Arsip untuk ‘Jurnalistik’ Kategori

Feature

Juni 8, 2009

Batu berbentuk lingga kuno

“Inilah penghubung antara jang silam dengan jang mendatang. Pada tanggal 28 Desember 1957, dalam rangka pembangunan gedung ini, ditemukan di tanah ini sebuah batu berbentuk lingga kuno.Warisan nenek moyang kita tahun 882 Masehi jang kini menjadi hak milik Dinas Purbakala Prambanan demi
kelanjutan kebudayaan nasional.”
Demikian tulisan pada prasastri yang ditempelkan di tembok bagian depan Pastoran Kolese SJ de Britto, Jln. Laksda Adisupcipto, no. 161, Yogyakarta. Tulisan yang menggunakan ejaan lama ini, menarik perhatian setiap tamu yang berkunjung. Warmin (56) yang telah mengabdikan dirinya sebagai karyawan sejak tahun 1972 di Pastoran De Brotto, sambil memandang prasasti tersebut, menjelaskan, “Sesuai pernyataan pada prasasti itu, memang benar, pada tahun-tahun pertama pembangunan rumah ini ditemukan batu berbentuk lingga kuno yang bertuliskan bahasa Jawa kuno tetapi saya juga tidak mengerti arti tulisan itu.”
Pernyataan pada prasasti itu merupakan pernyataan peneguhan mengenai suatu hal yang perlu dicatat dalam sejarah Indonesia. Mengapa? Benda bersejarah itu selain mengingatkkan manusia dari generasi ke generasi pada sejarah masa lalu juga bernilai edukatif bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu peniggalan sejarah itu purlu dilestarikan.
Warmin yang memulai kerjanya sejak pukul 05.00-21.00 WIB menjelaskan bahwa peninggalan sejarah yang ditemukan di tempat ini membuktikan bahwa di tempat ini pernah terjadi suatu peristiwa yang sampai sekarang belum ada ahli sejarah yang menemukan titik terang, peristiwa apa yang pernah terjadi di tempat ini.

Sambil menunjuk ‘bingkai foto penemuan batu berbentuk lingga’ peninggalan sejarah yang dipajang di ruang tamu, bapak yang sudah bungkuk dan batuk-batuk ini menjelaskan bahwa batu itu telah dimusiumkan oleh Dinas Purbakala Prambanan sebagai sebuah peninggalan sejarah yang berharga yang perlu dijaga. Pada foto batu yang berbentuk lingga kuno itu bertuliskan “Piagam Demangan ditemukan 28 Desember 1957 di tanah pembangunan de Britto, Yogyakarta.”
Terkait dengan penemuan itu, pria yang hanya mengingat tahun kelahiranya dan telah lupa tanggl lahirnya kecuali lihat di KTP-nya ini memperkirakan ada berbagai benda bersejarah yang memiliki nilai tinggi berada di dalam tanah. Diperkirakan, benda-benda tersebut merupakan peninggalan dari masyarakat primitif.

