Arsip untuk ‘Opini’ Kategori

Berita

Juni 19, 2009

tv bali 4

Bali Televisi
Bali Televisi (Bali TV) sebagai televisi lokal telah hadir di Bali sejak 24 Mei 2002 untuk memperkaya jagat pertelevisian Bali dan Indonesia. Pintu telah dibuka untuk menyampaikan penghargaan atas khasanah keunikan Bali. Kehadirannya dirancang untuk mampu menumbuhkan inspirasi dan motivasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Bali di masa depan. “Bali Televisi hadir karena pemirsa. Masyarakat Bali membutuhkan media yang memiliki kredibilitas dan mengerti kebutuhan mereka.” demikian kata Gayatri salah karyawati Bali TV yang menyambut kami dan menjelaskan kepada kami, rombongan wisata dari Universitas Sanata Dharma, pada Jumat, (5/6) di aula Bali TV.
Karyawati itu menjelaskan bahwa dalam surat yang dikeluarkan Gubernur Bali tertanggal 29 Juli 2002 secara tegas menyebutkan bahwa Pemerintah Propinsi Bali dan masyarakat Bali sangat berkepentingan terhadap jasa pelayanan informasi lokal dan selama dilakukan uji coba penyiaran, Bali TV sangat mendapat respons positif dari masyarakat Bali. Selain itu, kehadiran Bali TV akan sangat menunjang pelaksanaan otonomi daerah khususnya di bidang pelestarian adat dan budaya serta perkembangan pariwisata Bali.
Bali adalah salah satu destinasi penting di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam percaturan nasional bahkan dunia. Banyak peristiwa nasional dan internasional digelar di Bali sehingga menjadi pusat perhatian. Hal ini ditambah potensi Bali lainnya, misalnya budaya dan tradisi unik, yang informasinya selalu diburu masyarakat dunia. Oleh karena itu, keberadaan media khususnya televisi yang didasari pemahaman yang obyektif atas Bali menjadi semakin relevan.
Dengan maksud memberikan alternatif tontonan yang berkualitas, karyawati itu menjelaskan bahwa Bali TV hadir di dunia pers sejak tujuh tahun silam dengan tujuan memberikan wahana bagi masyarakat Bali untuk berkreasi. Bali TV ingin menjadi lembaga penyiaran profesional yang menyediakan informasi, pendidikan dan hiburan yang memberikan pencerahan bagi masyarakat, tetap pada komitmennya yaitu menjaga budaya dan adat Bali.
Media elektronik yang beralamat di Jl. Hayam Wuruk no. 98, Denpasar, Bali ini hadir di tengah-tengah masyarakat Bali pada umumnya sebagai sarana untuk menyalurkan perubahan, menyebarluaskan pengetahuan, pendidikan, informasi dan hiburan, serta memelihara warisan budaya masyarakat Bali. Selain itu, sasaran dari Bali TV adalah dengan program-program yang ditayangkan dapat membantu masyarakat Bali untuk berkembang dalam keharmonis dengan lingkungan dan masyarakat.
Bali TV yang baru merayakan ulang tahun yang ke-7 ini dioperasikan dengan peralatan peralatan digital yang mutakhir. Seluruh peralatan seperti kamera, editing, master control, dan lain sebagainya menggunakan peralatan dengan spesifikasi unggul guna memberikan tayangan dengan kualitas terbaik. Semua program siaran dipancarkan melalui peralatan transmisi merk ROHDE&SCHWARZ NH/NV 8600 Transmitters Family dengan kekuatan 10K watt. Coverage area Bali TV meliputi seluruh bagian daerah pulau Bali kecuali kota Singaraja, serta daerah di luar Bali meliputi Lombok dan Banyuwangi.

Pragram pemasaran Bali TV sebagai televisi komersial membiayai kegiatan operasional dari para pengiklan. Untuk itu, Bali TV bergiat terus memproduksi program acara yang disukai pemirsa untuk memikat dan mengikat para pengiklan secara rutin berinvestasi pada program yang digemari pemirsa. Program-program Bali TV merangkul semua segmen mulai anak anak, remaja, dewasa dan orang tua.

sma 4

Itulah penjelasan dari wartawan TV Bali kepada mahasiswa Universitas Sanata Dharma, yang mengadakan kunjungan ke TV Bali.
Di luar program pemasaran yang memadukan dengan tepat unsur-unsur pemasaran untuk mengoptimalkan sasaran, Bali TV mengkonsentrasikan sasaran melalui dua cara yaitu penjualan group dan penjualan retail. Penjualan group memberikan paket penawaran menarik dengan diskon dengan bonus khusus langsung kepada pemilik produk atau merek. Program ini dijalankan untuk menjaring pemasang iklan dalam jangka panjang. Sedangkan
penjualan secara retail ini dijual kepada pengiklan yang memiliki program berkala atau tidak rutin dan menyesuaikan dengan pelaksanaan event atau program tertentu.
Dengan moto “Bali TV berkarya dengan kreativitas tak terbatas” ini dengan rendah hati, tetap menerima saran, masukan dan pemikiran positif yang sangat berarti bagi langkah kami ke depan. Bali TV akan tetap eksis atas dukungan pemirsa yang memiliki komitmen yang sama untuk berkontribusi pada Bali. Di Bali TV saatnya kita bergabung mensinergikan semua potensi untuk meraih kegemilangan Bali. Bali TV sekali oke, tetap oke!

