Arsip untuk November, 2009

Renungan

November 8, 2009

                                                                                       BERANI BERUBAH

Seorang anak sedang bermain dan menemukan kepompong kupu–kupu di sebuah dahan yg rendah. Di ambilnya kepompong tersebut dan tampak ada lubang kecil. Dia tertegun mengamati lubang kecil itu karena ada terlihat seekor kupu–kupu yg sedang berjuang untuk keluar membebaskan diri melalui lubang tersebut. Melihat hal itu, si anak menjadi iba dan mengambil keputusan untuk membantu si kupu–kupu untuk keluar dari kepompongnya. Dia membuka badan kepompong agar sang kupu–kupu bisa keluar dan terbang dengan leluasa. Kupu–kupu pun keluar dengan mudahnya. Akan tetapi, ia masih memiliki tubuh yg lemah dan sayap- sayapnya masih berkerut. Anak itu berharap agar kupu–kupu tersebut bisa terbang, namun kupu–kupu tersebut terpaksa merangkak di sekitarnya dengan tubuh yg lemah dan tidak sempurna. Kupu–kupu itu akhirnya tidak pernah mampu terbang. Si anak tidak mengerti bahwa kupu–kupu perlu berjuang dengan daya usahanya sendiri untuk membebaskan diri. Lubang kecil perlu dilalui kupu–kupu tersebut akan memaksa cairan dari tubuh untuk masuk ke dalam sayap–sayapnya sehingga dia akan siap terbang dan memperoleh kebebasan. Hidup adalah perjuangan, hidup adalah perbuatan (kerja keras), bahakan untuk meraih keberahsilan diperlukan keringat dan air mata. Tidak ada yg instant, semua melalui proses yg ada dalam siklus kehidupan. Setiap tapak kehidupan yg dilalui akan memberikan makna yg luar biasa bagi seorang untuk memasuki tapak kehidupan berikutnya. Pengalaman suka dan duka dalam setiap sendi kehidupan akan memberikan warna tersendiri untuk menghiasi rentang kehidupan kita. Dalam perjalanan hidup kita kadang ingin untuk bisa mengikuti setiap jengkal kehidupan dengan bijaksana dan serius, namun tat kala ada tantangan dan godaan yg menjadi tawaran bagi kita. Fenomena bagi kita sebagai orang terpanggil dalam hidup membiara pada masa kini begitu banyak tantangan. Jika kita ingin tetap setia, tentu melalui perjuangan yg berat. Hidup kita tidak hanya sekedar tumbuh mengikuti siklus kehidupan yg sudah ada, namun harus mengambil titik balik untuk berubah kearah yg lebih baik lagi. Berubah ke bentuk yg lebih baik, dari ulat menjadi kepompong lalu kupu–kupu. Berubah dari cara pikir, perasaan, tingka laku, dan cara pandang terhadap suatu masalah, cara kita menjalani hidup ini, dengan optimis serta penuh harapan….

Renungan

November 8, 2009

            Doa 

      (Mazmur 139)

Tuhan Engkau menyelidiki dan mengenal aku

 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri

Engkau mengerti pikiranku dari jauh

Engkau memeriksa aku

kalau aku berjalan dan berbaring

segala jalanku Kau maklumi

Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu

terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya

Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu

ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?

Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak

dan dalam kitabMu semuannya tertulis

Hari – hari yg akan dibentuk

Selidikilah aku ya Allah dan kenallah hatiku

Ujilah aku dan kenallah pikiran–pikiranku

 Lihatlah apakah jalanku serong

dan tuntunlah aku di jalan yang kekal….Amin.

Renungan

November 8, 2009

Doa Mazmur 15

Tuhan, siapa yang boleh menumpang di kemah- Mu ?

Siapa yg boleh diam di gunung-Mu yg kudus ?