Feature

Juni 8, 2009

Yudhistira Ghalia Indonesia Terbukti Sukses

Takut tidak lulus ujian, tegang tidak masuk sekolah favorit, tidak usah takut dan bimbang. Temukan solusinya di tokoh buku Yudhistira Ghalia Indonesia di kota asalmu.
Dengan tujuan mencerdaskan sumber daya manusia, Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia telah banyak menerbitkan buku-buku pelajaran dari tingkat pendidikan dasar sampai tingkat perguruan tinggi yang layak untuk Anda miliki dan telah tersebar di berbagai toko Yudhistira Ghalia Indonesia di seluruh kota besar di Indonesia.
Penerbit Yudhistira yang berdiri pada tahun 1971 dan baru disahkan pada 6 Januari 1996 ini didirikan oleh Almarhum Lukman Sa’ad dan kini dipimpin oleh Dr.Tiarnugini ini, memang terkenal karena selalu menerbitkan buku-buku yang high quality. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penerbitannya. Mengapa? Setelah laku terjual, sebelum buku tersebut dicetak ulung, pelanggang dari berbagai yayasan sudah menelepon berulang-ulang ke bagian percetakan atau toko buku terdekat untuk memesan buku tersebut. Hal ini bukan hanya keberhasilah penulis buku tetapi peran penerbit sangatlah penting. Pihak percetakan yang dengan daya upaya mempromosikan buku tersebut kepada semua yayasan di Indonesia. Saat ditanya tentang taktik ampuh untuk menarik pelanggan, dengan mantap, Direktur Cabang Yogyakarta, Suhari, S.Pd. menjelaskan, “Taktik yang biasanya digunanakan untuk menarik pelanggan adalah dengan menyebar brosur ke berbagai lembaga pendidikan. Usaha lain yang dilakukan Percetakan Yudhistira yaitu melalui jalur internet (website).”
Ketika ditemui di tempat pameran buku, Jogya Expo Center (JEP), Minggu, (15/3), Tri (34) salah satu karyawan Yudhistira menjelaskan bahwa berdasarkan catatan pada brosur, Penerbit Yudhitira Ghalia Indonesia telah menerbitkan 170 judul buku untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), 110 judul buku untuk tingkat Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP), 98 judul buku untuk tingkat Sekolah Menengah Umum (SMU), dan sedikitnya 50-an judul buku untuk tingkat Perguruan Tinggi. “Penerbit yang memfokuskan penerbitannya pada dunia pendididkan sesuai kurikulum ini bertekat menjadi penerbit buku bermutu dan senantiasa memberikan yang terbaik bagi dunia pendididkan.” jelas Tri.
Di stand no. 3, stand toko buku Yudhistira, pameran buku tahun 2009 di JEC, karyawati yang bekerja sejak pukul 8.00 sampai 16.00 WIB ini menjelaskan, “visi Percetakan Yudhistira yaitu “Mendarmabaktikan diri pada dunia perbukuan untuk berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa guna meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.” Ia melanjutkan penjelasannya, “Visi yang luhur ini diterapkan dalam tri misinya yaitu menciptakan buku bermutu untuk memenuhi sarana pendidikan bangsa, memenuhi kebutuhan pelanggan dengan memberikan pelayanan terbaik melalui jaringan distribusi yang kuat dan luas, serta menumbuhkan perusahaan yang sehat secara berkesinambungan dari tahun ke tahun.”
Sehubungan dengan pameran buku yang diadakan oleh anggota IKAPI, Suhari mengatakan bahwa toko buku Yudhistira Ghalia Indonesia cabang Yogyakarta bukan anggota IKAPI tetapi Yudhistira turut mengambil bagian dalam memeriahkan Pesta Buku Tahun 2009, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia mengatakan bahwa anggota IKAPI hanya 49 PT percetaka, sementara yang ikut pameran buku tahun ini, berdasarkan dena penempatan, ada 90 stand yang turut ambil bagian dalam memeriahkan pameran buku tahun ini. Saat ditanya tentang alasan mengapa Yudhistira tidak masuk sebagai anggota IKAPI, Suhari dengan spontan menjelaskan, “Yudhistira tidak masuk anggota IKAPI karena pusat Percetakan Yudhistira tidak berlokasi di Yogyakarta tetapi di Jawa Barat. Di Yogyakarta, Yudhistira hanya membuka usaha penjualan buku.”
Percetakan yang berpusat di Jl. Rancamaya Km. 1. No. 47, Ciawi, Bogor, Jawa Barat ini dalam rentang waktu 37 tahun, melalui kerja keras dan komitmen yang utuh dari seluruh karyawan dan manajemen Yudhistira Ghalia Indonesia telah berhasil meraih kepercayaan publik dengan hasil yang membanggakan. “Penerbit ini mendapat respons positif dari masyarakat. Peminatnya dari waktu ke waktu menunjukkan peningkatan yang signifikan.”ujar Suhari. Hal senada juga disampaikan oleh Tri. Ia berpendapat bahwa berdasarka laporan tiap tahun, diperkirakan sebanyak ribuan juta eksemplar yang terjual.
Saat ditemui stand toko buku Yudhistira di JEC, tempat pemeran buku tahun 2009 yang diadakan oleh 49 anggota IKAPI, Daerah istimewa Yogyakarta, Minggu, (15/3), Toni (23) mahasiswa semester IV Fakultas Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Yogyakarta yang baru membeli buku Panduan Belajar untuk SMA, berpendapat bahwa buku panduan belajar yang sudah cukup lengkap berdasarkan kurikulum ini akan cukup membatu dia untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk persiapan mata kuliah Micro Teaching di kampusnya dan buku itu juga akan dipakai untuk praktek mengajar di SMA semester depan. Menurut Toni, ia sudah lama mencari buku panduan mengajar seperti yang baru dibelinya di beberapa toko buku di Yogyakarta tetapi tidak ada. Dengan bangga ia mangatakan “Tujuan kedatangan saya ke JEC bukan untuk membeli buku. Saya hanya ingin menyegarkan pikiran di sini, tetapi ternyata ketemu buku yang selama ini saya cari di toko Yudhistira.”
