Arsip untuk ‘Berita’ Kategori

Berita

Juni 19, 2009

tv bali 4

Bali Televisi
Bali Televisi (Bali TV) sebagai televisi lokal telah hadir di Bali sejak 24 Mei 2002 untuk memperkaya jagat pertelevisian Bali dan Indonesia. Pintu telah dibuka untuk menyampaikan penghargaan atas khasanah keunikan Bali. Kehadirannya dirancang untuk mampu menumbuhkan inspirasi dan motivasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Bali di masa depan. “Bali Televisi hadir karena pemirsa. Masyarakat Bali membutuhkan media yang memiliki kredibilitas dan mengerti kebutuhan mereka.” demikian kata Gayatri salah karyawati Bali TV yang menyambut kami dan menjelaskan kepada kami, rombongan wisata dari Universitas Sanata Dharma, pada Jumat, (5/6) di aula Bali TV.
Karyawati itu menjelaskan bahwa dalam surat yang dikeluarkan Gubernur Bali tertanggal 29 Juli 2002 secara tegas menyebutkan bahwa Pemerintah Propinsi Bali dan masyarakat Bali sangat berkepentingan terhadap jasa pelayanan informasi lokal dan selama dilakukan uji coba penyiaran, Bali TV sangat mendapat respons positif dari masyarakat Bali. Selain itu, kehadiran Bali TV akan sangat menunjang pelaksanaan otonomi daerah khususnya di bidang pelestarian adat dan budaya serta perkembangan pariwisata Bali.
Bali adalah salah satu destinasi penting di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam percaturan nasional bahkan dunia. Banyak peristiwa nasional dan internasional digelar di Bali sehingga menjadi pusat perhatian. Hal ini ditambah potensi Bali lainnya, misalnya budaya dan tradisi unik, yang informasinya selalu diburu masyarakat dunia. Oleh karena itu, keberadaan media khususnya televisi yang didasari pemahaman yang obyektif atas Bali menjadi semakin relevan.
Dengan maksud memberikan alternatif tontonan yang berkualitas, karyawati itu menjelaskan bahwa Bali TV hadir di dunia pers sejak tujuh tahun silam dengan tujuan memberikan wahana bagi masyarakat Bali untuk berkreasi. Bali TV ingin menjadi lembaga penyiaran profesional yang menyediakan informasi, pendidikan dan hiburan yang memberikan pencerahan bagi masyarakat, tetap pada komitmennya yaitu menjaga budaya dan adat Bali.
Media elektronik yang beralamat di Jl. Hayam Wuruk no. 98, Denpasar, Bali ini hadir di tengah-tengah masyarakat Bali pada umumnya sebagai sarana untuk menyalurkan perubahan, menyebarluaskan pengetahuan, pendidikan, informasi dan hiburan, serta memelihara warisan budaya masyarakat Bali. Selain itu, sasaran dari Bali TV adalah dengan program-program yang ditayangkan dapat membantu masyarakat Bali untuk berkembang dalam keharmonis dengan lingkungan dan masyarakat.
Bali TV yang baru merayakan ulang tahun yang ke-7 ini dioperasikan dengan peralatan peralatan digital yang mutakhir. Seluruh peralatan seperti kamera, editing, master control, dan lain sebagainya menggunakan peralatan dengan spesifikasi unggul guna memberikan tayangan dengan kualitas terbaik. Semua program siaran dipancarkan melalui peralatan transmisi merk ROHDE&SCHWARZ NH/NV 8600 Transmitters Family dengan kekuatan 10K watt. Coverage area Bali TV meliputi seluruh bagian daerah pulau Bali kecuali kota Singaraja, serta daerah di luar Bali meliputi Lombok dan Banyuwangi.

Pragram pemasaran Bali TV sebagai televisi komersial membiayai kegiatan operasional dari para pengiklan. Untuk itu, Bali TV bergiat terus memproduksi program acara yang disukai pemirsa untuk memikat dan mengikat para pengiklan secara rutin berinvestasi pada program yang digemari pemirsa. Program-program Bali TV merangkul semua segmen mulai anak anak, remaja, dewasa dan orang tua.

sma 4

Itulah penjelasan dari wartawan TV Bali kepada mahasiswa Universitas Sanata Dharma, yang mengadakan kunjungan ke TV Bali.
Di luar program pemasaran yang memadukan dengan tepat unsur-unsur pemasaran untuk mengoptimalkan sasaran, Bali TV mengkonsentrasikan sasaran melalui dua cara yaitu penjualan group dan penjualan retail. Penjualan group memberikan paket penawaran menarik dengan diskon dengan bonus khusus langsung kepada pemilik produk atau merek. Program ini dijalankan untuk menjaring pemasang iklan dalam jangka panjang. Sedangkan
penjualan secara retail ini dijual kepada pengiklan yang memiliki program berkala atau tidak rutin dan menyesuaikan dengan pelaksanaan event atau program tertentu.
Dengan moto “Bali TV berkarya dengan kreativitas tak terbatas” ini dengan rendah hati, tetap menerima saran, masukan dan pemikiran positif yang sangat berarti bagi langkah kami ke depan. Bali TV akan tetap eksis atas dukungan pemirsa yang memiliki komitmen yang sama untuk berkontribusi pada Bali. Di Bali TV saatnya kita bergabung mensinergikan semua potensi untuk meraih kegemilangan Bali. Bali TV sekali oke, tetap oke!