Shopping

Oktober 2, 2008

Toko Buku Barokah

 

 

Meskipun dunia jual beli buku kadang-kadang mengecewakan, Ibu Tinah (40) tidak akan berhenti dari usahanya. Bekerja sebagai marketing sudah ditekuninya sajak 1988 selepas SMA, ia bekerja di peruhasaan marketing buku Social Argency Baru, milik Pak Uut yang letaknya di lantai satu toku buku Malioboro. Terdorong oleh kemauan keras, baru lima tahun terakhir ini Ibu Tinah membuka usaha sendiri. Hal ini menuntutnya untuk menguasai ilmu pemasaran, karena itu ia juga banyak mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan pemasaran.

Ketika dijumpai di tokonya, Sabtu (13/9) siang, Tinah yang membuka tokonya sejak pukul 10.00 pagi berujar, shopping ibarat lahan yang subur baginya, sehingga ia tidak berniat membuka usaha baru selain mengurus toko bukunya. “Menjadi seorang marketing tidak terlalu sulit, hanya dibutuhkan kemauan untuk bekerja keras karena pendapatan seorang pedagang buku ditentukan oleh banyaknya buku yang terjual.” kata Tinah. DemikianTinah juga menjalin relasi kerja dengan sedikitnya 30 pelanggan yang semuanya berasal dari luar Yogyakarta. Menurut Tinah, pelanggan mendatangkan keuntungan besar baginya. Hal ini terbukti dengan adanya buku yang terjual tiap bulan sebanyak 70-80 eksemplar. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, ia menjalin kerja sama dengan sedikitnya 20 penerbit buku di Yogyakarta.

Di toko Barokah yang berukuran 3×3 meter dan berada di lantai 2 no. 92, sambil menunjuk sederetan buku lama yang tersimpan di lantai, ia menjelaskan, buku-buku itu merupakan warisan dari Pak Uut, sebagai modal awal. Buku-buku seperti itu biasanya tidak memasang harga tinggi, asal setuju antara penjual dan pembeli dan tidak merugikan kedua pihak, maka tidak menjadi problem, asal terjual karena ada buku baru lagi.

Saat ditanya tentang jumlah pengunjung, dengan nada rendah ia mengatakan jumlah pengunjung tidak tetap tiap hari, bahkan hari tertentu tidak ada pengunjung. Hal ini biasa terjadi saat libur. Namun belakangan ini, sejak tahun ajaran baru, pengunjung banyak, tetapi rata-rata tiap hari hanya 30 orang yang berkunjung ke tokonya. Ini dikarenakan letak tokonya kurang strategis, berada di lantai dua. “Selama ini banyak pengunjung tapi hanya di lantai satu, pengunjung tidak tahu, kalau di lantai dua juga ada toko buku.”, kata Ibu Tinah. Namun keadaan ini tidak menjadi soal karena Tinah mempunyai banyak pelanggan dari luar kota.

Selain itu, Toni (23) pengunjung shopping, menuturkan, sebagai mahasiswa, toko buku yang berada di shopping sangat membantu karena harganya terjangkau murah ketimbang harga buku di toko buku ternama seperti Gramedia. “Jika di Gramedia harga buku Rp. 25.000, maka di shopping harga aslinya Rp.25.000 tetapi bisa mendapat diskon 10-15 persen.” kata Toni dengan bangga.

Menjelang Lebaran, Sabtu (27/9), pengunjung shopping meningkat. Peningkatan ini sudah dirasakan Tono (54) penjaga parkir. Toni mengatakan jumlah pengunjung naik sekitar 50 persen dibanding dengan hari biasa. “Angka ini diperkirakan terus meningkat, mengingat waktu libur Lebaran masih cukup panjang.” ujar Tono.

Ibu Tinah yang ditemui lagi Sabtu (27/9), berkata, buku yang paling banyak diminati dan cepat terjual adalah buku-buku sastra, pendidikan, filsafat, sosial politik (sospol) dan hukum.

Akhir perbincangan, Ibu Tinah merasa bangga dengan pekerjaannya, “Dengan bekerja sebagai marketing, saya bebas dalam menentukan waktu dan bisa mengurus keluarga dengan leluasa tanpa diburu waktu.”

Cinta

September 27, 2008

 

Cinta dan Waktu

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampinga dengan baik.
Namun, suatu ketika datang badai menghempas seluruh pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.
Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” Teriak Cinta. “Aduh! Maaf, Cinta” kata kekayaan, “perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu diperahuku ini.”
Lalu kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan ia tak mendengar teriakan Cinta.
Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. “Kecantikan! bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta. “Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” Sahut kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya, ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. “Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,” kata Cinta. “Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “Cinta! Mari cepat naik perahuku!” Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakan kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapakah sebenarnya orang tua itu. “Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu.” kata orang itu. “Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran. “Sebab,” kata orang itu, “hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu …

 

Dalai Lama

September 27, 2008

 

Dalai Lama, Pembawa Obor Perdamain dari Tibet

 

 

Karena kita semua berbagi di bumi yang kecil ini. Kita harus saling belajar untuk hidup dengan harmonis dan damai satu sama lain, termasukk dengan alam.”