Saat dihubungi melalui telepon, Kepala Sekolah SMUN I Insana, NTT, Drs. Melki Suni (45), yang sudah lima tahun menjadi pelanggan Yudhistira, Selasa , (17/3) berpendapat bahwa dengan adanya kerja sama antara pihak sekolahnya dan toko Yudhistira yang berlokasi di Kupang, sekolahnya tidak ketinggalan dalam bidang ilmu pengetahuan. “Sekolah yang berlokasi di desa, kadang sulit mendapat sumber-sumber yang relevan, tetapi saya beruntung karena bekerja sama dengan toko buku Yudhidtira di Kupang, jadi kami tidak kesulitan.” Guru bidang studi Matematika yang sudah menjabat sebagai kepala sekolah selama lima tahun ini menjelaskan bahwa jika ada buku penerbitan baru, pihak toko buku Yudhistira langsung memberitahukan, dan jika ada persetujuan antarkedua pihak, biasanya buku langsung dikirimkan melalui paket”. Menurut Pak Melki, panggilan akrapnya, sumber bahan pelajaran sangat berpenaruh bagi tingkat kelulusan tiap tahun. “Saya bersyukur karena sekolah kami yang berlokasi di desa pun tidak kalah saing dengan sekolah yang berlokasi di kota.”katanya membandingkan. Kepala sekolah yang terkenal sebagai kepala sekolah muda, pintar, dan gaul ini, mengatakan bahwa semua yang dikatakannya itu terbukti karena pada ujian nasional setiap tahun, sekolahnya selalu menduduki peringkat lima besar di tingkat provinsi.”
Hal senada juga disampaikan oleh guru bidang studi Bahasa Indonesia, Bernadete Da Silva, S.Pd. (35). Saat dihubungi melalui telepon, Rabu (18/3), berpendapat bahwa dalam hal belajar-mengajar para guru bidang studi dipermudah oleh kepala sekolah dengan membelikan buku panduan mengajar yang sudah lengakap, mulai dari standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator, materi, bahkan sampai evaluasi. Selain buku panduan belajar berdasarkan kurikulum yang berlaku, guru juga dituntut oleh kepala sekolah agar kreatif menggunakan berbagai media pembelajaran dalam menyajikan teori agar siswa memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru.” jelas ibu yang akrap disapa Ibu Bernadete.
Menanggapi kedua narasumber di atas, saat dihubungi melalui telepon, Kamis, (19/3), Suhari yang menghabiskan waktunya selama 12 jam per hari di kantor pusat area Yogyakarta yang beralamat di Jl. Sugeng Jeroni, no. 8, Yogyakarta ini mengatakan bahwa selain respon positif dari masyarakat, penerbit ini pun mendapat ancungan jempol dari pemerintah. Mengapa demikian? Ini adalah suatu keberhasilan yang patut disyukuri karena Yudhistira berhasil masuk nominasi penilaan buku pada pusat perbukuan nasional pemerintah Indonesia pada tahun 2004 yang diselenggarakan oleh tim Panitia Nasional Penelaian Buku Pelajaran (PNPBP) pusat perbukuan Depdiknas. Buku-buku yang berhasil diseleksi adalah buku Matematika SD/MI dan buku ILMU Pengetahuan sosia untuk SD/MI.
Hal senada juga dikatakan oleh Tri yang sudah berstatus karyawan tetap di Percetakan Yudhistira Ghalia Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Penerbit Yudhistira bekerja sama dengan berbagai sekolah dan yayasan di berbagai kota sehingga jika ada buku baru yang terbit, pihak Yudhistira tidak mengalami kesulitan dalam proses penyaluran buku-buku tersebut. Sebagai rekan kerja, pelanggan buku biasanya diberi kemudahan dengan membarikan diskon sebanyak 10% setiap pembelian, baik dalam jumlah sedikit maupun dalam jumlah banyak.
Selain menerbitkan buku, Percetakan Yudhistira Ghalia Indonesia telah memiliki yayasan pendidikan yang meliputi SLTP, SMU, SMEA, dan STM, dan pendidikan lanjutan untuk tingkat tinggi (Politeknik, STIE, STMIK, STKIP, LPK, serta PKMB) yang terseber di Bandung, Subang, dan Sumedang Jawa Barat. Sampai saat ini, yayasan yang mempekerjakan karyawan sekitar 900-an orang ini, telah meluluskan sekitas 3000 siswa yang telah bekerja dalam berbagai bidang lapangan kerja sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki masing-masing.
Selain visi dan misi Percetakan Yudhistira Ghalia Indonesia yang telah disebutkan diatas, saat ditemui di pameran buku JEC tahun 2009 yang mengambil tema “Pikiran dibuka nurani berbicara”, menurut Suhari, Yayasan Lembaga Pendidikan Yudhistira juga memiliki visi dan misi tersendiri. Pria yang menamatkan pendidikan terakhirnya di UNY tahun 1994 ini menjelaskan bahwa visi Yayasan Pendidikan Yudhistira yaitu mempersiapkan para lulusannya yang terdidik dan taqwa kepada SWT, adaptif, trampil, mandiri, dan mampu mengembangkan diri agar dapat berkompetisi mengisi pasar kerja tingkat menengah sesuai dengan tuntutan otonomi daerah, nasional maupun internasional.Visi ini diterapkan dalam tiga misi yaitu menyiapkan peserta didik melalui upaya peningkatan manajemen sekolah tenaga kependidikan dan pengembangan fasilitas kesiswaan, lingkungan sekolah, proses belajar mengajar, hubungan kerja dengan unit produksi dengan memperhatikan tingkat keterampilan ketercapaian tujuan.
Yayasan penerbit yang telah memiliki 22 lembaga pendidikan ini, kini mempunyai website. Informasi mengenai sekolah-sekolah dari pendididkan menengah sampai pendidikan tinggi yang berada di bawa naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Yudhistira ada semua pada alamat website tersebut. Dalam website itu memuat status, waktu belajar, fasilitas, alamat, program studi, syarat dan biaya pendaftaran. Anda bisa mendapatkan informasi secara lengkap pada alamat website ini www.yudhistira.ac. Id.
Direktur Cabang Yogyakarta, Suhari, berpendapat bahwa usaha yang awalnya bersifat mikro ini sekarang sudah berkembang dan mempunyai suatu tujuan yang mulia yaitu untuk memberdayakan masyarakat, khususnya untuk menyerap tenaga kerja, pengentasan kemiskinan di bidang pendidikan, dan memperbaiki mutu pendidikan Indonesia.
Untuk menghubungi Percetakan Yudhistira Ghalia Indonesia, dapatkan alamat Yudhistira di halaman belakang semua buku terbitannya. Namun untuk mempermudah Anda, silahkan menghubungi alamat kantor pusat yang telah disebutkan di atas atau menghubungi toko buku Yudhistira di kota asalmu.
Jadi, jika Anda ingin menjadi orang yang sukses, kunjungilah toko buku Percetakan Yudhistira Ghalia Indonesia di mana saja Anda berada karena percetakan ini kini tersebar di semua kota di Indonesiin percaya diri dan berani menghadapi ujian serta mudah diterima di sekolah favorit; tidak usah takut dan bimbang. Temukan solusinya di tokoh buku Yudhistira Ghalia Indonesia di kota asalmu karena Yudhistira Ghalia Indonesia Terbukti Sukses.

