia berpendapat bahwa berdasarka laporan tiap tahun, diperkirakan sebanyak ribuan juta eksemplar yang terjual.
Saat ditemui stand toko buku Yudhistira di JEC, tempat pemeran buku tahun 2009 yang diadakan oleh 49 anggota IKAPI, Daerah istimewa Yogyakarta, Minggu, (15/3), Toni (23) mahasiswa semester IV Fakultas Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Yogyakarta yang baru membeli buku Panduan Belajar untuk SMA, berpendapat bahwa buku panduan belajar yang sudah cukup lengkap berdasarkan kurikulum ini akan cukup membatu dia untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk persiapan mata kuliah Micro Teaching di kampusnya dan buku itu juga akan dipakai untuk praktek mengajar di SMA semester depan. Menurut Toni, ia sudah lama mencari buku panduan mengajar seperti yang baru dibelinya di beberapa toko buku di Yogyakarta tetapi tidak ada. Dengan bangga ia mangatakan “Tujuan kedatangan saya ke JEC bukan untuk membeli buku. Saya hanya ingin menyegarkan pikiran di sini, tetapi ternyata ketemu buku yang selama ini saya cari di toko Yudhistira.”
Saat dihubungi melalui telepon, Kepala Sekolah SMUN I Insana, NTT, Drs. Melki Suni (45), yang sudah lima tahun menjadi pelanggan Yudhistira, Selasa , (17/3) berpendapat bahwa dengan adanya kerja sama antara pihak sekolahnya dan toko Yudhistira yang berlokasi di Kupang, sekolahnya tidak ketinggalan dalam bidang ilmu pengetahuan. “Sekolah yang berlokasi di desa, kadang sulit mendapat sumber-sumber yang relevan, tetapi saya beruntung karena bekerja sama dengan toko buku Yudhidtira di Kupang, jadi kami tidak kesulitan.” Guru bidang studi Matematika yang sudah menjabat sebagai kepala sekolah selama lima tahun ini menjelaskan bahwa jika ada buku penerbitan baru, pihak toko buku Yudhistira langsung memberitahukan, dan jika ada persetujuan antarkedua pihak, biasanya buku langsung dikirimkan melalui paket”. Menurut Pak Melki, panggilan akrapnya, sumber bahan pelajaran sangat berpenaruh bagi tingkat kelulusan tiap tahun. “Saya bersyukur karena sekolah kami yang berlokasi di desa pun tidak kalah saing dengan sekolah yang berlokasi di kota.”katanya membandingkan. Kepala sekolah yang terkenal sebagai kepala sekolah muda, pintar, dan gaul ini, mengatakan bahwa semua yang dikatakannya itu terbukti karena pada ujian nasional setiap tahun, sekolahnya selalu menduduki peringkat lima besar di tingkat provinsi.”
Hal senada juga disampaikan oleh guru bidang studi Bahasa Indonesia, Bernadete Da Silva, S.Pd. (35). Saat dihubungi melalui telepon, Rabu (18/3), berpendapat bahwa dalam hal belajar-mengajar para guru bidang studi dipermudah oleh kepala sekolah dengan membelikan buku panduan mengajar yang sudah lengakap, mulai dari standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator, materi, bahkan sampai evaluasi. Selain buku panduan belajar berdasarkan kurikulum yang berlaku, guru juga dituntut oleh kepala sekolah agar kreatif menggunakan berbagai media pembelajaran dalam menyajikan teori agar siswa memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru.” jelas ibu yang akrap disapa Ibu Bernadete.
Menanggapi kedua narasumber di atas, saat dihubungi melalui telepon, Kamis, (19/3), Suhari yang menghabiskan waktunya selama 12 jam per hari di kantor pusat area Yogyakarta yang beralamat di Jl. Sugeng Jeroni, no. 8, Yogyakarta ini mengatakan bahwa selain respon positif dari masyarakat, penerbit ini pun mendapat ancungan jempol dari pemerintah. Mengapa demikian? Ini adalah suatu keberhasilan yang patut disyukuri karena Yudhistira berhasil masuk nominasi penilaan buku pada pusat perbukuan nasional pemerintah Indonesia pada tahun 2004 yang diselenggarakan oleh tim Panitia Nasional Penelaian Buku Pelajaran (PNPBP) pusat perbukuan Depdiknas. Buku-buku yang berhasil diseleksi adalah buku Matematika SD/MI dan buku ILMU Pengetahuan sosia untuk SD/MI.