Yaitu dia yg berlaku tidak bercela,

yg melakukan apa yg adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,

yg tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya,

yg tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yg tidak menimpakan cela kepada tetangganya,

yang memandang hina orang yg tersingkir,

tetapi memuliakan orang yg takut akan Tuhan.

Yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi,

 yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba,

dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah.

Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama – lamanya.

Puisi-Timor

November 3, 2009

S a n t i s i m a

Anak Perawan Terjepit Oh, mama…., Oh, papa…. Berapakah harga perawanku? Tidak dijual sayang, jawab sang mama Mengapa harus ditukar dengan emas dan gading? Sang ayah kebingungan mendengar

Anak perawan mengeluh
Mengapa aku belum direstui duduk di pelaminan?
Kekasih hatiku tak punya emas ataupun gading
Yang dia punya hanyalah bejana hati
Tempat untukku bercurah segala rasa
Yang dia miliki hanyalah tilel sarjana
Demi hidupku dan masa depanku

Oh mama……Oh papa …..
Izinkan kami membina mahligai cinta
Jangan biarkan kecantikanku berkerut
Karena cemberut menunggu pinangan

Jangan biarkan perawanku terjepit
Dimakan usia karena mahalnya adat

(Untuk sahabat manisku yang lagi bersedih)

 

 

Ilmu

Bagai kepingan kekayaan
Bagai butiran wawasan
Bagai rantai informasi
Semua teruntai menjadi satu dalam dirimu

Kau menyetir kami
Kau menggerakkan kami
Kau motivator kami
Dalam menggapai impian

Ilmu …
Kaulah otak dari pendidikan
Kaulah mesin dari pengajaran
Kaulah jendela dari wawasan

Walau badai kebodohan melanda
Walau kemalasan menjajah
Aku tetap menuntutmu
Sampai masaku hilang

Oh, Ilmu …
Ukiran jati dirimu
Kan terus membekas
Dalam pikiran kami
Walau umur ditelan zaman

 

 

 

 

 

Contoh PRR- Bahasa Indonedia

November 2, 2009

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

SEKOLAH                             : SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

MATA PELAJARAN                        : BAHASA INDONESIA

KELAS/SEMESTER             : X/I

TAHUN PELAJARAN         : 2008/2009

Standar Kompetensi :

1. Mendengarkan

 Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung

Kompetensi Dasar :

1.1  Menanggapi siaran atau informasi dari  media  elektronik (berita dan nonberita) 

Indikator :

1.1.1        Siswa mampu mendefinisikan kemampuan mendengarkan dengan tepat

1.1.2        Siswa mampu membedakan perbedaan          mendengarkan dan mendengar dengan tepat

1.1.3        Siswa mampu menuliskan pokok-pokok isi berita ke dalam beberapa kalimat dengan urut dan mudah dipahami.

1.1.4        Siswa mampu menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis secara runtut dan jelas.

1.1.5        Siswa mampu mengajukan pertanyaan/tanggapan berdasarkan  informasi yang didengar  (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).

Alokasi waktu : 2 X 45 menit.                

  1. 1.      Tujuan pembelajaran:

1.1.1        Siswa dapat mendefinisikan pengertian mendengarkan dengan tepat.

1.1.2        Siswa dapat membedakan perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan tepat.

1.1.3        Siswa dapat menuliskan isi berita ke dalam beberapa kalimat dengan urut dan mudah dipahami.

1.1.4        Siswa dapat menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis secara runtut dan jelas.

1.1.5        Siswa dapat mengajukan pertanyaan/tanggapan berdasarkan  informasi yang didengar  (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).

  1. 2.      Materi pembelajaran:

2.1  Definisi mendengarkan

Mendengarkan adalah menyimak (listening) yaitu mendengarkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, memperhatikan, mengindahkan. Mendenagrkan dilakukan dengan sengaja dan sadar serta melibatkan pikiran dan perasaan (Suryanto, Alex dan Agus Haryanto. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Tangerang: Esis.)