(Pidato Delai Lama saat penyerahan penghargaan Nobelnya 11 Desember 1989)

 

Dalai lama. Siapa yang tak kenal tokoh satu ini? Namanya kerap menghias headline berbagai media massa di seluruhh dunia, terlebih dalam beberapa bulan lalu. Perjuangannya tanpa kekerasann telah menghantarnya merahi Nobel Perdamaian tahun 1989, bahkan ia disebut-sebut sebagai penerus Mahatma Gandhi, salah satu tokoh perdamaian terbesar abad ini.

Terlebih sebagai Lhamo Thondup pada 6 Juni 1935, anak ke-9 dari keluarga petani ini diidentifikasikan sebagai pewaris Dalai Lama ke-13 saat usianya baru 2 tahun. Dalai Lama berarti semua yang menyangkut lama, yaitu seorang yang dianggap sebagai reinkarnasi arwah leluhur serta perwujudan Avalokiteshvara, gabungan dari seluruh kasih sayang sang Budha. Saat usianya menginjak 15 tahun ia secara resmi dinobatkan sebagai perwujudan ke-14 Dalai Lama. Sebagai Dalai Lama, ia menjadi pemimpin spiritual umat Budha di Tibet serta pemimpin monarki Tibet.

Penobatan tersebut dilakukan karena situasi keamanan di Tibet yang semakin memburuk. Saat itu, 7 Oktober 1950 China mengawasi dan menguasai Tibet sehingga mengancam kemerdekaan negeri ’atap dunia’ itu. Penduddukan tersebut memicu berbagai perlawanan baik dari 6 juta rakyat Tibet sendiri maupun dari pasukan Amerika Serikat. Dalai Lama tidak menyetujuai perjuangan dengan kekerasan yang dilakukan rakyatnya dan para pendukungnya. Alasannya, kekerasan hanya akan melahirkan semakin banyak kekerasan dan penderiataan.

Pada tahun 1959, Karena alasan keselamatan, Dalai Lama beserta 80.000 pengikutnya mengungsi ke Dharamsala, di kaki Gunung Himalaya, India Utara. Di tempat itulah ia mendirikan markas dan membentuk pemerintahan pengungsian Tibet sampai sekarang.

Sementara itu pada waktu yang sama, saat dia meninggalkan negerinya, China semakin kuat menancapkan kekuasaannya di seluruh wilayah Tibet. Situasi di Tibert semakin memburuk pada tahun 1966, Mao Zedong mengumumkan ”Revolusi Besar Budaya Proletar”, sebuah dekade panjang bencana politik dimana kehormatan tradisional diabaikan, artefak budaya dihancurkan dan dimusnahkan, ekspresi budaya dibatasi, dan praktik keagamaan ditekan. Bahkan China sering kali menghukum mati mereka yang menolak mengakui kedaulatan China atas Tibet ataupun pengakuan kesetiaan mereka pada Dalai lama. Pelanggaran terhadap hak asasi manusia oleh China telah menjadi hal yang biasa terjadi di Tibet.

Di tempat pengungsian, Delai Lama tidak tinggal diam melihat China melakukan genosida budaya negerinya. Perjuangannya mencapai kebebasan untuk Tibet tidak pernah surut. Dia berkeliling dunia mengelilingi tokoh-tokoh besar untuk mencari dukungan atas kemerdekaan negerinya. Prinsip yang selalu dipegang teguh adalah berusaha mencegah kekerasan dalam perjuangan rakyatnya meraih kemerdekaan. Dalai yang memiliki nama lain Tenzin Gyatsi ini, terus berupaya menjalin perundingan dengan China untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua pihak.

Selama bertahun-tahun, Dalai Lama dan rakyatnya tak pernah lelah dalam memperjuangkan kemerdekaan mereka. Puncaknya saat peringatan 49 tahun pemborontakan Tibet terhadap pemerintah komunis China yang gagal dan menyebabkan Dalai Lama mengungsi ke India sampai sekarang pada Jumat, 14 Maret 2008 lalu. Dalam demonstrasi yang didampingi oleh para biksu itu, 100 orang diperkirakan tewas oleh tembakan ribuan tentara yang dikerahkan pemerintah China. Akibatnya kerusuhan merebak di berbagai wilayah di Tibet atas aksi anarkis yang dilakukan tentara China itu.

China memang pantas merasa berang atas hunjuk rasa yang memakan puluhan bahkan ratusan korban jiwa itu. Pasalnya pada bulan Agustus nanti China akan menjadi tuan rumah Olimpiade di Beijing sehingga kerusuhan di Tibet dikhawatirkan akan mengganggung pelaksanaan pesta olahraga sejagat itu. Bahkan bukan hal yang tidak mungkin jika terjadi pemboikotan Olimpiade oleh negara-negara penjunjung hak asasi manusia.

Obor Olimpiade yang melambangkan perdamaian memang belum lama disulut. Namun obor perdamaian yang sesungguhnya telah menyala di Tibet jauh sebelumnya. Dalai Lama sang pembawa obor itu masih teguh pada prinsipnya untuk menghindari kekerasan dan rakyatnya dalam mencapai kemerdekaan. Atas nama segala penindasan dan kekarasan, semoga obor perdamaian itu terus menyala dan mampu mempersatukan jurang pemisah baik antara Tibet dan China sendiri, maupun seluruh dunia.

