<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Safegoreti&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://safegoreti.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://safegoreti.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 16:25:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='safegoreti.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/fee2b58bfd935a0f71d1709b42bd0531?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Safegoreti&#039;s Weblog</title>
		<link>http://safegoreti.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Renungan</title>
		<link>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/08/renungan-7/</link>
		<comments>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/08/renungan-7/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 16:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safegoreti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safegoreti.wordpress.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[                                                                                       BERANI BERUBAH
Seorang anak sedang bermain dan menemukan kepompong kupu–kupu di sebuah dahan yg rendah. Di ambilnya kepompong tersebut dan tampak ada lubang kecil. Dia tertegun mengamati lubang kecil itu karena ada terlihat seekor kupu–kupu yg sedang berjuang untuk keluar membebaskan diri melalui lubang tersebut. Melihat hal itu, si anak menjadi iba dan mengambil keputusan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=351&subd=safegoreti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>                                                                                       BERANI BERUBAH</p>
<p style="text-align:left;">Seorang anak sedang bermain dan menemukan kepompong kupu–kupu di sebuah dahan yg rendah. Di ambilnya kepompong tersebut dan tampak ada lubang kecil. Dia tertegun mengamati lubang kecil itu karena ada terlihat seekor kupu–kupu yg sedang berjuang untuk keluar membebaskan diri melalui lubang tersebut. Melihat hal itu, si anak menjadi iba dan mengambil keputusan untuk membantu si kupu–kupu untuk keluar dari kepompongnya. Dia membuka badan kepompong agar sang kupu–kupu bisa keluar dan terbang dengan leluasa. Kupu–kupu pun keluar dengan mudahnya. Akan tetapi, ia masih memiliki tubuh yg lemah dan sayap- sayapnya masih berkerut. Anak itu berharap agar kupu–kupu tersebut bisa terbang, namun kupu–kupu tersebut terpaksa merangkak di sekitarnya dengan tubuh yg lemah dan tidak sempurna. Kupu–kupu itu akhirnya tidak pernah mampu terbang. Si anak tidak mengerti bahwa kupu–kupu perlu berjuang dengan daya usahanya sendiri untuk membebaskan diri. Lubang kecil perlu dilalui kupu–kupu tersebut akan memaksa cairan dari tubuh untuk masuk ke dalam sayap–sayapnya sehingga dia akan siap terbang dan memperoleh kebebasan. Hidup adalah perjuangan, hidup adalah perbuatan (kerja keras), bahakan untuk meraih keberahsilan diperlukan keringat dan air mata. Tidak ada yg instant, semua melalui proses yg ada dalam siklus kehidupan. Setiap tapak kehidupan yg dilalui akan memberikan makna yg luar biasa bagi seorang untuk memasuki tapak kehidupan berikutnya. Pengalaman suka dan duka dalam setiap sendi kehidupan akan memberikan warna tersendiri untuk menghiasi rentang kehidupan kita. Dalam perjalanan hidup kita kadang ingin untuk bisa mengikuti setiap jengkal kehidupan dengan bijaksana dan serius, namun tat kala ada tantangan dan godaan yg menjadi tawaran bagi kita. Fenomena bagi kita sebagai orang terpanggil dalam hidup membiara pada masa kini begitu banyak tantangan. Jika kita ingin tetap setia, tentu melalui perjuangan yg berat. Hidup kita tidak hanya sekedar tumbuh mengikuti siklus kehidupan yg sudah ada, namun harus mengambil titik balik untuk berubah kearah yg lebih baik lagi. Berubah ke bentuk yg lebih baik, dari ulat menjadi kepompong lalu kupu–kupu. Berubah dari cara pikir, perasaan, tingka laku, dan cara pandang terhadap suatu masalah, cara kita menjalani hidup ini, dengan optimis serta penuh harapan&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/safegoreti.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/safegoreti.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/safegoreti.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/safegoreti.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/safegoreti.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/safegoreti.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/safegoreti.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/safegoreti.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/safegoreti.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/safegoreti.wordpress.com/351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=351&subd=safegoreti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/08/renungan-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe18181a58ae4dfa0a151e94eafa885a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safegoreti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Renungan</title>
		<link>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/08/renungan-6/</link>
		<comments>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/08/renungan-6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 16:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safegoreti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safegoreti.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[            Doa 
      (Mazmur 139)
Tuhan Engkau menyelidiki dan mengenal aku
 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri
Engkau mengerti pikiranku dari jauh
Engkau memeriksa aku
kalau aku berjalan dan berbaring
segala jalanku Kau maklumi
Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu
terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu
ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak
dan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=347&subd=safegoreti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>            Doa </p>
<p>      (Mazmur 139)</p>
<p>Tuhan Engkau menyelidiki dan mengenal aku</p>
<p> Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri</p>
<p>Engkau mengerti pikiranku dari jauh</p>
<p>Engkau memeriksa aku</p>
<p>kalau aku berjalan dan berbaring</p>
<p>segala jalanku Kau maklumi</p>
<p>Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu</p>
<p>terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya</p>
<p>Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu</p>
<p>ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?</p>
<p>Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak</p>
<p>dan dalam kitabMu semuannya tertulis</p>
<p>Hari – hari yg akan dibentuk</p>
<p>Selidikilah aku ya Allah dan kenallah hatiku</p>
<p>Ujilah aku dan kenallah pikiran–pikiranku</p>
<p> Lihatlah apakah jalanku serong</p>
<p>dan tuntunlah aku di jalan yang kekal&#8230;.Amin.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/safegoreti.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/safegoreti.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/safegoreti.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/safegoreti.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/safegoreti.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/safegoreti.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/safegoreti.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/safegoreti.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/safegoreti.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/safegoreti.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=347&subd=safegoreti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/08/renungan-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe18181a58ae4dfa0a151e94eafa885a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safegoreti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Renungan</title>
		<link>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/08/renungan-5/</link>
		<comments>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/08/renungan-5/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 15:32:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safegoreti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safegoreti.wordpress.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Doa Mazmur 15
Tuhan, siapa yang boleh menumpang di kemah- Mu ?
Siapa yg boleh diam di gunung-Mu yg kudus ?
Yaitu dia yg berlaku tidak bercela,
yg melakukan apa yg adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,
yg tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya,
yg tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yg tidak menimpakan cela kepada tetangganya,
yang memandang hina orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=344&subd=safegoreti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Doa Mazmur 15</p>
<p>Tuhan, siapa yang boleh menumpang di kemah- Mu ?</p>
<p>Siapa yg boleh diam di gunung-Mu yg kudus ?</p>
<p>Yaitu dia yg berlaku tidak bercela,</p>
<p>yg melakukan apa yg adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,</p>
<p>yg tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya,</p>
<p>yg tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yg tidak menimpakan cela kepada tetangganya,</p>
<p>yang memandang hina orang yg tersingkir,</p>
<p>tetapi memuliakan orang yg takut akan Tuhan.</p>
<p>Yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi,</p>
<p> yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba,</p>
<p>dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah.</p>
<p>Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama – lamanya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/safegoreti.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/safegoreti.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/safegoreti.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/safegoreti.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/safegoreti.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/safegoreti.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/safegoreti.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/safegoreti.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/safegoreti.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/safegoreti.wordpress.com/344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=344&subd=safegoreti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/08/renungan-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe18181a58ae4dfa0a151e94eafa885a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safegoreti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi-Timor</title>
		<link>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/03/puisi-timor/</link>
		<comments>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/03/puisi-timor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 09:31:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safegoreti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safegoreti.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[S a n t i s i m a
Anak Perawan Terjepit Oh, mama&#8230;., Oh, papa&#8230;. Berapakah harga perawanku? Tidak dijual sayang, jawab sang mama Mengapa harus ditukar dengan emas dan gading? Sang ayah kebingungan mendengar
Anak perawan mengeluh
Mengapa aku belum direstui duduk di pelaminan?