Ujian Nasional 2008

Mei 6, 2008

Perut Mulas Lihat Soal Ujian Nasional

Bukan hanya seorang siswa yang mengeluh demikian. Keluhan serupa dilontarkankan siswa lain yang baru saja mengikuti ujian nasional (UN) selama tiga hari (22-24/4). “Ujian ini merupakan tiga hari untuk selamanya dan merupakan moment yang sangat menegangkan” kata Lucia Isabella Ari Vadiani, siswi SMA Stella Duce II Yogyakarta.

Menurut Luci (sapaan akrapnya), UN tahun ini memaksanya untuk memeras otak lebih kuat karena soal-soal UN lebih sulit jika dibandingkan dengan soal-soal UN tahun lalu. “Saya takut tidak lulus. Bayangkan saja standar minimal nilai kelulusan tiap mata pelajaran yang diuji 4,25. Saya merasa tidak yakin bisa lulus” kata Luci dengan mata berkaca-kaca sebagai ungkapan kekhawatirannya.

Menurut Luci yang mengambil jurusan bahasa di SMA Stela Duce II ini, kendala yang muncul saat UN, ketika melihat soal-soal yang diberikan, perutnya terasa mules, konsentrasi hilang, kedua tangannya gemetar, tidak percaya diri, cemas, takut, dan pesimis. “Semua itu muncul secara tiba-tiba pada hari pertama ujian nasional, khususnya mata pelajaran matematika; saya hanya mampu mengerjakan 40 soal dari 50 soal karena waktunya tidak cukup” kata Luci dengan kesal. Dia mengatakan, ujian hari ke dua dan hari ke tiga dilaluinya dengan dengan baik, tidak seperti hari pertama.

Menjelang UN, dari pihak sekolah telah mengintensifkan persiapan siswa dengan latihan soal-soal, baik dari guru mata pelajaran maupun dari wali kelasnya. “Sebagai bekal pribadi, selain latihan soal dari guru, saya juga mengikuti les tambahan, melengkapi buku-buku catatan yang belum sempurna, mendekati guru bidang studi yang berhubungan dengan mata pelajaran yang akan diuji, curhat pada guru bidang studi dan menanyakan soal yang kurang dimengerti, selain itu mempersiapan fisik saya dengan makan yang teratur, istirahat yang cukup agar pada saat UN badanku tetap segar dan vit” tutur Luci dengan mantap.

Sementara kegiatan kerohanian juga menjadi prioritas utama bagi Luci karena menurut Luci tanpa Tuhan segala usaha kita akan sia-sia belaka. Luci mengadakan doa pribadi, doa bersama teman-teman kelas yang seiman, doa bersama keluarganya, bahkan mereka mendatangkan Pastor untuk merayakan Ekaristi (ibadah umat Katolik) di rumahnya. Menurut Luci semua itu untuk menguatkan mental dan menambah kepercayaan diri menghadap eman mata pelajaran yang diujikan. Menurut dia persiapan-persiapan yang dilakukan sudah optimal.

Enam mata pelajaran diuji pada UN diantaranya Bahasa Indonesia dan Matematika (hari pertama), Bahasa Ingris dan Sastra (hari kedua), Bahasa Jerman dan Antropologi (hari ketiga).

Menaggapi kemungkinan terjadi kecurangan selama ujian nasional berlangsung di sekolahnya, Luci yang bermukim di Samirono Baru mengaku, di sekolahnya tidak ada kecurangan karena pengawas UN dari sekolah lain, sementara dari pihak keamanan (polisi) pun selalu siap-siaga di depan sekolahnya. “Kecurangan yang terjadi di luar sekolah saya (mendapat kunci jawaban) merupakan hal yang disesalkan karena tidak ada kejujuran dan belum tentu kunci jawaban itu benar, jadi yang rugi adalah diri sendiri karena tidak pede dengan berbagai persiapan yang dilaluinya” tutur Luci.

Meskipun masih dalam ketidakpastian (lulus atau tidak lulus) Luci sudah diterima di program studi hukum, Universitas Atmajaya, Yogyakarta. “Daripada terlambat, lebih baik mendahului, lulus atau tidak lulus, urusan belakang, yang penting diterima dulu” kata Luci dengan percaya diri.

Diakhir pertemuan Luci mengatakan “Menjadi pelajar itu tidak mudah. Dibutuhkan ketekunan dan kreatifitas pelajar itu sendiri. Maka berjuanglah untuk menjadi agen pembaharu! Terima kasih”.

By…Thanks…GBU.