KESERAKAHAN
Narator : Pada suatu hari hidup seorang raja yang bernama Lucia, Lucia adalah raja yang sangat jahat dan kejam di Iceland dan Lucia mempunyai seorang anak yang bernama Haru dan dia adalah pewaris tatah kerajaan.
Lucia: Anak ku yang terhormat, datanglah ayah mau berbicara kepada mu.
Haru: Baik ayah.
Lucia: Anak ku, ayah sudah tua dan tidak mampu memimpin kerajaan lagi dan ayah ingin memberikan tatah kerajaan kepada mu. Apakah kamu bersedia mengantikan posisi ayah ini?
Haru: Aku bersedia mengantikan posisi ayah.
Narator: Setelah ayahnya memberikan tatah kerajaan kepada haru 5 hari kemudian ayahnya mati, kemudian Haru langsung mengambil ahli kerajaan dan memberikan pengarahan kepada prajuritnya.
Haru: Wahai prajurit ku, kini ayahku suadah tiada dan ayah ku memberikan tatah kerajaannya kepadaku dan aku harap kalian bisa diandalkan. Jika ada yang menolak perintahku dia akan dihukum mati.
Prajurit: Siap tuanku!
Narator: Setelah itu Haru memulai memimpin kerajaannya dan Haru lebih kejam daripada ayahnya, karena Haru merasa wilayahnya sempit maka dia pun mulai mempersiapkan prajuritnya untuk meyerang kerajaan lain dan memperluas wilayahnya.
Haru: Wahai prajurit ku, besok kita akan mulai menyerang kerajaan lain untuk mempeluas kerajaan kita dan aku harap besok kita bisa menang dan jika menang kalian boleh merayakannya.
Prajurit: Hore!!!
Narator: Setelah pagi.
Haru: Prajurit ku, ayo kita mulai peperangan ini dan raih kemenangan kita.
Narator: Karena Haru tidak memiliki strategi maka kalah telak, setalah kalah Haru mulai mencari ahli strategi,ksatria tangguh, dan wakil raja. Ahli strategi bernama Cao-Cao, ksatria tangguh bernama Donrino dan wakil raja adalah Musica.
Cao-Cao: Tuanku besok kita mau merebut wilayah mana?
Haru: Aku akan merebut wilayah selatan Greenland, menurut mu strategi bagaimana yang cocok untuk perang besok?
Cao-Cao: Aku mempunyai strategi yang cukup kuat untuk menang.
Haru: Strategi seperti apa?
Cao-Cao: Begini tuanku, petama-tama kita akan mengirim prajurit kecil untuk menyerang pintu utamanya setelah itu kita akan menyerang pintu belakang mereka aku pasti dengan strategi itu kita akan menang.
Haru: Baiklah aku akan menggunakan strategi mu itu tapi aku akan mempertimbangkan dengan Musica dulu.
Cao-Cao: Baiklah tuanku.
Haru: Musica bagaima menurutmu strategi Cao-Cao ini?
Mucica: Menurutku strategi Cao-Cao juga boleh.
Haru: Baiklah Cao-Cao aku akan mengunakan strategimu.
Cao-Cao: Terima kasih tuan telah mempercayai aku.
Narator: Ke esokan harinya mereka melakukan strategi yang diberikan oleh Cao-Cao dan akhirnya mereka pun menang, Haru sangat senang sekali sehingga merayakannya dengan meriah.
Haru: Cao-Cao aku bangga padamu.
Cao-Cao: Terima kasih tuanku.
Haru: Donrino kemari, beritau kepada prajurit kita bawah besok kita akan perang lagi untuk memperluas wilah kita lagi.
Donrino: Baik tuanku, aku akan segera memberitaukan kepada prajurit.
Haru: Bagus-bagus, cepat laksanakan.
Donrino: Prajurit ku besok kita akan perang lagi dan tuan Haru menginginkan kondisi prajuritnya siap tempur besok.
Prajurit: kita mengerti kakak Donrino.
Donrino: Bagus, sekarang kalian istirahat.
Prajurit: Siap kakak donrino.
Narator: Ke esokan harinya mereka pun siap tempur dan strateginya sama seperti strategi kemarin.
Haru: Wahai prajurit ku ini akan menjadi kemenangan kita yang kedua, Donrino kamu akan menjadi ujun tombok di peperangan ini dan aku harap kamu bertanggung jawab.
Donrino: Baik tuan ku semua perintahmu akan kujalankan dengan sempurna.
Haru: Bagus jawaban itu yang ingin kudengar dari kamu.
Musica: Kelihatannya tuan hari ini sangat bersemangat sekali.
Haru: Kamu memang sangat pintar membaca hati orang lain.
Musica: Hahahahahah….
Haru: Hahahahahahahaha…..