Kekasih hatiku tak punya emas ataupun gading
Yang dia punya hanyalah bejana hati
Tempat untukku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=336&subd=safegoreti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>S a n t i s i m a</strong></p>
<p>Anak Perawan Terjepit Oh, mama&#8230;., Oh, papa&#8230;. Berapakah harga perawanku? Tidak dijual sayang, jawab sang mama Mengapa harus ditukar dengan emas dan gading? Sang ayah kebingungan mendengar</p>
<p>Anak perawan mengeluh<br />
Mengapa aku belum direstui duduk di pelaminan?<br />
Kekasih hatiku tak punya emas ataupun gading<br />
Yang dia punya hanyalah bejana hati<br />
Tempat untukku bercurah segala rasa<br />
Yang dia miliki hanyalah tilel sarjana<br />
Demi hidupku dan masa depanku</p>
<p>Oh mama&#8230;&#8230;Oh papa &#8230;..<br />
Izinkan kami membina mahligai cinta<br />
Jangan biarkan kecantikanku berkerut<br />
Karena cemberut menunggu pinangan</p>
<p>Jangan biarkan perawanku terjepit<br />
Dimakan usia karena mahalnya adat</p>
<p>(Untuk sahabat manisku yang lagi bersedih)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ilmu</strong></p>
<p>Bagai kepingan kekayaan<br />
Bagai butiran wawasan<br />
Bagai rantai informasi<br />
Semua teruntai menjadi satu dalam dirimu</p>
<p>Kau menyetir kami<br />
Kau menggerakkan kami<br />
Kau motivator kami<br />
Dalam menggapai impian</p>
<p>Ilmu &#8230;<br />
Kaulah otak dari pendidikan<br />
Kaulah mesin dari pengajaran<br />
Kaulah jendela dari wawasan</p>
<p>Walau badai kebodohan melanda<br />
Walau kemalasan menjajah<br />
Aku tetap menuntutmu<br />
Sampai masaku hilang</p>
<p>Oh, Ilmu &#8230;<br />
Ukiran jati dirimu<br />
Kan terus membekas<br />
Dalam pikiran kami<br />
Walau umur ditelan zaman</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/safegoreti.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/safegoreti.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/safegoreti.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/safegoreti.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/safegoreti.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/safegoreti.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/safegoreti.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/safegoreti.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/safegoreti.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/safegoreti.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=336&subd=safegoreti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/03/puisi-timor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe18181a58ae4dfa0a151e94eafa885a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safegoreti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Contoh PRR- Bahasa Indonedia</title>
		<link>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/02/contoh-prr-bahasa-indonedia/</link>
		<comments>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/02/contoh-prr-bahasa-indonedia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 02:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safegoreti</dc:creator>
				<category><![CDATA[RPP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safegoreti.wordpress.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SEKOLAH                             : SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA
MATA PELAJARAN                        : BAHASA INDONESIA
KELAS/SEMESTER             : X/I
TAHUN PELAJARAN         : 2008/2009
Standar Kompetensi :
1. Mendengarkan
 Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung
Kompetensi Dasar :
1.1  Menanggapi siaran atau informasi dari  media  elektronik (berita dan nonberita) 
Indikator : 
1.1.1        Siswa mampu mendefinisikan kemampuan mendengarkan dengan tepat
1.1.2        Siswa mampu membedakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=332&subd=safegoreti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN</strong></p>
<p><strong>(RPP)</strong></p>
<p>SEKOLAH                             : SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA</p>
<p>MATA PELAJARAN                        : BAHASA INDONESIA</p>
<p>KELAS/SEMESTER             : X/I</p>
<p>TAHUN PELAJARAN         : 2008/2009</p>
<p><strong>Standar Kompetensi :</strong></p>
<p>1. Mendengarkan</p>
<p> Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung</p>
<p><strong>Kompetensi Dasar :</strong></p>
<p>1.1  Menanggapi siaran atau informasi dari  media  elektronik (berita dan nonberita) </p>
<p><strong>Indikator : </strong></p>
<p>1.1.1        Siswa mampu mendefinisikan kemampuan mendengarkan dengan tepat</p>
<p>1.1.2        Siswa mampu membedakan perbedaan          mendengarkan dan mendengar dengan tepat</p>
<p>1.1.3        Siswa mampu menuliskan pokok-pokok isi berita ke dalam beberapa kalimat dengan urut dan mudah dipahami.</p>
<p>1.1.4        Siswa mampu menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis secara runtut dan jelas.</p>
<p>1.1.5        Siswa mampu mengajukan pertanyaan/tanggapan berdasarkan  informasi yang didengar  (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).</p>
<p><strong>Alokasi waktu :</strong> 2 X 45 menit.                </p>
<ol>
<li><strong>1.      </strong><strong>Tujuan pembelajaran:</strong></li>
</ol>
<p>1.1.1        Siswa dapat mendefinisikan pengertian mendengarkan dengan tepat.</p>
<p>1.1.2        Siswa dapat membedakan perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan tepat.</p>
<p>1.1.3        Siswa dapat menuliskan isi berita ke dalam beberapa kalimat dengan urut dan mudah dipahami.</p>
<p>1.1.4        Siswa dapat menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis secara runtut dan jelas.</p>
<p>1.1.5        Siswa dapat mengajukan pertanyaan/tanggapan berdasarkan  informasi yang didengar  (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).</p>
<ol>
<li><strong>2.      </strong><strong>Materi pembelajaran:</strong></li>
</ol>
<p>2.1  Definisi mendengarkan</p>
<p>Mendengarkan adalah menyimak (listening) yaitu mendengarkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, memperhatikan, mengindahkan. Mendenagrkan dilakukan dengan sengaja dan sadar serta melibatkan pikiran dan perasaan (Suryanto, Alex dan Agus Haryanto. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Tangerang: Esis.)</p>
<p>2.2  Perbedaan mendengarkan dan mendengar</p>
<p>Kebanyakan dari kita tidak dapat membedakan pengertian istilah mendengar dan mendengarkan. <em><span style="text-decoration:underline;">Mendengarkan</span></em> mengandung pengertian dapat menangkap bunyi/suara dengan alat dengar/telinga. <em><span style="text-decoration:underline;">Mendengar</span></em> lebih banyak dilakukan secara tidak sengaja. Istilah lain yang lebih tepat untuk mendengarkan adalah menyimak (<em>listening</em>) yaitu mendengarkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, memperhatikan, mengindahkan. Istilah tersebut mengandung pengertia lebih mendalam dibandingkan dengan istilah pertama. Mendengarkan dilakukan dengan sengaja dan sadar  serta melibatkan pikiran dan perasaan. Secara singkat kedua istilah itu (mendengarkan dan mendengar) dapat dilihat pada tabel dibawa ini.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="541">
<tbody>
<tr>
<td width="32" valign="top"><strong>No</strong></td>
<td width="246" valign="top"><strong>Mendengar</strong></td>
<td width="264" valign="top"><strong>Mendengarkan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="32" valign="top">1</td>
<td width="246" valign="top">Dapat menangkap bunyi</td>
<td width="264" valign="top">Menangkap bunyi</td>
</tr>
<tr>
<td width="32" valign="top">2</td>
<td width="246" valign="top">Hanya menggunakan telinga</td>
<td width="264" valign="top">Menggunakan telinga, melibatkan pikiran, dan perasaan</td>
</tr>
<tr>
<td width="32" valign="top">3</td>
<td width="246" valign="top">Dilakukan dengan tidak sengaja dan tanpa sadar</td>
<td width="264" valign="top">Dilakukan dengan sengaja dan secara sungguh-sungguh</td>
</tr>
<tr>
<td width="32" valign="top">4</td>
<td width="246" valign="top">Dilakukan tanpa konsentrasi</td>
<td width="264" valign="top">Dilakukan dengan penuh konsentrasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="32" valign="top">5</td>
<td width="246" valign="top">Tidak ada tujuan tertentu</td>
<td width="264" valign="top">Bertujuan menyampaikan informasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="32" valign="top">6</td>
<td width="246" valign="top">Pesan suara belum tentu dikirim ke otak</td>
<td width="264" valign="top">Pesan suara dikirim ke otak</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> (Suryanto, Alex dan Agus Haryanto. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Tangerang: Esis.)</p>
<p>2.3  Menuliskan isi berita ke dalam beberapa kalimat dengan urut dan muda dipahami.</p>
<p>Setiap berita mengandung isi informasi yang penting. Dalam  dunia jurnalistik, pokok informasi itu dikenal dengan rumusan 5W + 1H, yaitu singkatan dari <strong><em>what, when, where, who, why, dan how</em></strong>. Maksud nya, dalam berita yang ditulis dengan baik  dan benar, di dalamnya disampaikan apa yang terjadi, kapan terjadi, di mana terjadi, siapa yang mengalami, mengapa terjadi, dan bagaimana terjadi. Dalam berita keras (<em>hard news</em>) surat kabar yang ditulis dengan piramide terbalik , pokok-pokok isi berita tersebut tertuang pada bagian teras berita (<em>lead)</em>.</p>
<p>            <strong>Contoh  </strong></p>