Jurnalistik

Oktober 23, 2008

 

MENULIS

Sebuah Pengantar

“Menulis memang tidak gampang,” kira-kira itu pengakuan seorang pengarang berkaliber prima, Pramoedya Ananta Tur, dalam sebuah buku kumpulan esainya Menggelinding I. Penulis muda lain, Ignaz Kleden, menerjemahkan perkataan Pramoedya itu sebagai berikut: “Untuk menghasilkan sebuah tulisan atau sebuah karangan dibutuhkan permenungan yang panjang, sikap disiplin yang tinggi, dan kesabaran hati yang mendalam.” Corrie Layun Rampan, seorang cerpenis Indonesia bahkan lebih ekstrem lagi menafsirkan kata-kata Pramoedya: “Sebuah tulisan dan/atau karangan baru akan berhasil ditelorkan kalau orang mau duduk berjam-jam di atas kursi hingga bokongnya benjol-benjol atau bahkan pinggangnya tegang lurus hingga membentuk garis vertikal.”

Hal pertama yang harus kita ketahui ialah bahwa para penulis atau para pengarang itu bertutur bukan berdasarkan teori yang muluk-muluk melainkan berdasarkan pengalaman pribadi mereka setelah sekian lama menggumuli dunia tulis-menulis dan kepengarangan. Mereka sama sekali tidak mendapatkan keuntungan material dari tulisan atau karangan yang mereka hasilkan tapi sumbangsih mereka untuk peradaban dunia membuat setiap pembaca “menggelinding”. Sanjungan, pujian, tapi juga kritikan dan sindiran tajam datang silih berganti dari setiap pembaca tapi mereka toh menjadi diri mereka sendiri: tetap Pramoedya, tetap Ignaz, dan tetap Corrie; tidak lebih dari itu. Di sinilah pengertian “dengan menulis (dan mengarang) orang menjadi dirinya sendiri” mendapat tempatnya yang pas.