 

 

 

Ujian Nasional 2008

Mei 6, 2008

Perut Mulas Lihat Soal Ujian Nasional

Bukan hanya seorang siswa yang mengeluh demikian. Keluhan serupa dilontarkankan siswa lain yang baru saja mengikuti ujian nasional (UN) selama tiga hari (22-24/4). “Ujian ini merupakan tiga hari untuk selamanya dan merupakan moment yang sangat menegangkan” kata Lucia Isabella Ari Vadiani, siswi SMA Stella Duce II Yogyakarta.

Menurut Luci (sapaan akrapnya), UN tahun ini memaksanya untuk memeras otak lebih kuat karena soal-soal UN lebih sulit jika dibandingkan dengan soal-soal UN tahun lalu. “Saya takut tidak lulus. Bayangkan saja standar minimal nilai kelulusan tiap mata pelajaran yang diuji 4,25. Saya merasa tidak yakin bisa lulus” kata Luci dengan mata berkaca-kaca sebagai ungkapan kekhawatirannya.

Menurut Luci yang mengambil jurusan bahasa di SMA Stela Duce II ini, kendala yang muncul saat UN, ketika melihat soal-soal yang diberikan, perutnya terasa mules, konsentrasi hilang, kedua tangannya gemetar, tidak percaya diri, cemas, takut, dan pesimis. “Semua itu muncul secara tiba-tiba pada hari pertama ujian nasional, khususnya mata pelajaran matematika; saya hanya mampu mengerjakan 40 soal dari 50 soal karena waktunya tidak cukup” kata Luci dengan kesal. Dia mengatakan, ujian hari ke dua dan hari ke tiga dilaluinya dengan dengan baik, tidak seperti hari pertama.

Menjelang UN, dari pihak sekolah telah mengintensifkan persiapan siswa dengan latihan soal-soal, baik dari guru mata pelajaran maupun dari wali kelasnya. “Sebagai bekal pribadi, selain latihan soal dari guru, saya juga mengikuti les tambahan, melengkapi buku-buku catatan yang belum sempurna, mendekati guru bidang studi yang berhubungan dengan mata pelajaran yang akan diuji, curhat pada guru bidang studi dan menanyakan soal yang kurang dimengerti, selain itu mempersiapan fisik saya dengan makan yang teratur, istirahat yang cukup agar pada saat UN badanku tetap segar dan vit” tutur Luci dengan mantap.

Sementara kegiatan kerohanian juga menjadi prioritas utama bagi Luci karena menurut Luci tanpa Tuhan segala usaha kita akan sia-sia belaka. Luci mengadakan doa pribadi, doa bersama teman-teman kelas yang seiman, doa bersama keluarganya, bahkan mereka mendatangkan Pastor untuk merayakan Ekaristi (ibadah umat Katolik) di rumahnya. Menurut Luci semua itu untuk menguatkan mental dan menambah kepercayaan diri menghadap eman mata pelajaran yang diujikan. Menurut dia persiapan-persiapan yang dilakukan sudah optimal.

Enam mata pelajaran diuji pada UN diantaranya Bahasa Indonesia dan Matematika (hari pertama), Bahasa Ingris dan Sastra (hari kedua), Bahasa Jerman dan Antropologi (hari ketiga).

Menaggapi kemungkinan terjadi kecurangan selama ujian nasional berlangsung di sekolahnya, Luci yang bermukim di Samirono Baru mengaku, di sekolahnya tidak ada kecurangan karena pengawas UN dari sekolah lain, sementara dari pihak keamanan (polisi) pun selalu siap-siaga di depan sekolahnya. “Kecurangan yang terjadi di luar sekolah saya (mendapat kunci jawaban) merupakan hal yang disesalkan karena tidak ada kejujuran dan belum tentu kunci jawaban itu benar, jadi yang rugi adalah diri sendiri karena tidak pede dengan berbagai persiapan yang dilaluinya” tutur Luci.

Meskipun masih dalam ketidakpastian (lulus atau tidak lulus) Luci sudah diterima di program studi hukum, Universitas Atmajaya, Yogyakarta. “Daripada terlambat, lebih baik mendahului, lulus atau tidak lulus, urusan belakang, yang penting diterima dulu” kata Luci dengan percaya diri.

Diakhir pertemuan Luci mengatakan “Menjadi pelajar itu tidak mudah. Dibutuhkan ketekunan dan kreatifitas pelajar itu sendiri. Maka berjuanglah untuk menjadi agen pembaharu! Terima kasih”.

By…Thanks…GBU.



Universitas Sanata Dharma

Mei 6, 2008

PBSID – USD

SADAR! Siapa yang tidak tahu tentang yang satu ini? Sadar adalah singkatan dari Sanata Dharma, atau yang sering disebut USD oleh kebanyakan orang. Nah, apa itu USD? Mari kita lihat bersama. USD adalah singkatan dari Universitas Sanata Dharma. Universitas ini adalah satu-satunya universitas Khatolik di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlokasi di empat tempat. Kampus I dan Kampus II berlokasi di Mrican, Depok, Yogyakarta. Kampus III berlokasi di Paingan, Kampus IV, berlokasi di Kentungan, dan Kampus V berlokasi di Kota Baru Yogyakarta. Kampus I dan Kampus II, dipakai untuk kegiatan perkuliahan bagi program Studi Keguruan. Kampus III digunakan untuk perkuliahan non keguruan kecuali program studi matematika dan Fisika, kampus IV untuk fakultas Teologi, dan kampus V dipakai untuk perkuliahan Ilmi Pengetahuan Agama Katholik. 