<p>Simaklah berita yang berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes</p>
<p>                             Paulus II ke Indonesia” dan tulislah isi berita tersebut.                               </p>
<p><em>Berdasarkan hasil tayangan berita tersebut, p</em><em>erhatikan contoh</em><em> </em><em>unsur-unsur berita di bawa </em><em>ini</em><em>!</em></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="456" valign="top">
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>siapa</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II </strong><strong> </strong></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>mengapa</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>ke Indonesia</strong></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>apa</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>di mana</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>bagaimana</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>kapan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Paus Yohanes Paulus</em><em> II</em> kepala Negara Vatikan yang juga <em>pimpinan agama Katolik seluruh dunia</em> berkenan <em>mengunjungi para dombanya (umatnya)</em> di <em>Indonesia</em> pada <em>9</em><em>-15 Oktober 1989.</em> Seperti biasanya, <em>setelah turun dari pesawat, Sri Paus langsung mencium tanah sebagai tanda cinta kasihnya terhadap negara dan bangsa yang dikunjunginya. Dari Bandara Halim Kusuma, Paus langsung menuju istana merdeka guna bertemu Presiden Soeharto dan dilanjutkan upacara kebangsaan dengan mengumandangkan lagu kebanggsaan kedua negara dengan disambung kentuman meriam dua puluh satu kali. Paus berkenan mengunjungi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Keuskupan Ende-Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, dan Jawa Tangah.</em><strong> </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>2.4  Menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis secara runtut dan jelas</p>
<p>Setelah menuliskan isi berita yang berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia”, sampaikanlah secara lisan secara runtut dan jelas dengan memeperhatikan unsusr-unsur berita (5W + 1H) yaitu:</p>
<ol>
<li>Siapa         : Paus Yohanes Paulus II</li>
<li>Apa           : Seperti biasanya, setelah turun dari pesawat, Sri Paus</li>
</ol>
<p>                    langsung mencium tanah sebagai tanda cinta kasihnya</p>
<p>                    terhadap negara dan bangsa yang dikunjunginya.</p>
<ol>
<li>Di mana     :  Indonesia</li>
<li>Kapan        : 9-15 Oktober 1989
<ol>
<li>Mengapa     : Pimpinan agama Katolik berkenan mengunjungi para</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p> dombanya (umatnya).</p>
<ol>
<li>Bagaimana : Dari Bandara Halim Kusuma, Paus langsung menuju istana merdeka guna bertemu Presiden Soeharto dan dilanjutkan upacara kebangsaan dengan mengumandangkan lagu kebanggsaan kedua negara dengan disambung kentuman meriam dua puluh satu kali. Paus berkenan mengunjungi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Keuskupan Ende-Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, dan Jawa Tangah.</li>
</ol>
<p>2.5  Mengajukan  pertanyaan/tanggapan berdasarkan  informasi yang didengar  (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).</p>
<p>Menurut  Alex Suryanto dan Agus Haryanto dalam buku Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia, pemirsa yang cerdas tidak mungkin menerima informasi begitu saja. Dengan nalar dan penagalaman yang dimiliki, dia akan menganalisis dengan cermat  informasi itu sebelum menerimanya.  Selanjutnya ia akan menanggapi informasi  itu agar semakin memahami maksud yang terkandung dalam cerita tersebut. Menanggapi informasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya yaitu dapat melontarkn pertanyaaan-pertanyaan kritis yang menggugat. Dengan berbagai pertanyaan ia akan memperoleh informasi yang akurat karena dengan cara itu ia menyaring informasi. Pertanyaan itu bukan sekedar  menggungkapkan fakta di permukaan, melainkan menelusuri sumber-sumber timbulnya suatu persoalan. Bukan sekedar ingin mengetahui apa, siapa, kapan, dan di mana melainkan mengetahui bagaimana dan mengapa.</p>
<p><strong>Contoh </strong><strong> </strong></p>
<p>Pertanyaan:</p>
<ol>
<li>Mengapa Sri paus Yohanes Paulus II berkunjung ke Indonesia, padahal Indonesia</li>
</ol>
<p>          adalah negara Muslim!</p>
<ol>
<li>Bagaimana pemimpin umum agama Katolik ini menjalin hubungan dengan negara-negara yang bermayoritas bukan agama Katolik!</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>3.      </strong><strong>Metode Pembelajaran</strong></li>
</ol>
<p>Metode pembelajaran: <em>kooperatif learning</em> dan  penugasan</p>
<ol>
<li><strong>4.      </strong><strong>Langkah-langkah pembelajaran</strong></li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="32" valign="top"><strong>No</strong></td>
<td width="473" valign="top"><strong>Kegiatan</strong></td>
<td width="103" valign="top"><strong>Alokasi waktu</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="32" valign="top">1</td>
<td width="473" valign="top">Kegiatan Pendahuluan</p>
<ol>
<li>Apersepsi</li>
<li><em>b.      </em><em>Brainstorming</em></li>
</ol>
</td>
<td width="103" valign="top">2  menit5 menit</td>
</tr>
<tr>
<td width="32" valign="top">2</td>
<td width="473" valign="top">Kegiatan Inti</p>
<ol>
<li>Siswa diajak tanya jawab oleh guru tentang  pengertian mendengarkan serta perbedaan mendengarkan dan mendengar.</li>
<li>Siswa menyimak berita yang berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia” sambil mencatat  pokok-pokok penting dari tayangan berita tersebut.</li>
<li>Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.</li>
<li>Siswa berdiskusi untuk menyatukan berbagai informasi guna membentuk suatu teks yang utuh berdasarkan  unsus-unsur penting dalam berita, yaitu apa, kapan, di mana, siapa, mengapa, dan bagaimana.</li>
<li>Salah seorang dari masing-masing anggota diminta untuk menyampaikan/membacakan kesimplann pokok-pokok informasi  dari tayangan berita tersebut di depan kelas.</li>
<li>Setiap kelompok mendapat masukan/tanggapan dari guru.</li>
</ol>
</td>
<td width="103" valign="top">10  menit</p>
<p>12  menit</p>
<p>3     menit</p>
<p>10  menit</p>
<p>15 menit</p>
<p>3 menit</td>
</tr>
<tr>
<td width="32" valign="top">3</td>
<td width="473" valign="top">Kegiatan Penutup</p>
<ol>
<li>Refleksi</li>
<li>Siswa diberikan tugas rumah oleh guru</li>
</ol>
</td>
<td width="103" valign="top">4   menit</p>
<p>3  menit</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li><strong>5.   </strong><strong>Sumber Pembelajaran</strong></li>
<li>Suryanto, Alex dan Agus Haryanto. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Tangerang: Esis.</li>
<li>CD In Loving Memory Bapa Suci Yohanes Paulus II, Cahaya dari Krakow. 2005. Keuskupan Agung Jakarta.</li>
<li><em>c.       </em><em>Kompas, </em>Selasa 16 Maret 2009<em> </em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li><strong>6.   </strong><strong>Penilaian</strong></li>
</ol>
<p>Jenis penilaan teknis tes dan non tes</p>
<p><strong><em>Bentuk tes  tertulis</em></strong></p>
<p>6.1  Apa yang dimaksud dengan mendengarkan!</p>
<p>6.2  Apa perbedaan antara mendengar dan mendengarkan!</p>
<p>6.3  Identifikasikanlah isi berita di bawa ini ke dalam rumusan 5W+1H (waht/apa ,who/siapa,  why/mengapa, when/kapan,  where/di mana, dan how/bagaimana).</p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Simaklah pembacaan berita  bawa ini.</span></em></strong></p>
<p><strong>A Simanjuntak Sedih atas Nasionalisme Gererasi Muda</strong></p>
<p>Alfred Simanjuntak, pencipta lagu “Bangun Pemuda-Pemudi”, merasa sedih melihat kondisi muda-mudi Indonesia menjelang ulang tahun kemerdekaan ke-61 mendatang. Komponis berusia 82 tahun itu melihat telah terjadi kemerdekaan serius pada generasi muda sekarang. “Generasi muda tidak dinamis karena terlena dengan budaya konsumtif. Nasionalisme mereka sangat kurang, cenderung individualis, egois, jauh sekali dengan ketika saya masih muda,” kata Alfret selepas memimpin paduan suara anak Indonesia di Erasmus Huis, Jakarta yang antara lain menyanyikan lagu “<em>Unite the Children of the World</em>”, kata komponis itu. Ia bercerita bahwa ia pernah berberilya ke Yogyakarta pada 1949, saat ibu kota Indonesia beralih sementara ke kota gudeg itu. Saat itu, semangat pemuda Indonesia sangat menggebu menunjukkan diri sebagai pemuda terbaik di dunia kepada bangsa luar. “Tanpa rasa minder,” ujarnya.</p>
<p>(Dikutip dari ANTARA, Jakarta, 12 Agustus 2006)</p>
<p><strong><em>              Bentuk tes lisan</em></strong></p>
<p>6.4 Sampaikanlah secara lisan isi berita berjudul “Diskusi dan Apresiasi Karya Sampaikanlah  </p>
<p>    secara lisan isi berita berjudul “A Simanjuntak Sedih atas Nasionalisme Gererasi Muda.</p>
<p>6.4  Buatlah 2 pertanyaan/tanggapan berdasarkan  informasi yang didengar dan sampaikan secara lisan (menyetujui, menolah, menambahkan pendapat).</p>
<ol>
<li><strong>7.   </strong><strong>Kunci Jawaban</strong></li>
</ol>
<p>7.1  Mendengarkan adalah menyimak (listening) yaitu mendengarkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, memperhatikan, mengindahkan. Mendenagrkan dilakukan dengan sengaja dan sadar serta melibatkan pikiran dan perasaan.</p>
<p>7.2  Perbedaan mendengar dan mendengarkan</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="594">
<tbody>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>No</strong></td>