2.2  Perbedaan mendengarkan dan mendengar

Kebanyakan dari kita tidak dapat membedakan pengertian istilah mendengar dan mendengarkan. Mendengarkan mengandung pengertian dapat menangkap bunyi/suara dengan alat dengar/telinga. Mendengar lebih banyak dilakukan secara tidak sengaja. Istilah lain yang lebih tepat untuk mendengarkan adalah menyimak (listening) yaitu mendengarkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, memperhatikan, mengindahkan. Istilah tersebut mengandung pengertia lebih mendalam dibandingkan dengan istilah pertama. Mendengarkan dilakukan dengan sengaja dan sadar  serta melibatkan pikiran dan perasaan. Secara singkat kedua istilah itu (mendengarkan dan mendengar) dapat dilihat pada tabel dibawa ini.

No Mendengar Mendengarkan
1 Dapat menangkap bunyi Menangkap bunyi
2 Hanya menggunakan telinga Menggunakan telinga, melibatkan pikiran, dan perasaan
3 Dilakukan dengan tidak sengaja dan tanpa sadar Dilakukan dengan sengaja dan secara sungguh-sungguh
4 Dilakukan tanpa konsentrasi Dilakukan dengan penuh konsentrasi
5 Tidak ada tujuan tertentu Bertujuan menyampaikan informasi
6 Pesan suara belum tentu dikirim ke otak Pesan suara dikirim ke otak

 (Suryanto, Alex dan Agus Haryanto. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Tangerang: Esis.)

2.3  Menuliskan isi berita ke dalam beberapa kalimat dengan urut dan muda dipahami.

Setiap berita mengandung isi informasi yang penting. Dalam  dunia jurnalistik, pokok informasi itu dikenal dengan rumusan 5W + 1H, yaitu singkatan dari what, when, where, who, why, dan how. Maksud nya, dalam berita yang ditulis dengan baik  dan benar, di dalamnya disampaikan apa yang terjadi, kapan terjadi, di mana terjadi, siapa yang mengalami, mengapa terjadi, dan bagaimana terjadi. Dalam berita keras (hard news) surat kabar yang ditulis dengan piramide terbalik , pokok-pokok isi berita tersebut tertuang pada bagian teras berita (lead).

            Contoh  

Simaklah berita yang berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes

                             Paulus II ke Indonesia” dan tulislah isi berita tersebut.                               

Berdasarkan hasil tayangan berita tersebut, perhatikan contoh unsur-unsur berita di bawa ini!

siapa

Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II  

mengapa

ke Indonesia

apa
di mana
bagaimana
kapan

Paus Yohanes Paulus II kepala Negara Vatikan yang juga pimpinan agama Katolik seluruh dunia berkenan mengunjungi para dombanya (umatnya) di Indonesia pada 9-15 Oktober 1989. Seperti biasanya, setelah turun dari pesawat, Sri Paus langsung mencium tanah sebagai tanda cinta kasihnya terhadap negara dan bangsa yang dikunjunginya. Dari Bandara Halim Kusuma, Paus langsung menuju istana merdeka guna bertemu Presiden Soeharto dan dilanjutkan upacara kebangsaan dengan mengumandangkan lagu kebanggsaan kedua negara dengan disambung kentuman meriam dua puluh satu kali. Paus berkenan mengunjungi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Keuskupan Ende-Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, dan Jawa Tangah.

2.4  Menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis secara runtut dan jelas

Setelah menuliskan isi berita yang berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia”, sampaikanlah secara lisan secara runtut dan jelas dengan memeperhatikan unsusr-unsur berita (5W + 1H) yaitu:

  1. Siapa         : Paus Yohanes Paulus II
  2. Apa           : Seperti biasanya, setelah turun dari pesawat, Sri Paus

                    langsung mencium tanah sebagai tanda cinta kasihnya

                    terhadap negara dan bangsa yang dikunjunginya.

  1. Di mana     :  Indonesia
  2. Kapan        : 9-15 Oktober 1989
    1. Mengapa     : Pimpinan agama Katolik berkenan mengunjungi para

 dombanya (umatnya).