Salah satu keunggulan dari universitas Khatolik ini, indeks prestasi pogram studi (prodi) Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID)  yang memenuhi daya saing nasional bahkan pernah mendapat prestasi gemilang dari para visitasi akreditasi tahun 2003 dengan peringkat nilai A. Selain itu kekeluargaan di antarmahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dan dosen sangat berbeda dari universitas lain. Hal ini berlatarkan visi dan misi dari Universitas Sanata Dharma yaitu memanusiakan manusia muda, baik dari segi jasmani, rohani, sosial maupun ilmu pengetahuan.

PBSID, salah satu bidang pengajaran yang berhasil dicapai dan hingga saat ini mengalami proses yang luar biasa pengaruhnya. Prodi ini telah banyak menghasilkan bibit-bibit unggul yang berkualitas dan berdaya guna. Tentu semuanya di dasari oleh tingkat kreatifitas serta keahlian yang dimiliki oleh para dosen pembimbing dalam menyajikan metode pembelajaran serta keseriusan dan keaktifan para mahasiswa dalam setiap perkuliahan. Keunggulan lain dari prodi ini, memecahkan rekor MURI pembacaann cerpen yang melibatkan para pelajar, mahasiswa, dosen, dan masyarakat PADA TAHUN 2000; mengadakan seminar nasional pada tahun 2000, mengadakan seminar-seminar, memberikan latihan kepada para wartawan kompas pada tahun 2005, 2006, dan 2007; bekerja sama dengan BBC London dalam penyuntingan bahasa pada tahun 2000, dan mengikuti HIBAHI-MHERE (2x sampai vissitasi), HIBAH KEMITRAAN memenangkan HIBAH PERALATAN (2 x)

Mahasiswa PBSID dipandang mempunyai nilai positif kerana latar belakang daerah mahasiswa yang bervariasi, tersedianya berbagai jenis kegiatan, serta adanya banyak peluang pengembangan diri sebagai dampak positif dari kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, media massa, industry, serta alumni.

Dosen tetap ideal. Jumalah, tingkat pendidikan, jabatan akademik, dan fasilitas yang disediakan dosen memadai. Partisipasi dan kehadiran dosen dan maupun karyawan tercatat baik. Selain itu terbuka kesempatan kepada dosen untuk terus melengkapi diri dengan pengetahuan yang menjadi modal bagi perkembangann pengetahuan mahasiswa.

 

Kurikulum dipandang baik. Kurikulum PBSID mampu mengembangkan empat kompetensi keguruan, kompetensi pengajaran BIPA, dan kompetensi tenaga jurnalistik. Selain itu, suasana akademik pada umumnya sudah tercipta dengan baik.

Oleh karena itu tidaklah mengherankan di setiap tahun ajaran baru banyak mahasiswa yang memilih jurusan ini dan lulus dengan hasil yang memuaskan. Prodi PBSID sungguh-sungguh mampu menghasilkan manusia yang berpotensi dan berdaya guna.

 

 Sr. safegoreti, fdcc

PBSID ‘06 USD, Yogyakarta.

Pengungsi

Mei 4, 2008

Pengungsi yang selalu membuat onar

Sejak jajak pendapat di Timor-Timor yang sekarang telah menjadi negara baru dengan nama Timor Leste (Timor matahari terbit),yang tidak kunjung henti pertikaian ini, menjadi beban tersendiri bagi warga Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berbatasan langsungn dengan Timor Lesta sebagai negara tetangga.

Hal ini dikerenakan penggungsi yang mencapai puluhan juta jiwa masih saja betah menginap di tempat penggungsian dengan berbagai suka-dukanya karena sebagian besar masih menginap di pondok-pondok, sementara sebagian besar dari mereka sampai sekarang hanya menganggur karena belum mempunyai pekerjaan tetap karena tidak memiliki pengalaman kerja, atau menjadi malas kerena terbiasa dengan berbagai bantuan yang terus mengalir semenjak kerusuhan tahun 1999 lalu. Hal inilah yang cepat memicu terjadinya keributan-keributan di wilayah Atambua.

Senin (7/4) siang, situasi Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mencekam. Ribuan eks pengungsi Timor-Timur mencoba menyerang Markas Kepolisian Resort Belu. Ratusan anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah NTT terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan dan memukul mundur para demostran.

…bye..

safegoreti

Mind Manager

April 27, 2008

MIND MAP, MIND MANAGER, DAN FREE  MIND

 

 

I.       Pendahuluan

 

Dalam perkembangan teknologi saat ini, telah banyak kita temukan berbagai program yang dibuat untuk mempermudah pekerjaan, khususnya dalam kaitannya dengan komputer atau multimedia. Beberapa program perangkat lunak yang akan dibahas dalam makalah ini adalah Mind Map yang kreatifi dan menghasilkan alat-alat yang digunakan dalam suatu metode multimedia. Mind Manager adalah suatu pemahaman tentang alat-alat yang mendukung secara efisien dan benar atau dapat dipercaya, dan  Free Mind merupakan aplikasi untuk memetahkan pikiran (Mind Maping) yang dapat berjalan pada semua sistem operasi. Untuk lebih jelas, marilah kita pelajari satu per satu, dibawa ini.