Pada kesempatan berharga ini, kita bersama-sama sebagai sebuah komunitas intelektual (baca: komunitas pendidikan) mau melihat, merefleksikan, dan pada akhirnya mengimplementasikan sebuah “makhluk” yang disebut jurnalistik. Apa gerangan sehingga jurnalistik perlu kita kaji dan refleksikan bersama? Pertama, jurnalistik adalah bagian dari hidup kita, sebab kita sendiri adalah makhluk yang berpribadi sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk yang berpribadi, kita memiliki harkat dan martabat yang tinggi. Karenanya kita bisa membuat “sesuatu” berdasarkan keinginan kita sejauh “sesuatu” itu tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku. Sementara itu, sebagai makhluk sosial, kita hidup tak lepas dari sesama, alam, dan lingkungan. Itu makanya kita bisa mendengarkan (menangkap dengan indera pendengaran apa yang dibicarakan orang), berbicara (mengungkapkan secara oral apa yang mau kita ungkapkan kepada orang lain), membaca (melek huruf; bisa mengeja, memahami dan mengkritisi tulisan orang lain), dan menulis (membuat dokumentasi ide berdasarkan apa yang kita inginkan).

Kedua, generasi kita hidup di sebuah era yang dalam kosa kata komunikasi dikenal dengan era globalisasi media. Informasi sekecil apapun akan dengan cepat tersebar ke seantero jagad dalam hitungan menit dan bahkan detik. Kemajuan teknologi komunikasi yang pesat menyebabkan dunia yang sangat luas menjadi begitu sempit. Maka kita akan “ketinggalan” tapi juga tidak bisa akan mengkritisi sebuah informasi dengan baik dan benar apabila kita tidak mengikuti perkembangan pelbagai informasi tersebut. Ketiga, kita adalah siswa/i SMA yang seharusnya sudah bisa mengekspresikan diri lewat tulisan/ karangan. Lewat tulisan/karangan yang kita hasilkan, orang akan mengenal kita, tapi bukan itu saja, melainkan juga mengenal kepribadian kita dan terutama adalah “mendengarkan” kita sebagai orang yang sudah berani “berkokok” kapan pun dan di mana saja.

Selamat mengikuti kegiatan ini, semoga hari-hari Anda menyenangkan. Tiada gading tak retak, tiada genteng tak pecah. Mohon maaf atas segala kekurangan, jika ada kesempatan berikut kita `kan berjumpa lagi. Akhir kata, semoga kegiatan ini memberikan sumbangsih buat Anda, hari ini dan kelak.

 

 

 

KTSP

April 25, 2008

KTSP

  1. PENGERTIAN

KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP )

2. LANDASAN KTSP

a. UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

b. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

c. Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi

d. Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan

e. Permendiknas No. 24/2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23/2006

3. CIRI-CIRI KTSP

1) KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah, kemampuan peserta didik, sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah.

2) Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.

3) Guru harus mandiri dan kreatif.

4) Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran..

Beberapa ciri terpenting dari KTSP adalah sebagai berikut :

1) KTSP menganut prinsip Fleksibilitas

2) KTSP membutuhkan pemahaman dan keinginan sekolah untuk mengubah kebiasaan lama yakni pada kebergantungan pada birokrat..

3) Guru kreatif dan siswa aktif.

4) KTSP dikembangkan dengan prinsip diversifikasi.

5) KTSP sejalan dengan konsep desentralisasi dan MBS ( Manajemen Berbasis Sekolah )

6) KTSP tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni.

7) KTSP beragam dan terpadu

4. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KTSP

a. Menurut http://re-searchengines.com/imamhanafie3-07-2.html

1) KELEBIHAN

a) Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.

b) Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.

c) KTSP memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang aspektabel bagi kebutuhan siswa..

d) KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%.

e) KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan.

2) KEKURANGAN

a) Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada

b) Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendikung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP

c) Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara Komprehensif baik konsepnya, penyusunanya maupun prakteknya di lapangan

d) Penerapan KTSP yang merokomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurangnya pendapatan guru.

5. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN KTSP DENGAN KURIKULUM SEBELUMNYA

a. Pada umumnya perbedaan KTSP dengan kurikulum sebelumnya adalah

No.

KTSP

Kurikulum Sebelumnya

1.

Dibuat oleh sekolah

Dibuat oleh pusat

2.

Berbasis kompetensi

Berbasis kontens

3.

Siswa aktif

Guru aktif

4.

Berdasar Standar Nasional

Belum ada Standar Nasional

b. Perbedaan KTSP dengan KBK ( kurikulum 2004 )

KBK

KTSP

Kurang operasional

Lebih operasional

Guru cenderung tidak kreatif

Guru lebih kreatif

Guru menjabarkan kurikulum yang dibuat Depdiknas

Guru membuat kurikulum sendiri

Sekolah kurang diberi kewenangan untuk mengembangkan kurikulum

Sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkan kurikulum

Kurang relevan dengan otonomo daerah

Lebih relevan

c. Persamaan KTSP dengan KBK

1) Sama sama menekankan pada aspek kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa

2) Sama sama merupakan kurikulum yang bersifat otonomi daerah dimana setip daerah diberikan kesempatan yng seluas-uasnya untuk mengembangkanya.

3) Adanya persamaan dalam prancangan pembelajaran berupa adanya standar kompetensi, kompetensi dasar dan indicator pencapaian.

4) Sama sama danya system evaluasi dalam penenentuan hasil belajar sisiwa.

5) Adanya kebebasan dalam pengembngan yang dilakukan oleh guru waluapun di KTSP itu guru diberikan kebebasan yang lebih.

6) Sama -sama berorientasi pada prinsip pendidikan sepanjang hayat.

7) Sama- sama memerlukan sarana dan prasarana yang memadai

6. CONTOH STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG DIKEMBANGKAN DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA BAHASA INDONESIA

a. SD (Sekolah Dasar)

1) Kelas I

a) Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapkan pikiran perasaan dan, informasi secara lisan dengan perkenalan, dan tegur sapa, pengenalan benda dan fungsi anggota tubuh ,dan deklamasi

1.1 Memperkenalkan diri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun

1.2 Menyapa orang lain dengan menggunakan kalimat sapaan yang tepat dan bahasa yang santun

1.3 Mendiskripsikan benda-benda di sekitar dan fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana

1.4 Mendeklamasikan puisi anak dengan lafal dan intonasi yang jelas

b) Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara lisan dengan gambar, percakapan sederhana dan dongeng

1.1 Menjelaskan gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti

1.2 Melakukan percakapan sederhana dengan menggunakan kalimat dan kosa kata yang sudah dikuasai

1.3 Menyampaikan rasa suka atau tidak suka tentang suatu hal atau kegiatan dengan alasan sederhana

1.4 Memerankan tokoh dongeng atau cerita rakyat yang disukai dengan ekspresi yang sesuai

2) Kelas II

a) Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalamansecara lisan melalui kegiatan bertanya, bercerita, dan deklamasi

1.1 Bertanya kepada orang lain dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan santun berbahasa

1.2 Menceritakan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang mudah dipahami orang lain

1.3 Mendeklamasikan puisi dengan ekspresi yang tepat

b) Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapakan secara lisan beberapa informasi dengan mendiskripsikan benda dan bercerita

1.1 Mendiskripsikan tumbuhan atau binatang di sekitar sesuai dengan ciri-cirinya dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami

1.2 Menceritan kembali cerita anak yang didengarkan dengan menggunakan kata-kata sendiri

3) Kelas III

a) Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapakan pikiran, perasaan, pengalaman , dan petunjuk dengan bercerita dan memberikan tanggapan /saran

1.1 Menceritakan pengalaman yang mengesankan dengan menggunakan kalimatyang runtut dan mudah dipahami

1.2 Menjelasakan urutan membuat atau melakukan sesuatu dengan kalimat yang runtut dan mudah dipahami

1.3 Memberikan tanggapan dan saran sederhana terhadap suatau masalah dengan menggunakan kalimat yang runtut dan pilihan kata yang tepat

Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapakan pikiran, perasaan, dan pengalaman secara lisan dengan bertelepon dan bercerita

1.1Melakukan percakapan melalui telepon/alat komunikasisederhana dengan menggunakan kalimat ringkas

1.2 Menceritakan peristiwa yang pernah dialami , dilihat, dan didengar

4) Kelas IV

a) Semester1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mendiskripsikan secara lisan tempat sesuai denah dan petunjukpengggunaan suatu alat