  1. Bagaimana : Dari Bandara Halim Kusuma, Paus langsung menuju istana merdeka guna bertemu Presiden Soeharto dan dilanjutkan upacara kebangsaan dengan mengumandangkan lagu kebanggsaan kedua negara dengan disambung kentuman meriam dua puluh satu kali. Paus berkenan mengunjungi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Keuskupan Ende-Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, dan Jawa Tangah.

2.5  Mengajukan  pertanyaan/tanggapan berdasarkan  informasi yang didengar  (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).

Menurut  Alex Suryanto dan Agus Haryanto dalam buku Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia, pemirsa yang cerdas tidak mungkin menerima informasi begitu saja. Dengan nalar dan penagalaman yang dimiliki, dia akan menganalisis dengan cermat  informasi itu sebelum menerimanya.  Selanjutnya ia akan menanggapi informasi  itu agar semakin memahami maksud yang terkandung dalam cerita tersebut. Menanggapi informasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya yaitu dapat melontarkn pertanyaaan-pertanyaan kritis yang menggugat. Dengan berbagai pertanyaan ia akan memperoleh informasi yang akurat karena dengan cara itu ia menyaring informasi. Pertanyaan itu bukan sekedar  menggungkapkan fakta di permukaan, melainkan menelusuri sumber-sumber timbulnya suatu persoalan. Bukan sekedar ingin mengetahui apa, siapa, kapan, dan di mana melainkan mengetahui bagaimana dan mengapa.

Contoh  

Pertanyaan:

  1. Mengapa Sri paus Yohanes Paulus II berkunjung ke Indonesia, padahal Indonesia

          adalah negara Muslim!

  1. Bagaimana pemimpin umum agama Katolik ini menjalin hubungan dengan negara-negara yang bermayoritas bukan agama Katolik!
  1. 3.      Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran: kooperatif learning dan  penugasan

  1. 4.      Langkah-langkah pembelajaran
No Kegiatan Alokasi waktu
1 Kegiatan Pendahuluan

  1. Apersepsi
  2. b.      Brainstorming
2  menit5 menit
2 Kegiatan Inti

  1. Siswa diajak tanya jawab oleh guru tentang  pengertian mendengarkan serta perbedaan mendengarkan dan mendengar.
  2. Siswa menyimak berita yang berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia” sambil mencatat  pokok-pokok penting dari tayangan berita tersebut.
  3. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.
  4. Siswa berdiskusi untuk menyatukan berbagai informasi guna membentuk suatu teks yang utuh berdasarkan  unsus-unsur penting dalam berita, yaitu apa, kapan, di mana, siapa, mengapa, dan bagaimana.
  5. Salah seorang dari masing-masing anggota diminta untuk menyampaikan/membacakan kesimplann pokok-pokok informasi  dari tayangan berita tersebut di depan kelas.
  6. Setiap kelompok mendapat masukan/tanggapan dari guru.
10  menit

12  menit

3     menit

10  menit

15 menit

3 menit

3 Kegiatan Penutup

  1. Refleksi
  2. Siswa diberikan tugas rumah oleh guru
4   menit

3  menit

  1. 5.   Sumber Pembelajaran
  2. Suryanto, Alex dan Agus Haryanto. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Tangerang: Esis.
  3. CD In Loving Memory Bapa Suci Yohanes Paulus II, Cahaya dari Krakow. 2005. Keuskupan Agung Jakarta.
  4. c.       Kompas, Selasa 16 Maret 2009 

 

  1. 6.   Penilaian

Jenis penilaan teknis tes dan non tes

Bentuk tes  tertulis

6.1  Apa yang dimaksud dengan mendengarkan!

6.2  Apa perbedaan antara mendengar dan mendengarkan!

6.3  Identifikasikanlah isi berita di bawa ini ke dalam rumusan 5W+1H (waht/apa ,who/siapa,  why/mengapa, when/kapan,  where/di mana, dan how/bagaimana).