<td width="295" valign="top"><strong>Mendengar</strong></td>
<td width="263" valign="top"><strong>Mendengarkan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">1</td>
<td width="295" valign="top">Dapat menangkap bunyi</td>
<td width="263" valign="top">Menangkap bunyi</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">2</td>
<td width="295" valign="top">Hanya menggunakan telinga</td>
<td width="263" valign="top">Menggunakan telinga, melibatkan pikiran, dan perasaan</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">3</td>
<td width="295" valign="top">Dilakukan dengan tidak sengaja dan tanpa sadar</td>
<td width="263" valign="top">Dilakukan dengan sengaja dan secara sungguh-sungguh</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">4</td>
<td width="295" valign="top">Dilakukan tanpa konsentrasi</td>
<td width="263" valign="top">Dilakukan dengan penuh konsentrasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">5</td>
<td width="295" valign="top">Tidak ada tujuan tertentu</td>
<td width="263" valign="top">Bertujuan menyampaikan informasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">6</td>
<td width="295" valign="top">Pesan suara belum tentu dikirim ke otak</td>
<td width="263" valign="top">Pesan suara dikirim ke otak</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>7.3  Isi informasi dari berita yang disimak dengan rumusan 5W + 1H  dengan benar.</p>
<p><strong><em>Apa       </em></strong><em>: </em>Usaha untuk menggeliatkan kreatifitas berbagai komunitas film indie<em> </em></p>
<p><strong><em>Siapa     </em></strong><em>: </em>Forum Gambar Gerak<em> </em></p>
<p><strong><em>Kapan    </em></strong><em>: </em>Selasa, (17/3) pukul 19.30-21.30,<em></em></p>
<p><strong><em>Di mana</em></strong><em>: G</em>edung Situs Kriya, kompleks Jogya Nasional Museum (JNM), Jalan Amri</p>
<p><strong><em>                 </em></strong>Yahya, Gampingan, Wirobrayan, Yogyakarta.</p>
<p><strong><em>Mengapa :</em></strong> Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat muncul terobosan kreatif yang</p>
<p><strong><em>                  </em></strong>dapat memberikan kontribusi perkembangan komunitas film indie.</p>
<p><strong><em>Bagaimana :</em></strong><em> </em>Kegiatan akan diisi dengan diskusi dan apresiasi terhadap film karya</p>
<p><strong><em>                       </em></strong>sejumlah komunitas.</p>
<p>7.4  Penyampaian secara lisan isi berita berjudul “Diskusi dan Apresiasi Karya Film Indie” yang telah ditulis secara runtut dan jelas.</p>
<p><strong>Diskusi dan Apresiasi Karya Film Indie</strong></p>
<p>Sebagai salah satu usaha untuk menggeliatkan kreatifitas berbagai komunitas film indie di Yogyakarta, Forum Gambar Gerak kembali mengadakan acara apresiasi karya film melalui kegiatan “Selasa Menonton # 2”. Kegiatan tersebut akan dilakukan hari Selasa, (17/3) pukul 19.30-21.30, di gedung Situs Kriya, kompleks Jogya Nasional Museum (JNM), Jalan Amri Yahya, Gampingan, Wirobrayan, Yogyakarta. Kegiatan akan diisi dengan diskusi dan apresiasi terhadap film karya sejumlah komunitas. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat muncul terobosan kreatif yang dapat memberikan kontribusi perkembangan komunitas film indie.</p>
<p>7.2 Pertanyaan/tanggapan secara lisan berdasarkan  informasi yang didengar  (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).</p>
<p><strong>Contoh:</strong></p>
<p>7.5.1        Saya setuju dengan kegiatan tersebut karena kegiatan itu sebagai stimulus agar muncul terobosan kreatif yang dapat memberikan kontribusi perkembangan komunitas Film Indie.</p>
<p>7.5.2        Selain apresiasi karya film, kegiatan apa saja yang harus dilakukan untuk tetap mempertahankan karya film?</p>
<p><strong>8     </strong><strong>Pedoman Penilaian :</strong></p>
<p>      Penilaian naratif</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="37" valign="top">No</td>
<td width="527" valign="top">Kriteria Penilaian</td>
<td width="60" valign="top">Skor</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">1</td>
<td width="527" valign="top">Tes tertulis 1</p>
<ol>
<li>Siswa mendapat skor 10 apabila mampu mendefinisikan pengertian mendengarkan dengan benar.</li>
<li>Siswa mendapat skor 5 apabila kurang mampu mendefinisikan pengertian mendengarkan dengan benar.</li>
<li>Siswa mendapat skor 1 apabila tidak mampu mendefinisikan pengertian mendengarkan dengan benar.</li>
</ol>
<p>Tes tertulis 2</p>
<ol>
<li>Siswa mendapat skor 10 apabila mampu menyebutkan5-6 perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan benar.</li>
<li>Siswa mendapat skor 5 apabila mampu menyebutkan 3-4 perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan benar.</li>
<li>Siswa mendapat skor 3 apabila mampu menyebutkan 1-2 perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan benar.</li>
<li>Siswa mendapat skor 1 apabila tidak dapat menyebutkan  perbedaan antara mendengarkan dan mendengar dengan benar.</li>
</ol>
<p>Tes tertulis 3</p>
<ol>
<li>Siswa mendapat skor 10 apabila mampu  menyebutkan pokok informasi dari berita yang disimak dengan rumusan 5W + 1H  dengan benar.</li>
<li>Siswa mendapat skor 5 apabila hanya  menyebutkan sebagian dari pokok informasi dari berita yang disimak dengan rumusan 5W + 1H.</li>
<li>Siswa mendapat skor 1 apabila tidak  menyebutkan pokok informasi dari berita yang disimak dengan rumusan 5W + 1H  dengan benar.</li>
</ol>
<p>Tes lisan 1</p>
<p>9            Siswa mendapat skor 10 apabila mampu  menyampaikan secara lisan isi berita berjudul “Diskusi dan Apresiasi Karya Film Indie” yang telah ditulis secara runtut dan jelas.</p>
<p>10        Siswa mendapat skor 5 apabila kurang mampu menjelas dengan runtut dan jelas secara lisan isi berita berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia.”</p>
<p>11        Siswa mendapat skor 1 apabila tidak mampu menjelas dengan runtut dan jelas secara lisan isi berita berjudul “Kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia.”</p>
<p>Tes lisan 2</p>
<ol>
<li>Siswa mendapat skor 10 apabila mampu  mengajukan 2 pertanyaan/tanggapan secara lisan berdasarkan  informasi yang didengar  (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).</li>
<li>Siswa mendapat skor 5 apabila mampu mengajukan 1 pertanyaan/tanggapan secara lisan berdasarkan  informasi yang didengar  (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).</li>
<li>Siswa mendapat skor 1 apabila tidak aktif mengajukan pertanyaan/tanggapan secara lisan berdasarkan  informasi yang didengar</li>
</ol>
<p>(menyetujui, menolak, menambahkan pendapat).</td>
<td width="60" valign="top">10</p>
<p>5</p>
<p>1</p>
<p>10</p>
<p>5</p>
<p>3</p>
<p>1</p>
<p>10</p>
<p>5</p>
<p>1</p>
<p>10</p>
<p>5</p>
<p>1</p>
<p>10</p>
<p>5</p>
<p>1</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>                                                                                                            Yogyakarta, 27 Juli 2009</p>
<p><strong>          </strong></p>
<p><strong>                                                            </strong>     Maria Goreti Safe</p>
<p>                                                                 NIM: 061224068</p>
<p><strong>        Mengetahui</strong></p>
<p>Dosen Pembimbing PPL                                                         Guru Pamong                                                 </p>
<p> Drs. G. Sukadi                                                           Th. Sasi Ambarwati, S.Pd.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/safegoreti.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/safegoreti.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/safegoreti.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/safegoreti.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/safegoreti.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/safegoreti.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/safegoreti.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/safegoreti.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/safegoreti.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/safegoreti.wordpress.com/332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=332&subd=safegoreti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safegoreti.wordpress.com/2009/11/02/contoh-prr-bahasa-indonedia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe18181a58ae4dfa0a151e94eafa885a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safegoreti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Drama</title>
		<link>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/drama-4/</link>
		<comments>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/drama-4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 10:37:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safegoreti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Drama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safegoreti.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[KESERAKAHAN
 
Narator :        Pada suatu hari hidup seorang raja yang bernama Lucia, Lucia adalah raja yang sangat jahat dan kejam di Iceland dan Lucia mempunyai seorang anak yang bernama Haru dan dia adalah pewaris tatah kerajaan.
Lucia:             Anak ku yang terhormat, datanglah ayah mau berbicara kepada mu.
Haru:              Baik ayah.