 

            II. Isi

 

  1. Pengertian Mind Map

Mind Map merupakan alat yang paling hebat untuk membuat otak Anda untuk berpikir secara teratur dan berfungsi untuk “memetahkan” pikiran Anda. Mind Map juga bekerja seperti otak Anda yang menandakan asosiasi satu dengan yang lainnya. (Salim, 2007)

Mind mapping (peta pikiran) adalah memiliki kreatifitas dan menghasilkan alat-alat yang digunakan oleh metode visual yang dapat dilaksanakan oleh siswa dan orang-orang dewasa yang memiliki kekurangan cacat otak ( www.dyslexic.com)

 

  1.  
    1. Cara membuat Mind Map

Mind Map dapat dibuat denga cara yang mudah yaitu :

a.       kertas kosong atau bergaris

b.      pena dan pensil berwarna

c.       otak

d.      imajinasi

  1.  
    1. Fungsi Mind Map

Mind map dapat membantu kita dalam hal :

a.       menjadi lebih kreatif

b.      menghemat waktu

c.       memecahkan masalah

d.      brainstorming meeting

e.       mengingat dengan lebih baik

f.       membuat rencana

 

  1. Pengertian Mind Manager

Mind manager adalah aplikasi komersial yang cukup banyak dipakai untuk melakukan Mind Mapping. Aplikasi ini sangat mudah digunakan dengan tampilan yang baik. Diagram pun dapat diekspor ke format ms word, ms powerpoint, dan PDF. Namun saat ini sudah populer pula gratis mind maping berwarna free mind. Aplikasi ini dibuat dalam Java, yang daoat dijalankan di hampir setiap sistem operasi. Sehingga dapat dijalankan pada sistem operasi Linux maupun Windows. Fiturnya juga cukup baik walaupun dari segi tampilannya masih kalah dengan mind manager. Namun dengan harga yang gratis aplikasi ini menjadi yang cukup baik. Bagi yang sudah terbiasa menggunakan mind manager kemudian ingin melakukan free mind dapat juga melakukan konversi-konversi bekasnya. Free Mind telah mendukung impor Mind Manager X5. Jadi Anda masih dapat melakukan editing di Mind Manager, kemudian melakukan editing di Free Mind (Kumar Shailaja : 2007).

Mind manager adalah suatu pemahaman tentang alat-alat yang mendukung secara efisien dan managemant yang benar atau dapat dipercaya dan sangat jelas mengidentifikasikan hasil-hasil yang digunakan oleh gerakan visual. Ini sangan mempermudah/menyederhanan otak, pembuatan nota, perencanaan, tugas-tugas dan proyek yang kompleks. Teks, nota, gambar dan hyperlinks dapat diciptakan dengan sangat mudah diatur dan ditambah dalam Mind Map. Multi Map (keanekaragaman) ini berfungsi untuk memampukan mind map untuk menjadi pemecah dalam mengelola ukuran-ukuran dalam membantu yang diprioritaskan , difokus dan komunikasi (www.dyslexic.com)

 Layar

1.      Bersih/jelas  dan meliputi banyak hal untuk pengajar

2.      Gambar dari tanda-tanda di perpustakaan  atau gambarmu

3.      Insert, dengan mengklik bagian bawa, sehingga teks dapat bergerak, berhubungan(bergabung), nota teks, macam-macam warna, cek tanda-tanda dan kode-kode, memberi warna terang pada topik teks yang diutamakan.

4.      Menciptakan/membuat hyperlink untuk menghubungkan dengan dokumen-dokumen lain atau web site.

5.      Keluar untuk menghasilkan jaringan mind map untuk menambah pada web page.

6.      Membuka maps dalam potongan yang lebih besar dan menggunakan fasilitas multi-map

7.      Memindahkan mapmu ke dalam MS PowerPoint, word, outlook, dan project .

Cara presentasi dengan menampilkan selingan/gangguan paling kecil. (www.dyslexic.com)

 

  1. Pengerian Free Mind

Free Mind adalah perangkat lunak bebas dilisensikan di bawah GPL (GNU- General Public License), yang berarti kita dapat dengan bebas menggunakan Free Mind untuk tujuan apapun tanpa harus membayar, dan semua kode yang diturunkan dari kode Free Mind harus dilisensikan di bawa GPL. Free Mind juga merupaka perangkat lunak open source. Free Mind adalah salah satu softwere yang dapat membantu Anda untuk membuat Mind Map dengan cepat dan mudah (Salim, Andri : 2007). Free Mind merupakan aplikasi untuk memetahkan pikiran (Mind Maping) yang dapat berjalan pada semua sistem operasi di Java Runtime Environment (JRE)1-4 atau lebih sehingga Free Mind dijalankan tidak hanya di sistem operasi windows, tetapi Linux dan Mac OS. Untuk itu sebelum menjalankan Free Mind di kompuuter, sebelumnya perlu terpasang Java Runtime Environment (Kumar, Shailaja : 2007).