Hal senada juga dikatakan oleh Tri yang sudah berstatus karyawan tetap di Percetakan Yudhistira Ghalia Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Penerbit Yudhistira bekerja sama dengan berbagai sekolah dan yayasan di berbagai kota sehingga jika ada buku baru yang terbit, pihak Yudhistira tidak mengalami kesulitan dalam proses penyaluran buku-buku tersebut. Sebagai rekan kerja, pelanggan buku biasanya diberi kemudahan dengan membarikan diskon sebanyak 10% setiap pembelian, baik dalam jumlah sedikit maupun dalam jumlah banyak.
Selain menerbitkan buku, Percetakan Yudhistira Ghalia Indonesia telah memiliki yayasan pendidikan yang meliputi SLTP, SMU, SMEA, dan STM, dan pendidikan lanjutan untuk tingkat tinggi (Politeknik, STIE, STMIK, STKIP, LPK, serta PKMB) yang terseber di Bandung, Subang, dan Sumedang Jawa Barat. Sampai saat ini, yayasan yang mempekerjakan karyawan sekitar 900-an orang ini, telah meluluskan sekitas 3000 siswa yang telah bekerja dalam berbagai bidang lapangan kerja sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki masing-masing.
Selain visi dan misi Percetakan Yudhistira Ghalia Indonesia yang telah disebutkan diatas, saat ditemui di pameran buku JEC tahun 2009 yang mengambil tema “Pikiran dibuka nurani berbicara”, menurut Suhari, Yayasan Lembaga Pendidikan Yudhistira juga memiliki visi dan misi tersendiri. Pria yang menamatkan pendidikan terakhirnya di UNY tahun 1994 ini menjelaskan bahwa visi Yayasan Pendidikan Yudhistira yaitu mempersiapkan para lulusannya yang terdidik dan taqwa kepada SWT, adaptif, trampil, mandiri, dan mampu mengembangkan diri agar dapat berkompetisi mengisi pasar kerja tingkat menengah sesuai dengan tuntutan otonomi daerah, nasional maupun internasional.Visi ini diterapkan dalam tiga misi yaitu menyiapkan peserta didik melalui upaya peningkatan manajemen sekolah tenaga kependidikan dan pengembangan fasilitas kesiswaan, lingkungan sekolah, proses belajar mengajar, hubungan kerja dengan unit produksi dengan memperhatikan tingkat keterampilan ketercapaian tujuan.
Yayasan penerbit yang telah memiliki 22 lembaga pendidikan ini, kini mempunyai website. Informasi mengenai sekolah-sekolah dari pendididkan menengah sampai pendidikan tinggi yang berada di bawa naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Yudhistira ada semua pada alamat website tersebut. Dalam website itu memuat status, waktu belajar, fasilitas, alamat, program studi, syarat dan biaya pendaftaran. Anda bisa mendapatkan informasi secara lengkap pada alamat website ini www.yudhistira.ac. Id.
Direktur Cabang Yogyakarta, Suhari, berpendapat bahwa usaha yang awalnya bersifat mikro ini sekarang sudah berkembang dan mempunyai suatu tujuan yang mulia yaitu untuk memberdayakan masyarakat, khususnya untuk menyerap tenaga kerja, pengentasan kemiskinan di bidang pendidikan, dan memperbaiki mutu pendidikan Indonesia.
Untuk menghubungi Percetakan Yudhistira Ghalia Indonesia, dapatkan alamat Yudhistira di halaman belakang semua buku terbitannya. Namun untuk mempermudah Anda, silahkan menghubungi alamat kantor pusat yang telah disebutkan di atas atau menghubungi toko buku Yudhistira di kota asalmu.
Jadi, jika Anda ingin menjadi orang yang sukses, kunjungilah toko buku Percetakan Yudhistira Ghalia Indonesia di mana saja Anda berada karena percetakan ini kini tersebar di semua kota di Indonesiin percaya diri dan berani menghadapi ujian serta mudah diterima di sekolah favorit; tidak usah takut dan bimbang. Temukan solusinya di tokoh buku Yudhistira Ghalia Indonesia di kota asalmu karena Yudhistira Ghalia Indonesia Terbukti Sukses.

Tinggalkan Balasan