RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SEKOLAH : SMAN I KEFAMENANU
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
KELAS/SEMESTER : X/I
TAHUN PELAJARAN : 2008/2009
Standar Kompetensi :
1. Mendengarkan
Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung
Kompetensi Dasar :
1.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita)
Indikator :
1.1.1 Siawa mampu mendefinisikan kemampuan mendengarkan dengan tepat
1.1.2 Siswa mampu membedakan perbedaan mendengarkan dan mendengar dengan tepat
1.1.3 Siswa mampu menuliskan pokok-pokok isi berita ke dalam beberapa kalimat dengan urut dan mudah dipahami.
1.1.4 Siswa mampu menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis secara runtut dan jelas.
1.1.5 Siswa mampu mengajukan pertanyaan/tanggapan berdasarkan informasi yang didengar (menyetujui, menolah, menambahkan pendapat).
Alokasi waktu : 2 X 45 menit.
1. Tujuan pembelajaran:
1.1.1 Siawa dapat mendefinisikan pengertian mendengarkan dengan tepat.
1.1.2 Siswa dapat membedakan perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan tepat.
1.1.3 Siswa dapat menuliskan isi berita ke dalam beberapa kalimat dengan urut dan mudah dipahami.
1.1.4 Siswa dapat menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis secara runtut dan jelas.
1.1.5 Siswa dapat mengajukan pertanyaan/tanggapan berdasarkan informasi yang didengar (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).
2. Materi pembelajaran:
2.1 Definisi mendenagrkan
Mendengarkan adalah menyimak (listening) yaitu mendengarkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, memperhatikan, mengindahkan. Mendenagrkan dilakukan dengan sengaja dan sadar serta melibatkan pikiran dan perasaan (Suryanto, Alex dan Agus Haryanto. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Tangerang: Esis.)
2.2 Perbedaan mendengarkan dan mendengar
Kebanyakan dari kita tidak dapat membedakan pengertian istilah mendengar dan mendengarkan. Mendengarkan mengandung pengertian dapat menangkap bunyi/suara dengan alat dengar/telinga. Mendengar lebih banyak dilakukan secara tidak sengaja. Istilah lain yang lebih tepat untuk mendengarkan adalah menyimak (listening) yaitu mendengarkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, memperhatikan, mengindahkan. Istilah tersebut mengandung pengertia lebih mendalam dibandingkan dengan istilah pertama. Mendengarkan dilakukan dengan sengaja dan sadar serta melibatkan pikiran dan perasaan. Secara singkat kedua istilah itu (mendengarkan dan mendengar) dapat dilihat pada tabel dibawa ini.
|
No |
Mendengar |
Mendengarkan |
|
1 |
Dapat menangkap bunyi |
Menangkap bunyi |
|
2 |
Hanya menggunakan telinga |
Menggunakan telinga, melibatkan pikiran, dan perasaan |
|
3 |
Dilakukan dengan tidak sengaja dan tanpa sadar |
Dilakukan dengan sengaja dan secara sungguh-sungguh |
|
4 |
Dilakukan tanpa konsentrasi |
Dilakukan dengan penuh konsentrasi |
|
5 |
Tidak ada tujuan tertentu |
Bertujuan menyampaikan informasi |
|
6 |
Pesan suara belum tentu dikirim ke otak |
Pesan suara dikirim ke otak |
(Suryanto, Alex dan Agus Haryanto. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Tangerang: Esis.)
2.3 Menuliskan isi berita ke dalam beberapa kalimat dengan urut dan muda dipahami.
Setiap berita mengandung isi informasi yang penting. Dalam dunia jurnalistik, pokok informasi itu dikenal dengan rumusan 5W + 1H, yaitu singkatan dari what, when, where, who, why, dan how. Maksud nya, dalam berita yang ditulis dengan baik dan benar, di dalamnya disampaikan apa yang terjadi, kapan terjadi, di mana terjadi, siapa yang mengalami, mengapa terjadi, dan bagaimana terjadi. Dalam berita keras (hard news) surat kabar yang ditulis dengan piramide terbalik , pokok-pokok isi berita tersebut tertuang pada bagian teras berita (lead).
Contoh 1:
Simaklah berita yang berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes
Paulus II ke Indonesia” dan tulislah isi berita tersebut.