Simaklah pembacaan berita  bawa ini.

A Simanjuntak Sedih atas Nasionalisme Gererasi Muda

Alfred Simanjuntak, pencipta lagu “Bangun Pemuda-Pemudi”, merasa sedih melihat kondisi muda-mudi Indonesia menjelang ulang tahun kemerdekaan ke-61 mendatang. Komponis berusia 82 tahun itu melihat telah terjadi kemerdekaan serius pada generasi muda sekarang. “Generasi muda tidak dinamis karena terlena dengan budaya konsumtif. Nasionalisme mereka sangat kurang, cenderung individualis, egois, jauh sekali dengan ketika saya masih muda,” kata Alfret selepas memimpin paduan suara anak Indonesia di Erasmus Huis, Jakarta yang antara lain menyanyikan lagu “Unite the Children of the World”, kata komponis itu. Ia bercerita bahwa ia pernah berberilya ke Yogyakarta pada 1949, saat ibu kota Indonesia beralih sementara ke kota gudeg itu. Saat itu, semangat pemuda Indonesia sangat menggebu menunjukkan diri sebagai pemuda terbaik di dunia kepada bangsa luar. “Tanpa rasa minder,” ujarnya.

(Dikutip dari ANTARA, Jakarta, 12 Agustus 2006)

              Bentuk tes lisan

6.4 Sampaikanlah secara lisan isi berita berjudul “Diskusi dan Apresiasi Karya Sampaikanlah  

    secara lisan isi berita berjudul “A Simanjuntak Sedih atas Nasionalisme Gererasi Muda.

6.4  Buatlah 2 pertanyaan/tanggapan berdasarkan  informasi yang didengar dan sampaikan secara lisan (menyetujui, menolah, menambahkan pendapat).

  1. 7.   Kunci Jawaban

7.1  Mendengarkan adalah menyimak (listening) yaitu mendengarkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, memperhatikan, mengindahkan. Mendenagrkan dilakukan dengan sengaja dan sadar serta melibatkan pikiran dan perasaan.

7.2  Perbedaan mendengar dan mendengarkan

No Mendengar Mendengarkan
1 Dapat menangkap bunyi Menangkap bunyi
2 Hanya menggunakan telinga Menggunakan telinga, melibatkan pikiran, dan perasaan
3 Dilakukan dengan tidak sengaja dan tanpa sadar Dilakukan dengan sengaja dan secara sungguh-sungguh
4 Dilakukan tanpa konsentrasi Dilakukan dengan penuh konsentrasi
5 Tidak ada tujuan tertentu Bertujuan menyampaikan informasi
6 Pesan suara belum tentu dikirim ke otak Pesan suara dikirim ke otak

7.3  Isi informasi dari berita yang disimak dengan rumusan 5W + 1H  dengan benar.

Apa       : Usaha untuk menggeliatkan kreatifitas berbagai komunitas film indie 

Siapa     : Forum Gambar Gerak 

Kapan    : Selasa, (17/3) pukul 19.30-21.30,

Di mana: Gedung Situs Kriya, kompleks Jogya Nasional Museum (JNM), Jalan Amri

                 Yahya, Gampingan, Wirobrayan, Yogyakarta.

Mengapa : Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat muncul terobosan kreatif yang

                  dapat memberikan kontribusi perkembangan komunitas film indie.

Bagaimana : Kegiatan akan diisi dengan diskusi dan apresiasi terhadap film karya

                       sejumlah komunitas.

7.4  Penyampaian secara lisan isi berita berjudul “Diskusi dan Apresiasi Karya Film Indie” yang telah ditulis secara runtut dan jelas.