1.1 Mendiskripsikan tempat sesuai dengan denah atau gambar dengan kalimat yang runtut

1.2 Menjelaskan petunjuk pengggunaaan suatu alat dengan bahasa yang baik dan benar

b) Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapakan pikiran, perasaan, dan informasi dengan berbalas pantun dan bertelepon

1.1 Berbalas pantun dengan lafal dan intonasi yang tepat

1.2 Menyampaikan pesan yang diterima melalui telepon sesuai dengan isi pesan

5) Kelas V

a) Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapakan pikiran, pendapat, perasaan, fakta, secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan, menceritakanhasil pengamatan atau berwawancara

1.1 Menanggapi suatu persoalan atau peristiwa dan memberikan saran pemecahannya dengandengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa

1.2 Menceritakan hasil pengamatan/kunjungandengan bahasa runtut, baik, dan benar

1.3 Berwawancara sederhana dengan nara sumber ( petani, pedagang, nelayan, karyawan,dll ) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa

a) Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain drama

1.1 Mengomentari persoalan factual disertai alasan yang mendukung dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa

1.2 Memerankan tokoh drama dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat

6) Kelas VI

a) Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Memberikan informasi dan tanggapan secara lisan

Menyampaiakan pesan/informasi yang diperoleh dari berbagai media denan bahasa yang runtut, baik , dan benar

Menanggapi ( mengkritik/memuji )disertai alasan dengan menggunakan bahasa yang santun

Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapakan pikiran, perasaan, dan informasi, dengan berpidato, melaporkan isi buku, dan baca puisi

1.1 Berpidato atau presentasi untuk berbagai keperluan ( acara perpisahan, perayaan ulang tahun, dll ) dengan lafal, intonasi, dan sikap yang tepat

1.2 Melaporkan isi buku yang dibaca ( judul, pengarang, jumlah halaman, dan isi ) dengan kalimat yang runtut

1.3 Membacakan puisi karya sendiridengan ekspresi yang tepat

b. SMP ( Sekolah Menengah Pertama )

1) Kelas VII

a) Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapkan pengalaman

dan informasi melalui kegiatan

bercerita dan menyampaikan

pengumuman

1.1 Menceritakan pengalaman yang

paling mengesankan dengan

menggunakan pilihan kata dan

kalimat efektif

1.2 Menyampaikan pengumuman

dengan intonasi yang tepat serta

menggunakan kalimat-kalimat

yang lugas dan sederhana

2. Mengekspresikan pikiran dan

perasaan melalui kegiatan

bercerita

2.1 Bercerita dengan urutan yang baik,

suara, lafal, intonasi, gesture, dan

mimik yang tepat

2.2 Bercerita dengan alat peraga

b) Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon

1.1 Menceritakan tokoh idola dengan

mengemukakan identitas dan

keunggulan tokoh, serta alasan

mengidolakannya dengan pilihan

kata yang sesuai

1.2 Bertelepon dengan kalimat yang

efektif dan bahasa yang santun

2. Mengungkapkan tanggapan terhadap pembacaan cerpen

2.1 Menanggapi cara pembacaan cerpen

2.2 Menjelaskan hubungan latar suatu

cerpen (cerita pendek) dengan

realitasa social

2) Kelas VIII

a) Semester I

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkap berbagai informasi

melalui wawancara dan

presentasi laporan

1.1 Berwawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan dengan memperhatikan etika berwawancara

1.2 Menyampaikan laporan secara lisan dengan bahasa yang baik dan benar

2. Mengungkapkan pikiran dan

perasaan dengan bermain peran

2.1 Bermain peran sesuai dengan naskah

yang ditulis siswa

2.2 Bermain peran dengan cara

improvisasi sesuai dengan kerangka

naskah yang ditulis siswa

Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengemukakan pikiran perasaan, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler

1.1 Menyampaikan persetujuan,

sanggahan, dan penokan

pendapat dalam diskusi disertai

dengan bukti atau alas an

1.2 Membawakan acara dengan

bahasa yang baik dan benar,

serta santun

2. Mengapresiasi kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) melalui kegiatan diskusi

2.1 Mengomentari kutipan novel remaja (asli atau terjemahan)

2.2 Menanggapi hal yang menarik dari kutipan novel remaja (asli atau terjemahan)

3) Kelas IX,

1. Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan

1.1 .Mengkritik/memuji berbagai karya

(seni atau produk) dengan bahasa

yang lugas dan santun

1.2 Melaporkan secara lisan berbagai

peristiwa dengan menggunakan

kalimat yang jelas

2. Mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk yang lain

2.1 Menceritakan kembali secara lisan

isi cerpen

2.2 Menyanyikan puisi yang sudah

dimusikalisasi dengan berpedoman

pada kesesuaian isi puisi dan suasana/

irama yang dibangun

b) Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam pidato dan diskusi

1.1 Berpidato/berceramah/berkhotbah

dengan intonasi yang tepat dan

artikulasi serta volume suara yang

jelas

1.2 Menerapkan prinsip-prinsip diskusi

Mengungkapkan tanggapan terhadap pementasan drama

2.1 Membahas pementasan drama yang

ditulis siswa

2.2 Menilai pementasan drama yang

dilakukan siswa

c. SMA ( Sekolah Menengah Atas )

1) Kelas X

a) Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan . informasi melalui kegiatan berkenalan,

Berdiskusi, dan bercerita

1.1 Memperkenalkan diri dan orang lain di

dalam forum resmi dengan intonasi

yang tepat

1.2 Mendiskusikan masalah (yang ditemu-

kan dari berbagai berita,artikel, atau

buku)

1.3 Menceritakan berbagai pengalaman de-

ngan pilihan kata dan ekspresi yang te-

pat

2. Membahas cerita pendek melalui

kegiatan diskusi

2.1 Mengemukakan hal-hal yang menarik

atau mengesankan dari cerita pendek

melalui kegiatan diskusi

2.2 Menemukan nilai-nilai cerita pendek

melalui kegiatan diskusi

b) Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapkan komentar terhadap

informasi dari berbagai sumber

1.1 Memberikan kritik terhadap informasi

Dari media cetak dan atau elektronik

1.2 Memberikan persetujuan/dukungan ter

hadap artikel yang terdapat dalam

media cetak dan atau elektronik

2. Mengungkapkan pendapat terhadap puisi melalui diskusi

2.1 Membahas isi puisi berkenaan dengan

gambaran penginderaan, perasaan,

pikiran, dan imajinasi melalui diskusi

2.2 Menghubungkan isi puisi dengan

realitas alam, social budaya, dan

masyarakat melalui diskusi

2) Kelas XI

a) Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Berbicara

1. Mengungkapkan secara lisan informasi

Hasil membaca dan wawancara

1.1 Menjelaskan secara lisan uraian topic

tertentu dari hasil membaca (artikel

atau buku

1.2 Menjelaskan hasil wawancara tentang

tanggapan narasumber terhadap topic

tertentu

Berbicara

2. Memerankan tokoh dalam pementasan

drama

2.1 Menyampaikan dialog disertai gerak-

gerik dan mimic, sesuai dengan watak

tokoh

2.2 Mengekpresikan perilaku dan dialog

protogonis dan atau antagonis

b) Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Menyampaikan laporan hasil penelitian dalam diskuasi atau seminar

1.1 Mempresentasikan hasil penelitian

secara runtut dengan menggunanakan

bahasa yang baik dan benar

1.2 Mengomentari tanggapan orang lain

terhadap presentasi hasil penelitian

Mengungkapkan wacana sastra dalam

bentuk pementasan drama

2.1 Mengekspresikan dialog para tokoh

dalam pementasan drama

2.2 Menggunakan gerak-gerik, mimic, dan

intonasi, sesuai dengan watak tokoh

dalam pementasan drama

3) Kelas XII

a) Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapkan gagasan, tanggapan, dan informasi dalam diskusi

1.1 Menyampampaikan gagasan dan

tanggapan dengan alas an yang

logis dalam diskusi

1.2 Menyampaikan intisari buku non

fiksi dengan menggunakan bahasa

yang efektif dalam diskusi

2. Mengungkapkan pendapat tentang

pembacaan puisi

2.1 Menanggapi pembacaan puisi lama

tentang lafal, intonasi, dan ekspresi

yang tepat

2.2 Mengomentari pembacaan puisi

baru tentang lafal, intonasi, dan

ekspresi yang tepat

b) Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Mengungkapkan informasi melalui

presentasi program/proposal dan

pidato tanpa teks

1.1 Mempresentasikan program kegiatan/

Proposal

1.2 Berpidato tanpa teks dengan lafal,

intonasi, nada, dan sikap yang tepat

2. Mengungkapkan tanggapan

terhadap pembacaan puisi lama

2.1 Membahas cirri-ciri dan nilai-nilai

yang terkandung dalam gurindam

2.2 Menjelaskan keterkaitan gurindam

dengan kehidupan sehari-hari

Safe Goreti, FdCC

PBSID, 06, USD, Yogyakarta