Berdasarkan hasil tayangan berita tersebut, perhatikan contoh di bawa ini!
|
Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia
Paus Yohanes Paulus II kepala Negara Vatikan yang juga pimpinan agama Katolik seluruh dunia berkenan mengunjungi para dombanya (umatnya) di Indonesia pada 9-15 Oktober 1989. Seperti biasanya, setelah turun dari pesawat, Sri Paus langsung mencium tanah sebagai tanda cinta kasihnya terhadap negara dan bangsa yang dikunjunginya. Dari Bandara Halim Kusuma, Paus langsung menuju istana merdeka guna bertemu Presiden Soeharto dan dilanjutkan upacara kebangsaan dengan mengumandangkan lagu kebanggsaan kedua negara dengan disambung kentuman meriam dua puluh satu kali. Paus berkenan mengunjungi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Keuskupan Ende-Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, dan Jawa Tangah. |
2.4 Menyampaikan secara lisan yang telah ditulis secara runtut dan jelas
Setelah menuliskan isi berita yang berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia”, sampaikanlah secara lisan secara runtut dan jelas dengan memeperhatikan unsusr-unsur berita (5W + 1H) yaitu:
a. Siapa : Paus Yohanes Paulus II
b. Apa : mengunjungi dombanya (umatnya)
c. Di mana : Indonesia (Istana merdeka, Taman Mini Indonesia Indah,
Keuskupan Ende-NTT, Sumatera Utara,
dan Jawa Tengah).
d. Kapan : 9-15 Oktober 1989
e. Mengapa : pimpinan agama Katolik
f. Bagaimana : setelah turun dari pesawat, Sri Paus langsung mencium tanah sebagai tanda cinta kasihnya terhadap negara dan bangsa yang dikunjunginya. Dari Bandara Halim Kusuma, Paus langsung menuju istana merdeka guna bertemu Presiden Soeharto dan dilanjutkan upacara kebangsaan dengan mengumandangkan lagu kebanggsaan kedua negara dengan disambung kentuman meriam dua puluh satu kali. Paus berkenan mengunjungi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Keuskupan Ende-Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, dan Jawa Tangah.
2.5 Mengajukan pertanyaan/tanggapan berdasarkan informasi yang didengar (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).
Menurut Alex Suryanto dan Agus Haryanto dalam buku Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia, pemirsa yang cerdas tidak mungkin menerima informasi begitu saja. Dengan nalar dan penagalaman yang dimiliki, dia akan menganalisis dengan cermat informasi itu sebelum menerimanya. Selanjutnya ia akan menanggapi informasi itu agar semakin memahami maksud yang terkandung dalam cerita tersebut. Menanggapi informasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya yaitu dapat melontarkn pertanyaaan-pertanyaan kritis yang menggugat. Dengan berbagai pertanyaan ia akan memperoleh informasi yang akurat karena dengan cara itu ia menyaring informasi. Pertanyaan itu bukan sekedar menggungkapkan fakta di permukaan, melainkan menelusuri sumber-sumber timbulnya suatu persoalan. Bukan sekedar ingin mengetahui apa, siapa, kapan, dan di mana melainkan mengetahui bagaimana dan mengapa.
Contoh 2
Pertanyaan:
1. Mengapa Sri paus Yohanes Paulus II berkunjung ke Indonesia, padahal Indonesia adalah negara muslim!
2. Bagaimana peminpin umum agama katolik ini menjalin hubungan dengan negara-negara yang bermayoritaas bukan agama Katolik!
3. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran: kooperatif learning dan penugasan
4. Langkah-langkah pembelajaran
|
No |
Kegiatan |
Alokasi waktu |
|
1 |
Kegiatan Pendahuluan a. Apersepsi b. Brainstorming |
2 menit 5 menit |
|
2 |
Kegiatan Inti a. Siswa diajak tanya jawab oleh guru tentang pengertian mendengarkan serta perbedaan mendengarkan dan mendengar. b. Siswa menyimak berita yang berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia” sambil mencatat pokok –pokok penting dari tayangan berita tersebut. c. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. d. Siswa berdiskusi untuk menyatukan berbagai informasi guna membentuk suatu teks yang utuh berdasarkan unsus-unsur penting dalam berita, yaitu apa, kapan, di mana, siapa, mengapa, dan bagaimana. e. Salah seorang dari masing-masing anggota diminta untuk menyampaikan/membacakan kesimplann pokok-pokok informasi dari tayangan berita tersebut di depan kelas. f. Setiap kelompok mendapat masukan/tanggapan dari guru.