Lucia:             Anak ku, ayah sudah tua dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=329&subd=safegoreti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:center;text-indent:-72pt;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">KESERAKAHAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Narator :        Pada suatu hari hidup seorang raja yang bernama Lucia, Lucia adalah raja yang sangat jahat dan kejam di Iceland dan Lucia mempunyai seorang anak yang bernama Haru dan dia adalah pewaris tatah kerajaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Lucia:             Anak ku yang terhormat, datanglah ayah mau berbicara kepada mu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Baik ayah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Lucia:             Anak ku, ayah sudah tua dan tidak mampu memimpin kerajaan lagi dan ayah ingin memberikan tatah kerajaan kepada mu. Apakah kamu bersedia mengantikan posisi ayah ini?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Aku bersedia mengantikan posisi ayah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Narator:        Setelah ayahnya memberikan tatah kerajaan kepada haru 5 hari kemudian ayahnya mati, kemudian Haru langsung mengambil ahli kerajaan dan memberikan pengarahan kepada prajuritnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Wahai prajurit ku, kini ayahku suadah tiada dan ayah ku memberikan tatah kerajaannya kepadaku dan aku harap kalian bisa diandalkan. Jika ada yang menolak perintahku dia akan dihukum mati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Prajurit:          Siap tuanku!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Narator:        Setelah itu Haru memulai memimpin kerajaannya dan Haru lebih kejam daripada ayahnya, karena Haru merasa wilayahnya sempit maka dia pun mulai mempersiapkan prajuritnya untuk meyerang kerajaan lain dan memperluas wilayahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:               Wahai prajurit ku, besok kita akan mulai menyerang kerajaan lain untuk mempeluas kerajaan kita dan aku harap besok kita bisa menang dan jika menang kalian boleh merayakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Prajurit:          Hore!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Narator:        Setelah pagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Prajurit ku, ayo kita mulai peperangan ini dan raih kemenangan kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Narator:        Karena Haru tidak memiliki strategi maka kalah telak, setalah kalah Haru mulai mencari ahli strategi,ksatria tangguh, dan wakil raja. Ahli strategi bernama Cao-Cao, ksatria tangguh bernama Donrino dan wakil raja adalah Musica.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Cao-Cao:     Tuanku besok kita mau merebut wilayah mana?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Aku akan merebut wilayah selatan Greenland, menurut mu strategi bagaimana yang cocok untuk perang besok?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Cao-Cao:     Aku mempunyai strategi yang cukup kuat untuk menang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Strategi seperti apa?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Cao-Cao:     Begini tuanku, petama-tama kita akan mengirim prajurit kecil untuk menyerang pintu utamanya setelah itu kita akan menyerang pintu belakang mereka aku pasti dengan strategi itu kita  akan menang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Baiklah aku akan menggunakan strategi mu itu tapi aku akan mempertimbangkan dengan Musica dulu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Cao-Cao:     Baiklah tuanku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Musica bagaima menurutmu strategi Cao-Cao ini?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Mucica:        Menurutku strategi Cao-Cao juga boleh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Baiklah Cao-Cao aku akan mengunakan strategimu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Cao-Cao:     Terima kasih tuan telah mempercayai aku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Narator:        Ke esokan harinya mereka melakukan strategi yang diberikan oleh Cao-Cao dan akhirnya mereka pun menang, Haru sangat senang sekali sehingga merayakannya dengan meriah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Cao-Cao aku bangga padamu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Cao-Cao:     Terima kasih tuanku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Donrino kemari, beritau kepada prajurit kita bawah besok kita akan perang lagi untuk memperluas wilah kita lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Donrino:        Baik tuanku, aku akan segera memberitaukan kepada prajurit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Bagus-bagus, cepat laksanakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Donrino:        Prajurit ku besok kita akan perang lagi dan tuan Haru menginginkan kondisi prajuritnya siap tempur besok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Prajurit:          kita mengerti kakak Donrino.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Donrino:        Bagus, sekarang kalian istirahat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Prajurit:          Siap kakak donrino.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Narator:        Ke esokan harinya mereka pun siap tempur dan strateginya sama seperti strategi kemarin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Wahai prajurit ku ini akan menjadi kemenangan kita yang kedua, Donrino kamu akan menjadi ujun tombok di peperangan ini dan aku harap kamu bertanggung jawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Donrino:        Baik tuan ku semua perintahmu akan kujalankan dengan sempurna.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Bagus jawaban itu yang ingin kudengar dari kamu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Musica:         Kelihatannya tuan hari ini sangat bersemangat sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Kamu memang sangat pintar membaca hati orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Musica:         Hahahahahah….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Hahahahahahahaha…..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Donrino:        Maju…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Narator:        Karena pada hari itu semua semangat sekali maka pertempuran pun dimenangkan oleh Haru lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Aku bangga sekali dengan keberhasilan kita yang kedua, karena kalian berusaha dengan keras aku akan memberikan hadia kepada kalian semua yaitu pedang baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Prajurit:          Terima kasih tuanku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Donrino:        Tuanku engkau sangatlah bermurah hati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Hahahahah, ini belum seberapa buat ku. Hahahhahah…..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Musica:         Tuanku, besok kita akan menyerang wilayah mana lagi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Besok kita tidak akan menyerang dulu karena kita sudah 2 hari berturut-turut berperang sehingga aku hendak beristirahat dulu 1 hari ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Musica:         Baiklah tuanku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Narator:        Setelah beristirahat mereka pun berencana untuk merebut 2 wilayah lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Cao-Cao:     Tuanku sekarang kita hendak merebut wilayah mana?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Kita merebut konoha bagian utara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Cao-Cao:     Apa tuan tidak telalu cepat merebut wilayah tersebut?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Emang ada apa dengan wilayah tersebut?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Cao-Cao:     Di konoha bagian utara prajuritnya terlalu banyak mungkin 2 kali lipat prajurit kita tuanku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Apakah itu benar Musica?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Musica:         Itu bener tuanku hendaknya kita merebut konoha bagian barat saja dulu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru;              Baiklah kalau begitu aku akan bersabar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Cao-Cao:     Karena ini konoha bagian barat kita akan mengubah strategi sedikit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Apa strategi mu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Cao-Cao:     Begini tuanku, Pertama-tama kita akan meyerang pintu depan lalu kita berpura-pura mundur karena kekurangan prajurit, setelah itu kita akan langsung menyerang kembli dengan pasukan yang lebih bayak dari sebelumnya. Aku yakin dengan strategi ini kita pasti bisa menang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Baiklah Cao-Cao aku akan menggunakan strategimu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Narator:        Setelah paginya mereka bergegas berkumpul digaris depan yang kemarin malam direncanakan. Dan strategi Cao-Cao berjalan dengan sukses kembali setelah berhasil merebut wilayah konohan bagian barat Haru pun langsung mempersiapkan prajurit lebih banyak lagi agar memperebutkan wiliyah konoha bagian utara berhasil dengan lancer.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Cao-Cao, 3 hari lagi aku akan memperebutkan wilayah konoha bagian utara dan aku sudah mempersiapkan prajurit lebi banyak lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Cao-Cao:     Apakah tuan sudah mempikirkan itu matang-matang?