Donrino: Maju…
Narator: Karena pada hari itu semua semangat sekali maka pertempuran pun dimenangkan oleh Haru lagi.
Haru: Aku bangga sekali dengan keberhasilan kita yang kedua, karena kalian berusaha dengan keras aku akan memberikan hadia kepada kalian semua yaitu pedang baru.
Prajurit: Terima kasih tuanku.
Donrino: Tuanku engkau sangatlah bermurah hati.
Haru: Hahahahah, ini belum seberapa buat ku. Hahahhahah…..
Musica: Tuanku, besok kita akan menyerang wilayah mana lagi?
Haru: Besok kita tidak akan menyerang dulu karena kita sudah 2 hari berturut-turut berperang sehingga aku hendak beristirahat dulu 1 hari ini.
Musica: Baiklah tuanku.
Narator: Setelah beristirahat mereka pun berencana untuk merebut 2 wilayah lagi.
Cao-Cao: Tuanku sekarang kita hendak merebut wilayah mana?
Haru: Kita merebut konoha bagian utara.
Cao-Cao: Apa tuan tidak telalu cepat merebut wilayah tersebut?
Haru: Emang ada apa dengan wilayah tersebut?
Cao-Cao: Di konoha bagian utara prajuritnya terlalu banyak mungkin 2 kali lipat prajurit kita tuanku.
Haru: Apakah itu benar Musica?
Musica: Itu bener tuanku hendaknya kita merebut konoha bagian barat saja dulu.
Haru; Baiklah kalau begitu aku akan bersabar.
Cao-Cao: Karena ini konoha bagian barat kita akan mengubah strategi sedikit.
Haru: Apa strategi mu?
Cao-Cao: Begini tuanku, Pertama-tama kita akan meyerang pintu depan lalu kita berpura-pura mundur karena kekurangan prajurit, setelah itu kita akan langsung menyerang kembli dengan pasukan yang lebih bayak dari sebelumnya. Aku yakin dengan strategi ini kita pasti bisa menang.
Haru: Baiklah Cao-Cao aku akan menggunakan strategimu.
Narator: Setelah paginya mereka bergegas berkumpul digaris depan yang kemarin malam direncanakan. Dan strategi Cao-Cao berjalan dengan sukses kembali setelah berhasil merebut wilayah konohan bagian barat Haru pun langsung mempersiapkan prajurit lebih banyak lagi agar memperebutkan wiliyah konoha bagian utara berhasil dengan lancer.
Haru: Cao-Cao, 3 hari lagi aku akan memperebutkan wilayah konoha bagian utara dan aku sudah mempersiapkan prajurit lebi banyak lagi.
Cao-Cao: Apakah tuan sudah mempikirkan itu matang-matang?
Haru: Aku sudah memikirkan dengan matang-matang.
Cao-Cao: Baik strategi kali ini kita akan meletakan Donrino pada barisan paling depan karena kekuatan Donrino sudah tidak diragukan lagi.
Haru: bener juga katamu, baik besok aku akan menyuruh Donrino untuk memimpin barisan depan.
Narator: Karena pada malam itu Donrino tidak bisa tidur maka dia tidak sengaja mendengar percakapan antara Cao-Cao dengan Haru dan setelah mendengar bawah kekuatannya sudah tidak diragukan lagi dia berencan untuk membunuh Haru karena menurut Donrino Haru adalah sosok raja yang sombong dan serakah. Matahari pun mulai terbit maka prajurit bergegas berkumpul dan membentuk posisi yang telah di rencanakan.
Haru: Donrino, pada pertarungan ini aku akan menaruhkan kamu pada posisi paling depan karena aku sudah mempercayai kamu.
Donrino: Baik!
Narator: Setelah perang selasi dan itu merupakan perang terakhir maka Haru pun beristirahat selama 1 minggu. Disamping itu Donrino sudah mempersiapkan prajurit rahasia untuk membunuh Haru, setelah Donrino mendapat prajurit lumayan kuat dan banyak maka pada hari istirat Haru Donrino mulai membatah perintah-perintah yang di berikan oleh Haru maka marah Haru dan meyuruh prajuritnya untuk menghukum mati Donrino.
Haru: Prajurit tangkap dia dan gantung dia di depan umum.
Donrino: Hai kau raja yang sombong dan serakah, kau pantas mati ditangan ku.
Haru: Apa kau bilang!!!
Donrino: Dan kini ajal mu telah tiba, selama ini aku telah salah menilai kamu.
Narator: Akhirnya Donrino membunuh Haru dengan tangannya sendiri, setelah Donrino membunuh Haru maka Cao-Cao dan Musica pun segerah melarikan diri dari kerajaan Haru setelah itu kerajaan Haru pun runtuh dan wilayah yang diperebutkan dengan susah payah telah direbut oleh kerajaa lain.