 

1. Kegunaan Free Mind

            Free Mind merupakan aplikasi yang sangat bagus untuk membuat Mind Map (peta pikiran). Peta pikiran adalah alat pengorganisasian pengetahuan yang digunakan untuk menancing ide dari satu atau lebih orang. Kegunaan utama aplikasi pemetaan pikiran adalah mengorganisir, mengaitkan dan mengintegrasikan pikiran-pikiran. Faktor utama dalah sebuah peta pikiran yaitu pengaturan hubungan antara kata-kata dan gambar, dimana konseputama diletakkan di tengah atau bagian atas halaman, sementara kata-kata atu konsep-konsep cabang dikaitkan dengan konsep dengan bantuan garis dan panah.

            Aplikasi pemetaan pikiran dapat digunakan untuk mencurahkan ide dan membuat konsep tentang sesuatu, sehingga ide-ide itu dapat ditulis, ditata, dikembangkan, dan dihubungkan. Free Mind juga dapatt digunakan sebagai tree editor yang dapat membuat tree yang dapat diliipat dan diperkaya dengan warna, ikon, bentuk awan, dan bentuk lainnya dari sebuah catatan teks biasa (Kumar, Shailaja : 2007).

Free Mind dapat diaplikasikan ke dalam berbagai bidang :

a.       Proyek : Free Mind membantu memantau perkembangan suatu proyek, meliputi sub-subtugas, tahap-tahap perkembangan pengerjaan subtugas, dan pencatatan waktu.

b.      Informasi : Free Mind membantu mengola informasi, dengan kemampuan membuat pautan (link) ke berkas-berkas yang berkaitan, berkas yang dapat dieksekusi, dan berbagai sumber informasi.

c.       Riset berbasis internet : Free Mind membantu dalam melakukan riset/penelitian menggunakan internet, misalnya Google atau sumber lain.

d.      Basis pengetahuan : Free Mind membantu mengelola catatan berumuran kecil atau menengah dengan link di beberapa tempat yang d apat berkembang jika diperlukan.

e.       Essay :  Free Mind dapat membantu dalam penulisan essay atau karya ilmiah yang pencurahan ide-ide, menggunakan warna-warna untuk menunjukkan essay mana yang sedang, sudah selasai, atau belum dikerjakan.

f.       Basis Data : Free Mind membantu memelihara basis data kecil dari sesuatu dengan struktur yang sangat dinamis atau tidak diketahui secaara lanjut.

g.      Favorit di Internet : Free Mind membantu mengelola catatan favorit di internet atau bookmark dengan menggunakan warna dan font yang bermakna bagi kita.

 

2. Fitur Free Mind

                        Kelebihan Free Mind terletak pada antarmukanya yang sederhana dan intuitif membuat aplikasi ini mudah digunalan dan dipahami. Hampir semua fasilitas didalamnya dapat akses dari keybord. Free Mind (versi 0.8.0) memiliki sekumpulan fitur yang menarik, diantaranya :

a.       Folding : merupakan kemampuan Free Mind untuk menyembunyikan atau menampilkan informasi di bawa obyek terpilih dengan kontrol yang mudah.

b.      Navigasi dengan sekali klik saja. Navigasi ke banyak fitur hanya dengan sekali klik saja, misalnya membuat/menutup liputan (fold) dan membuka pautan (link). Penggeseran peta dapat dilakukan dengan menyeret latar belakang peta atau dengan menggunakan roda mause.

c.       Link HTML : pautan HTML yang disimpan di node, termasuk pautan ke web atau file lokal saja.

d.      Undo : fasilitas ini dapat menghilangkan efek aksi yang dilakukan sebelumnya.

e.       Smart Dragging dan Droping : misalnya menyalin sebuahh node atau style node, menyeret dan meletakkan banyak node terpilih, meletakkan tek satau file dari sumber luar.

f.       Smart Copying and Pasting: fitur ini membanti menyalin pautan dari HTML atau menata isi yang ditempelkan berdasarkan banyak spasi di depan baris atau menempel daftar file-file terpilih.

g.      Eksport peta sebagai HTML. Fitur ini mengkonversi peta pikiran ke struktur teks standar danberhirarki.

h.      Fasilitas Fine. Fitus ini dapat dicari di dalampeta berdasarkan suatu kata kunci kemudian menampilkan item-item yang ditemukan satu per satu dengan memilih pilihan fine next. Peta dibuka liputannya dengan item-item yang ditemukan saja.

i.        Ikon-ikon bawaan. Iko-ikon bawaan Free Mind dapat digunakan denga warna-warnaan dan font yang berguna untuk menghiasi node.

j.        Menyimpan peta dalam  format XML. Dengan fasilitas ini pengguna mendapatkan kemudahan untuk berpindahh ke aplikasi pemetaan pikiran yang lain karena Free Mind menyimpan peta dalam format XML.

k.      File Mode. Fitur ini dapat digunakan untuk menjelajahi berkas-berkasi di dalam komputer, melihat folder sebagaipeta pikiran.

 

III. Kesimpulan

 

Mind Map merupakan alat yang paling hebat untuk membuat otak Anda untuk berpikir secara teratur dan berfungsi untuk “memetahkan” pikiran Anda. Mind Map juga bekerja seperti otak Anda yang menandakan asosiasi satu dengan yang lainnya. (Salim, 2007)

            Mind manager adalah aplikasi komersial yang cukup banyak dipakai untuk melakukan Mind Mapping.