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Aku sudah memikirkan dengan matang-matang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Cao-Cao:     Baik strategi kali ini kita akan meletakan Donrino pada barisan paling depan karena kekuatan Donrino sudah tidak diragukan lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              bener juga katamu, baik besok aku akan menyuruh Donrino untuk memimpin barisan depan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Narator:        Karena pada malam itu Donrino tidak bisa tidur maka dia tidak sengaja mendengar percakapan antara Cao-Cao dengan Haru dan setelah mendengar bawah kekuatannya sudah tidak diragukan lagi dia berencan untuk membunuh Haru karena menurut Donrino Haru adalah sosok raja yang sombong dan serakah. Matahari pun mulai terbit maka prajurit bergegas berkumpul dan membentuk posisi yang telah di rencanakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Donrino, pada pertarungan ini aku akan menaruhkan kamu pada posisi paling depan karena aku sudah mempercayai kamu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Donrino:        Baik!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Narator:        Setelah perang selasi dan itu merupakan perang terakhir maka Haru pun beristirahat selama 1 minggu. Disamping itu Donrino sudah mempersiapkan prajurit rahasia untuk membunuh Haru, setelah Donrino mendapat prajurit  lumayan kuat dan banyak maka pada hari istirat Haru Donrino mulai membatah perintah-perintah yang di berikan oleh Haru maka marah Haru dan meyuruh prajuritnya untuk menghukum mati Donrino.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Prajurit tangkap dia dan gantung dia di depan umum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Donrino:        Hai kau raja yang sombong dan serakah, kau pantas mati ditangan ku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Haru:              Apa kau bilang!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Donrino:        Dan kini ajal mu telah tiba, selama ini aku telah salah menilai kamu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="SV">Narator:        Akhirnya Donrino membunuh Haru dengan tangannya sendiri, setelah Donrino membunuh Haru maka Cao-Cao dan Musica pun segerah melarikan diri dari kerajaan Haru setelah itu kerajaan Haru pun runtuh dan wilayah yang diperebutkan dengan susah payah telah direbut oleh kerajaa lain. </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/safegoreti.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/safegoreti.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/safegoreti.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/safegoreti.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/safegoreti.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/safegoreti.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/safegoreti.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/safegoreti.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/safegoreti.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/safegoreti.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=329&subd=safegoreti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/drama-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe18181a58ae4dfa0a151e94eafa885a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safegoreti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Drama</title>
		<link>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/drama-3/</link>
		<comments>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/drama-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 10:21:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safegoreti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Drama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safegoreti.wordpress.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Traumei Yang Abadi
 
Tokoh :
 Recca
 Tokoh utama perempuan, umur 16 tahun
 Siswi progam regular ( kelas khusus), kelas 2 SMA
 Perhatian dengan teman-temannya (terutama Racca)
Keahlian : biola
Racca
Tokoh utama laki-laki, umur 16 tahun
Siswa jurusan musik (kelas khusus), kelas 2 SMA
Pendiam, jaga image (sifatnya cool), lemah dan halus hanya dengan Recca, teman masa kecil Recca
Keahlian : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=325&subd=safegoreti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;line-height:150%;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;">Traumei Yang Abadi</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong>Tokoh </strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><em><strong>Recca</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Tokoh utama perempuan, umur 16 tahun</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Siswi progam regular ( kelas khusus), kelas 2 SMA</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span>Perhatian dengan teman-temannya (terutama Racca)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Keahlian : biola</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"></span><strong><em>Racca</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span><!--[endif]-->Tokoh utama laki-laki, umur 16 tahun</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span><!--[endif]-->Siswa jurusan musik (kelas khusus), kelas 2 SMA</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Pendiam, jaga image (sifatnya cool), lemah dan halus hanya dengan Recca, teman masa kecil Recca</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Keahlian : biola</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"></span><!--[endif]--><strong><em>August</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span><!--[endif]-->Tokoh utama laki-laki, umur 16 tahun</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Siswa progam regular (kelas khusus), kelas 2 SMA</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Lemah, peduli dengan Recca, atletis</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;"><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Keahlian : piano</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"></span><!--[endif]--><strong><em>Nico</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Siswa jurusan musik (kelas khusus), kelas 3 SMA, umur 17 tahun</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Periang, mood maker, santai, selalu terlihat segar dan bugar.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span><!--[endif]-->Keahlian : terompet</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong><em>Lathias</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span><!--[endif]-->Siswi jurusan musik (kelas khusus), kelas 1 SMA, umur 15 tahun</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Pemalu, sopan, kagum dengan Recca</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Keahlian : clarinet</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><em><strong>Lachas</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Siswa jurusan musik (kelas khusus), kelas 1 SMA, umur 15 tahun</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Tukang tidur, bisa tidur dimana aja</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Keahlian : cello</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em>Radian</em></strong><span style="font-family:Wingdings;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;"><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Siswa jurusan musik (kelas khusus), kelas 3 SMA, umur 17 tahun, baik, sopan, sahabat Nico</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span><!--[endif]-->Seperti pangeran yang sempurna di mata para siswi jurusan musik</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;"><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Keahlian : flute</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><em><strong><span style="font-family:&quot;"></span>Nikka</strong></em><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Ibu Recca, periang, baik hati, mencemaskan anak satu-satunya</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span><!--[endif]-->Keahlian : berbagai jenis alat musik</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"></span><strong><em>Alva</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Guru musik dan dokter, pemalas, dan cuek is the best, tapi peduli</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Keahlian : piano</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"></span><!--[endif]--><strong><em>Kiriiyuu</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span>Kepala sekolah, dan ayah Recca, amat suka musik</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"></span><!--[endif]-->Keahlian : flute</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"></span><em>S</em><strong><em>eluruh s</em><em>iswa</em><em>/i</em></strong> jurusan musik dan progam regular</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;">Y<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Tertarik dengan konser musik</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"></span><strong><em>Pemuda yang lewat</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"></span><strong><em>Narator</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><em>(Adegen dimulai)</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Pemuda               : Duh! Hujan yang amat deras! Bagaimana ini?