Diskusi dan Apresiasi Karya Film Indie

Sebagai salah satu usaha untuk menggeliatkan kreatifitas berbagai komunitas film indie di Yogyakarta, Forum Gambar Gerak kembali mengadakan acara apresiasi karya film melalui kegiatan “Selasa Menonton # 2”. Kegiatan tersebut akan dilakukan hari Selasa, (17/3) pukul 19.30-21.30, di gedung Situs Kriya, kompleks Jogya Nasional Museum (JNM), Jalan Amri Yahya, Gampingan, Wirobrayan, Yogyakarta. Kegiatan akan diisi dengan diskusi dan apresiasi terhadap film karya sejumlah komunitas. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat muncul terobosan kreatif yang dapat memberikan kontribusi perkembangan komunitas film indie.

7.2 Pertanyaan/tanggapan secara lisan berdasarkan  informasi yang didengar  (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).

Contoh:

7.5.1        Saya setuju dengan kegiatan tersebut karena kegiatan itu sebagai stimulus agar muncul terobosan kreatif yang dapat memberikan kontribusi perkembangan komunitas Film Indie.

7.5.2        Selain apresiasi karya film, kegiatan apa saja yang harus dilakukan untuk tetap mempertahankan karya film?

8     Pedoman Penilaian :

      Penilaian naratif

No Kriteria Penilaian Skor
1 Tes tertulis 1

  1. Siswa mendapat skor 10 apabila mampu mendefinisikan pengertian mendengarkan dengan benar.
  2. Siswa mendapat skor 5 apabila kurang mampu mendefinisikan pengertian mendengarkan dengan benar.
  3. Siswa mendapat skor 1 apabila tidak mampu mendefinisikan pengertian mendengarkan dengan benar.

Tes tertulis 2

  1. Siswa mendapat skor 10 apabila mampu menyebutkan5-6 perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan benar.
  2. Siswa mendapat skor 5 apabila mampu menyebutkan 3-4 perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan benar.
  3. Siswa mendapat skor 3 apabila mampu menyebutkan 1-2 perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan benar.
  4. Siswa mendapat skor 1 apabila tidak dapat menyebutkan  perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan benar.

Tes tertulis 3

  1. Siswa mendapat skor 10 apabila mampu  menyebutkan pokok informasi dari berita yang disimak dengan rumusan 5W + 1H  dengan benar.
  2. Siswa mendapat skor 5 apabila hanya  menyebutkan sebagian dari pokok informasi dari berita yang disimak dengan rumusan 5W + 1H.
  3. Siswa mendapat skor 1 apabila tidak  menyebutkan pokok informasi dari berita yang disimak dengan rumusan 5W + 1H  dengan benar.

Tes lisan 1

9            Siswa mendapat skor 10 apabila mampu  menyampaikan secara lisan isi berita berjudul “Diskusi dan Apresiasi Karya Film Indie” yang telah ditulis secara runtut dan jelas.

10        Siswa mendapat skor 5 apabila kurang mampu menjelas dengan runtut dan jelas secara lisan isi berita berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia.”

11        Siswa mendapat skor 1 apabila tidak mampu menjelas dengan runtut dan jelas secara lisan isi berita berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia.”

Tes lisan 2

  1. Siswa mendapat skor 10 apabila mampu  mengajukan 2 pertanyaan/tanggapan secara lisan berdasarkan  informasi yang didengar  (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).
  2. Siswa mendapat skor 5 apabila mampu mengajukan 1 pertanyaan/tanggapan secara lisan berdasarkan  informasi yang didengar  (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).
  3. Siswa mendapat skor 1 apabila tidak aktif mengajukan pertanyaan/tanggapan secara lisan berdasarkan  informasi yang didengar

(menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).

10

5

1

10

5

3

1

10

5

1

10

5

1

10

5

1

                                                                                                            Yogyakarta, 27 Juli 2009

         

                                                                 Maria Goreti Safe

                                                                 NIM: 061224068

        Mengetahui

Dosen Pembimbing PPL                                                         Guru Pamong                                                 

 Drs. G. Sukadi                                                           Th. Sasi Ambarwati, S.Pd.