Free Mind adalah perangkat lunak bebas dilisensikan di bawah GPL (GNU- General Public License), yang berarti kita dapat dengan bebas menggunakan Free Mind untuk tujuan apapun tanpa harus membayar, dan semua kode yang diturunkan dari kode Free Mind harus dilisensikan di bawa GPL    

Bye…GBU

Sr. Safe, FdCC         

   

           

Bahasa Jurnalistik

April 21, 2008

Bahasa jurnalistik atau biasa disebut dengan bahasa pers, merupakan salah satu ragam bahasa kreatif bahasa Indonesia di samping terdapat juga ragam bahasa akademik (ilmiah), ragam bahasa usaha (bisnis), ragam bahasa filosofik, dan ragam bahasa literer (sastra) (Sudaryanto, 1995). Dengan demikian bahasa jurnalistik memiliki kaidah-kaidah tersendiri yang membedakannya dengan ragam bahasa yang lain.

Bahkan bahasa jurnalistik pun sekarang sudah memiliki kaidah-kaidah khas seperti dalam penulisan jurnalisme perdamaian (McGoldrick dan Lynch, 2000). Bahasa jurnalistik yang digunakan untuk menulis berita utama ada yang menyebut laporan utama, forum utama akan berbeda dengan bahasa jurnalistik yang digunakan untuk menulis tajuk dan features. Dalam menulis banyak faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik bahasa jurnalistik karena penentuan masalah, angle tulisan, pembagian tulisan, dan sumber (bahan tulisan). Namun demikian sesungguhnya bahasa jurnalistik tidak meninggalkan kaidah yang dimiliki oleh ragam bahasa Indonesia baku dalam hal pemakaian kosakata, struktur sintaksis dan wacana (Reah, 2000). Karena berbagai keterbatasan yang dimiliki surat kabar (ruang, waktu) maka bahasa jurnalistik memiliki sifat yang khas yaitu singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, lugas dan menarik. Kosakata yang digunakan dalam bahasa jurnalistik mengikuti perkembangan bahasa dalam masyarakat.

Bahasa jurnalistik merupakan bahasa yang digunakan oleh wartawan (jurnalis) dalam menulis karya-karya jurnalistik di media massa. Dengan demikian, bahasa Indonesia pada karya-karya jurnalistiklah yang bisa dikategorikan sebagai bahasa jurnalistik atau bahasa pers.

Bahasa jurnalistik memiliki karakter yang berbeda-beda berdasarkan jenis tulisan apa yang akan terberitakan. Bahasa jurnalistik yang digunakan untuk menuliskan reportase investigasi tentu lebih cermat bila dibandingkan dengan bahasa yang digunakan dalam penulisan features.

Dengan paparan bahasa jurnalistik seperti yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa bahasa jurnalistik adalah bahasa yang digunakan oleh jurnalis dalam menulis berita. Bahasa jurnalistik bersifat khas yaitu singkat, padat, sederhana, lugas, menarik, lancer, jelas, baku, dan netral.

Sifat-sifat tersebut merupakan hal yang harus dipenuhi oleh ragam bahasa jurnalistik mengingat surat kabar dibaca oleh semua lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya. Dengan kata lain bahasa jurnalistik dapat dipahami dalam ukuran intelektual minimal. Hal ini dikarenakan tidak setiap orang memiliki cukup waktu untuk membaca surat kabar. Oleh karena itu bahasa jurnalistik sangat mengutamakan kemampuan untuk menyampaikan semua informasi yang dibawa kepada pembaca secepatnya dengan mengutamakan daya komunikasinya.

Bye…GBU.

Sr. Ety, PBSID, 06, USD, Yogyakarta

Cinta…

April 17, 2008

Apa kata mereka tentang yang satu ini……Sssst…….

Sobat pembaca yang budiman…..pada pertemuan yang pertama ini, kita diberi kesempatan untuk mengungkpakan pendapat kita masing-masing tentang yang satu itu…tu…tu… .. Pendapat kita tentunya beraneka ragam, oh…, no problem…., silahkan menanggapi, tapi pleace deh…dengarkan yang satu ini…….

Menurut saya, Cinta tak pernah dapat didefinisikan dengan tuntas. Bahasa manusia terlalu terbatas untuk mengungkapkan realitas cinta. Karena cinta bukan soal definisi. Cinta adalah praktis: kontemplasi dan aksi; perenungan dan perbuatan. Dan kadang-kadang melampaui akal budi manusia.

Tuhan Yesus pernah merasakan cinta demikian. Kejadiaanya di Betania, seminggu menjelang penyalibanNya. Seorang wanita, Yohanes mencatat, namanya Maria saudara Lazarus yang Ia bangkitkan dari kebangkitan, mengurapiNya dengan sekitar setengah kilo minyak narwastu murni yang mahal harganya. Tidak hanya sampai disitu, wanita itu juga kemudian menyeka kaki Tuhan Yesus dengan rambutnya.

Demi meraih perhatian dan popularitas ? Bukan ! Itu adalah spontanitas yang keluar dari hati yang mencintai, sebab disana tidak ada tuntutan, tidak ada perhitungan untung dan rugi, juga tidak ada dinding gengsi dan kebanggaan diri yang menghalangi. Yang ada hanyalah keinginan untuk memberikan sesuatu yang terbaik dari apa yang dimilikinya. Hanya itu ! Cinta tak bersyarat! !!!

Bye…GBU.

Sr. Ety