(kebingungan)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : Hei, pemuda yang disana. Sedang apa? Daripada kehujanan, lebih baik berteduhlah disini dahulu. Aku juga sedang berteduh.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Pemuda               : Aku? Bolehkah? (berjalan mendekati narrator, lalu duduk disebelahnya) aku sedang dalam perjalanan menemui teman masa kecilku.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narrator              : Hoo…. Teman masa kecil ya…. Bagaimana kalau kuceritakan sebuah kisah sambil menunggu hujan reda?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Pemuda               : Sebuah kisah? Hum, baiklah….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : Kisah yang akan kuceritakan ini perjuangan demi menyelamatkan nyawa teman masa kecilnya yang berharga. Sebelum itu, tutup matalah (sambil mengerlingkan mata, lalu pemuda itu menutup matanya). Bayangkanlah sebuah rumah yang mempunyai kebun yang luas, dan ada 2 orang remaja yang sedang bermain disana (Recca dan Racca masuk). Bukalah matamu….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Recca                  : Mainkan lagi Racca (agak antusias). Aku sangat suka bermain biola denganmu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : Tapi tekhnikku masih kalah darimu. Justru aku yang senang kamu bermain denganku.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Recca                  : Hahaha…. Kitakan sudah dari kecil bermain bersama. Jangan begitu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : Saat itu, ada seorang remaja yang hendak menyeberang kerumah tempat Recca dan Racca bermain, tetapi saat itu, ada sebuah truk yang berkecepatan tinggi ke arah anak remaja itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">August                 : Recca! Racca!(sambil melambaikan tangannya kepada mereka berdua yang sudah di depan gerbang rumah Recca)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Recca                  : Itu August. Eh, gawat! Awas! (berlari menerjang August, tapi saat mendorongnya, August hanya terdorong beberapa senti saja) Ups….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : Cih! Gawat! Recca!(langsung menerjang mereka berdua, Recca dan August terdorong ke depan rumah Recca, lalu menoleh) Haha. Ternyata aku yang tak bisa menghindar (tersenyum ke arah Recca dan August, truk itu langsung menabraknya, dan jatuh berlumuran darah)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Recca                  : Nggak… (kaget, histeris, dan menangis) Racca…. RACCA!!!! (pingsan)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">August                 : Racca! Recca!(ayah dan ibu Recca masuk dan mendekati mereka bertiga)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Kiiriyuu               : Recca! Racca! Astaga!(langsung mendatangi Racca)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">August                 : Om, Tante…. Maaf! Ini salahku! Sampai mereka….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Nikka                  : Sst.. Sudah, jangan katakan itu lagi. Tak apa. Kami tak menyalahkanmu. Rumah Sakit juga sudah kami telepon.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : Saat di Rumah Sakit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Alva                    : Pak KepSek, luka Racca memang parah, tapi 1 bulan lagi sudah sembuh dan dapat keluar Rumah Sakit. Hanya saja, Recca….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Nikka                  : Kenapa Va? Recca kenapa? (cemas)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Alva                    : Karena syok, dia tak sadarkan diri. Entah kapan bisa sadar. Tapi ada 1 cara meskipun tak tahu berhasil atau tidak. Yaitu, rekaman kebahagiaan. Tapi harus direkam oleh orang yang disayanginya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Kiiriyuu               : Berarti, kita harus menunggu sampai Racca pulih? (Alva mengangguk, Nikka menangis dipelukan Kiiriyuu)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : Selang 1 bulan, Racca yang sudah pulih total, sudah diberitahu tentang keadaan Recca. Recca pun sudah dirawat dirumahnya. Di sekolah….(anak-anak kelas khusus masuk, narrator, pemuda keluar)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Alva                    : Anak-anak, hari ini kalian akan mendapat teman baru. Dia baru saja sembuh dari kecelakaan. Racca, masuklah (Racca masuk)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : Selamat pagi, namaku Racca. Aku dari sekolah Saint Igna.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Alva                    : Oke. Sekarang bangkumu di sebelah August. (berjalan ke bangku yang ditunjukkan, lalu duduk)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">August                 : Kenapa? Kamu sudah sembuh? Recca bagaimana?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : Aku sudah sembuh. Recca masih harus istirahat. (mengeluarkan handycam)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Nico                    : Hei, namaku Nico. Ngomong-ngomong, buat apa handycam itu?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : (senyum) Bukan apa-apa. Hanya merekam.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Radian                 : Hei, sudah. Jangan ganggu privasi orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Nico                    : Iya-iya (malas-malasan) tapi sepi juga, Recca ngga masuk sampai 1 bulan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Lathias                : Apa boleh buat kan? Kalau Kak Recca nggak bisa masuk?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Alva                    : Wah, kalau tentang Recca kamu jadi berani ya?(senyum) Hei Lachas, jangan tidur!(memukul kepala Lachas pelan dengan buku)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Lachas                : Hoahem…. Pak guru ini, aku masih ngantuk…. (langsung tidur lagi)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Nico                    : Udahlah, Lachas emang gitu. Ngomong-ngomong, kamu bisa main alat musik apa?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : Memang kenapa?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">August                 : Uhuk. Begini, semua yang masuk kelas khusus pasti punya kelebihan. Baik dari jurusan musik maupun program regular, baik kelas 1, 2, atau 3 SMA.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Radian                 : Keahlianku flute, Nico terompet, Lachas yang sedang tidur itu pintar bermain cello, Lathias kembaran perempuannya clarinet, August piano, dan Recca biola.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Lathias                : Kak Recca disebut sebagai jenius di sekolah ini. Bagaimana denganmu?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">August                 : Begini ya, Racca ini juga main biola sama seperti Recca. Dia sahabat kecilnya Recca. Mereka berdua sudah go international.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Nico                    : Eh, apa? Berarti hebat dong! Ikut saja konser musik besok!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : Kapan?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Lachas                : 2½ bulan lagi. Hoahem. Buat penilaian musik nanti kalian sudah siap?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Nico                    : Wah! Gawat! Aku lupa! Aku latihan dulu di atap!(buru-buru lari pergi keluar)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Radian                 : Hah…. Orang itu memang selalu begitu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">August                 : Lebih baik kau juga menyiapkannya. (menepuk pundak Racca)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : 1 bulan kemudian</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : Recca, ini rekaman selama 1 bulan ini. Aku mohon kamu cepatlah sembuh. (menangis)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Recca                  : Racca. Makasih ya…</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : (kaget) Recca? Kamu, sudah bangun?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Recca                  : (menggeleng dan tersenyum) Ini hanya rohku yang terbangun. Tubuhku masih belum terbangun. (mendekati Recca dan mencium kening Racca. Narrator dan pemuda masuk)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : Semenjak itu, Racca dan Recca bisa berbincang-bincang, tetapi keduanya sama-sama terlihat sedih.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Pemuda               : Jadi, mereka tak bisa memegang tangan? Waktu bertemunyapun juga terbatas?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : Ya. Itu benar.(keduanya keluar)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Nico                    : Hey! Racca! Kemarin kemana? Sampai ngga masuk 3 hari. Hari ini kita latihan lho!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">August                 : Racca, jangan-jangan kamu kerumahnya?(memegang pundak Racca)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : Stop. Jangan lanjutkan.(menepis tangan August)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Nico                    : Hey, Radian. Konser itu, harus pakai baju yang bagus ya?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Radian                 : Pasti</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Nico                    : Kalau pakai celana jeans nggak boleh ya? Yang paling bagus.