|
10 menit
12 menit
3 menit
10 menit
15 menit
3 menit
|
|
3 |
Kegiatan Penutup a. Refleksi b. Siswa diberikan tugas rumah oleh guru |
4 menit 3 menit |
5. Sumber Pembelajaran
a. Suryanto, Alex dan Agus Haryanto. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Tangerang: Esis.
b. CD In Loving Memory Bapa Suci Yohanes Paulus II, Cahaya dari Krakow. 2005. Keuskupan Agung Jakarta.
c. Kompas, Selasa 16 Maret 2009
6. Penilaian
Jenis penilaan teknis tes dan non tes
Bentuk tes tertulis
6.1 Apa yang dimaksud dengan mendengarkan!
6.2 Apa perbedaan antara mendengar dan mendengarkan!
6.3 Identifikasikanlah isi berita di bawa ini ke dalam unsusr-unsusr berita (apa ,siapa, mengapa, kapan, di mana, dan bagaimana).
Simaklah pembacaan berita bawa ini.
Diskusi dan Apresiasi Karya Film Indie
Sebagai salah satu usaha untuk menggeliatkan kreatifitas berbagai komunitas film indie di Yogyakarta, Forum Gambar Gerak kembali mengadakan acara apresiasi karya film melalui kegiatan “Selasa Menonton # 2”. Kegiatan tersebut akan dilakukan hari Selasa, (17/3) pukul 19.30-21.30, di gedung Situs Kriya, kompleks Jogya Nasional Museum (JNM), Jalan Amri Yahya, Gampingan, Wirobrayan, Yogyakarta. Kegiatan akan diisi dengan diskusi dan apresiasi terhadap film karya sejumlah komunitas. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat muncul terobosan kreatif yang dapat memberikan kontribusi perkembangan komunitas film indie.
(Sumber: Kompas, Selasa 16 Maret 2009)
Bentuk tes lisan
6.4 Sampaikanlah secara lisan isi berita berjudul “Diskusi dan Apresiasi Karya Film Indie” yang telah ditulis secara runtut dan jelas!
6.5 Buatlah 2 pertanyaan/tanggapan berdasarkan informasi yang didengar dan sampaikan secara lisan (menyetujui, menolah, menambahkan pendapat).
7. Kunci Jawaban
7.1 Mendengarkan adalah menyimak (listening) yaitu mendengarkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, memperhatikan, mengindahkan. Mendenagrkan dilakukan dengan sengaja dan sadar serta melibatkan pikiran dan perasaan.
7.2 Perbedaan mendengar dan mendengarkan
|
No |
Mendengar |
Mendengarkan |
|
1 |
Dapat menangkap bunyi |
Menangkap bunyi |
|
2 |
Hanya menggunakan telinga |
Menggunakan telinga, melibatkan pikiran, dan perasaan |
|
3 |
Dilakukan dengan tidak sengaja dan tanpa sadar |
Dilakukan dengan sengaja dan secara sungguh-sungguh |
|
4 |
Dilakukan tanpa konsentrasi |
Dilakukan dengan penuh konsentrasi |
|
5 |
Tidak ada tujuan tertentu |
Bertujuan menyampaikan informasi |
|
6 |
Pesan suara belum tentu dikirim ke otak |
Pesan suara dikirim ke otak |
7.3 Isi informasi dari berita yang disimak dengan rumusan 5W + 1H dengan benar.
Apa : Usaha untuk menggeliatkan kreatifitas berbagai komunitas film indie
Siapa : Forum Gambar Gerak
Kapan : Selasa, (17/3) pukul 19.30-21.30,
Di mana: Gedung Situs Kriya, kompleks Jogya Nasional Museum (JNM), Jalan Amri
Yahya, Gampingan, Wirobrayan, Yogyakarta.
Mengapa : Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat muncul terobosan kreatif yang
dapat memberikan kontribusi perkembangan komunitas film indie.
Bagaimana : Kegiatan akan diisi dengan diskusi dan apresiasi terhadap film karya
sejumlah komunitas.
7.4 Sampaikalah secara lisan isi berita berjudul “Diskusi dan Apresiasi Karya Film Indie” yang telah ditulis secara runtut dan jelas.
Diskusi dan Apresiasi Karya Film Indie
Sebagai salah satu usaha untuk menggeliatkan kreatifitas berbagai komunitas film indie di Yogyakarta, Forum Gambar Gerak kembali mengadakan acara apresiasi karya film melalui kegiatan “Selasa Menonton # 2”. Kegiatan tersebut akan dilakukan hari Selasa, (17/3) pukul 19.30-21.30, di gedung Situs Kriya, kompleks Jogya Nasional Museum (JNM), Jalan Amri Yahya, Gampingan, Wirobrayan, Yogyakarta. Kegiatan akan diisi dengan diskusi dan apresiasi terhadap film karya sejumlah komunitas. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat muncul terobosan kreatif yang dapat memberikan kontribusi perkembangan komunitas film indie.
7.5 Ajukkanlah 2 pertanyaan/tanggapan secara lisan berdasarkan informasi yang didengar (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).
Contoh:
7.5.1 Saya setuju dengan kegiatan tersebut karena kegiatan itu sebagai stimulus agar muncul terobosan kreatif yang dapat memberikan kontribusi perkembangan komunitas film indie.
7.5.2 Selain apresiasi karya film, kegiatan apa saja yang harus dilakukan untuk tetap mempertahankan karya film?
8 Pedoman Penilaian :
Penilaian naratif
|
No |
Kriteria Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tes tertulis 1 a. Siswa mendapat skor 10 apabila mendefinisikan pengertian mendengarkan dengan benar. b. Siswa mendapat skor 5 apabila kurang tepat mendefinisikan pengertian mendengarkan dengan benar. c. Siswa mendapat skor 1 apabila tidak mendefinisikan pengertian mendengarkan dengan benar. Tes tertulis 2 a. Siswa mendapat skor 10 apabila mampu menyebutkan 6 perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan benar. b. Siswa mendapat skor 5 apabila mampu menyebutkan 3 perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan benar. c. Siswa mendapat skor 1 apabila tidak mampu menyebutkan perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan benar. Tes tertulis 3 a. Siswa mendapat skor 10 apabila mampu menyebutkan pokok informasi dari berita yang disimak dengan rumusan 5W + 1H dengan benar. b. Siswa mendapat skor 5 apabila hanya menyebutkan sebagian dari pokok informasi dari berita yang disimak dengan rumusan 5W + 1H. c. Siswa mendapat skor 1 apabila tidak menyebutkan pokok informasi dari berita yang disimak dengan rumusan 5W + 1H dengan benar.
Tes lisan 1 9 Siswa mendapat skor 10 apabila mampu menyampaikan secara lisan isi berita berjudul “Diskusi dan Apresiasi Karya Film Indie” yang telah ditulis secara runtut dan jelas. 10 Siswa mendapat skor 5 apabila kurang mampu menjelas dengan runtut dan jelas secara lisan isi berita berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia.” 11 Siswa mendapat skor 1 apabila tidak mampu menjelas dengan runtut dan jelas secara lisan isi berita berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia.” Tes lisan 2 a. Siswa mendapat skor 10 apabila mampu mengajukan 2 pertanyaan/tanggapan secara lisan berdasarkan informasi yang didengar (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat). b. Siswa mendapat skor 5 apabila mampu mengajukan 1 pertanyaan/tanggapan secara lisan berdasarkan informasi yang didengar (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat). c. Siswa mendapat skor 1 apabila tidak aktif mengajukan pertanyaan/tanggapan secara lisan berdasarkan informasi yang didengar (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat). |
10
5
1
10
5
1
10
5
1
10
5
1
10
5
1 |
Mengetahui Yogyakarta, 17 Maret 2009
Kepala Sekolah Guru Bidang Studi
L. Risha Purnama Dewi, S. Pd. Sr. Maria Goreti Safe, FdCC