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Radian                 : He? Yang paling bagus ya? (narrator dan pemuda masuk)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narrator              : Semenjak itu, segala kegiatan yang membuat orang lain tertawa selalu direkamnya. 1 bulan kemudian</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Pemuda               : Apa Racca nggak masuk lagi untuk menyerahkan rekaman?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : Iya. Bahkan sampai 2 minggu. Karena kondisi Recca sempat memburuk. Jadi, Racca tinggal sementara selama 2 minggu. Saat ia kembali ke sekolah…..</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">August                 : Hey Racca! Jawab pertanyaanku! Kamu kemana 2 minggu ini? Nggak mikirin kita apa? (August menonjok Racca)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : Aku nggak perlu cerita semuanya ke kamu kan? Lebih baik kalian latihan dulu tanpa aku! (balas nonjok)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">August                 : Sialan kau! Aku nggak ngerti apa maumu! Kamu selalu mikirin dirimu sendiri!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Radian, Lathias    : Sudahlah. Jangan teruskan!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : Kalian tahu apa? (mulai menangis dan berteriak) Recca sampai sekarang nggak bangun-bangun juga! Aku udah nggak tahu harus ngapain lagi! Rekaman itupun juga percuma! Walaupun rohnya udah bangun! Tapi tubuhnya belum!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">August                 : Astaga! Jadi itu benar? (Racca mengangguk) Sorry, aku nggak tahu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Nico                    : Tapi belum benar-benar nggak berhasil kan? Kita coba aja rekam apa yang kita harapin ke Recca. Siapa tahu berhasil.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Lachas                : Lebih baik dicoba. Daripada tidak.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : 2 hari sebelum konser, rekaman itu selesai. Semua siswa di Saint Joseph turut berpartisipasi. Racca pulang untuk menyerahkan rekaman tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Pemuda               : Lalu?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">August                 : Jangan-jangan, Racca tidak datang?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Lachas                : Dia pasti datang. Aku jamin.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : Sorry telat.(tergopoh-gopoh) Tadi perjalanan kesini aku sempat tertabrak mobil. Tapi tak apa.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Radian, Nico       : Gawat! Lebih baik cepat diobati! Lathias!(Lathias mengangguk)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : Mereka mengakhiri konser itu dengan baik. Saat itu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Recca                  : Racca! (berlari kearah Racca, naik ke panggung, lalu memeluknya) Aku mimpi kamu ketabrak lagi. Aku nggak mau kehilangan kamu lagi! (menangis)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Racca                  : Recca, kamu sudah sadar? (Recca mengangguk) Aku juga berusaha keras agar selalu disampingmu. (memeluk erat Recca)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Recca                  : Buat semuanya, makasih ya, udah bikin aku bangun lagi dari tidur.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;line-height:150%;">(semuanya tersenyum ke arah Recca)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : Setelah itu, Recca ikut bermain 1 lagu. Semua yang ada disana benar-benar terpana melihat penampilan mereka bertujuh ditambah KepSek, Alva, dan Nikka. Alhasil, mereka bertujuh mendapat beasiswa keluar negri selama 3 tahun di tempat yang sama. Semua kenangan yang pernah terjadi takkan pernah terlupa dari mereka. Karena itu adalah kenangan yang berharga….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Pemuda               : Cerita yang bagus. Tapi, kenapa kau bisa tahu sedetail itu?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : Karena, (melepaskan jubahnya) aku adalah Alva, sang dokter dan guru musik. Cepatlah menemui orang yang berharga itu. Jangan sampai kehilangannya. Hujan juga sudah reda.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Pemuda               : Terima kasih sudah menceritakan kisah yang amat bagus itu. Aku pasti takkan melupakan cerita dan nasihatmu.(berdiri dan bergegas pergi)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Narator               : Uhuk…. Kalau pemuda itu begitu, bagaimana dengan kalian? Apakah kalian juga punya orang yang berharga buatmu?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/safegoreti.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/safegoreti.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/safegoreti.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/safegoreti.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/safegoreti.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/safegoreti.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/safegoreti.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/safegoreti.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/safegoreti.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/safegoreti.wordpress.com/325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=325&subd=safegoreti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/drama-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe18181a58ae4dfa0a151e94eafa885a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safegoreti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Drama</title>
		<link>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/drama-2/</link>
		<comments>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/drama-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 10:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safegoreti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Drama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safegoreti.wordpress.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Senja dengan kedamaian
Pelaku/Tokoh:
Dika	:  Anggota OSIS
Deka	: Teman Dika
Hadi	: Ketua OSIS
Ricky	: Anggota OSIS
Narator:
   Sebuah sekolah SMA di pinggir jalan raya, di Yogyakarta. Sebuah gerbang, seperti biasa terdapat di sekolahan dan tempat duduk kayu, bertolak belakang tempat duduknya sepasang kursi kayu yang sudah sedikit lapuk dimakan usia untuk duduk siswa-siswi yang sedang menunggu jemputan. SMA [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=323&subd=safegoreti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Senja dengan kedamaian</p>
<p>Pelaku/Tokoh:<br />
Dika	:  Anggota OSIS<br />
Deka	: Teman Dika<br />
Hadi	: Ketua OSIS<br />
Ricky	: Anggota OSIS<br />
Narator:<br />
   Sebuah sekolah SMA di pinggir jalan raya, di Yogyakarta. Sebuah gerbang, seperti biasa terdapat di sekolahan dan tempat duduk kayu, bertolak belakang tempat duduknya sepasang kursi kayu yang sudah sedikit lapuk dimakan usia untuk duduk siswa-siswi yang sedang menunggu jemputan. SMA itu adalah Pangudi Luhur.<br />
   Seperti sekolah pada umumnya, terdapat beberapa ekstra kulikuler yang beragam. Seorang siswa kelas menengah, yang bertubuh tinggi dan pintar mengikuti kegiatan OSIS. Dika namanya. Dika adalah siswa kelas 2 yang bersahabat, dia mempunyai sahabat, dia adalah Deka. Mereka sering disebut Duo PL. Pada hari Senin, akan terjadi rapat OSIS. Ketika hari senin, Dika bertemu dengan Deka di depan gerbang sekolah.<br />
Dika	: Wah, hari ini ada rapat OSIS, Dek.(Sambil menggaruk-garuk kepala)<br />
Deka	: Santai aja. Itukan udah kewajiban kamu, dinikmati aja.(Sambil berjalan memasuki gerbang)<br />
Dika	: Wah, tapi ini beda. Ada si Ricky, aku males banget nih.(Memasang muka siaga satu)<br />
Deka	: Wah parah, emangnya dia ikut OSIS???(mengucapkan kalimat dengan nada mengejek)<br />
Dika	: Kamu gimana sih? Dia kan ikut.(Sambil menjitak kepala Deka)<br />
Deka	: Aaaww!!!Lha emangnya dia gak pernah ikut rapat???(Membalas perlakuan Dika)<br />
Dika	: Wah, jarang banget tuh si Ricky ikutan rapat.(Memasuki kelas dengan lemas)<br />
Deka	: Kenapa sih loe???Belum sarapan???(Meletakkan tas di atas meja)<br />
Dika    : Hari ini benar-benar hari yang menyedihkan.(Duduk di kursi)<br />
Deka	: Masa seorang Dika kalah sama Ricky. Dilihat posturnya, kamu kan lebih baik dari si Ricky, masa kamu nyerah gara-gara dia?(Duduk di atas meja sambil memainkan gitar)<br />
Dika	: Bukan masalah baik atau nggak, ini masalah sifatnya. Dia kan cerewet banget, aku males kalo di gosipin sama dia, yang keluar dari mulutnya adalah racun bagiku.(Memasang tampang serius dan melihat Deka)<br />
Deka	: Walah kayak gitu di pikirin. Jangan terlalu serius menanggapi orang kayak gitu. Kamu kan pintar, rajin, dan…<br />
Dika	: Tidak suka menabung!!!(Menyahut Deka)<br />
Hadi	: Dika, nanti jangan lupa ada rapat ya.(Datang dengan tiba-tiba)<br />
Dika	: (Kaget)Ahh,Iya kak, nanti aku usahain datang.<br />
Hadi	: Jangan di usahain donk!!!Kamu harus datang lho, kamu diperlukan dalam rapat ini, kamu banyak membantu.(Merayu Dika)<br />
Dika	: Ya kak, aku datang. (Wajahnya agak gugup)<br />
Hadi	: Ya udah, aku pergi ke kelas dulu ya.(Pergi tanpa melihat Dika lagi)<br />
Deka	: Gimana?Jadi ikut rapat?(Tertawa pelan)<br />
Dika	: Kok kamu ketawa sih?Teman sedang susah gak di bantuin.?(Tiduran di meja)<br />
Deka	: Ya Tuhan, ini bulan puasa, jangan Zuudon sama orang lain.(Masih memainkan gitarnya)<br />
Dika	: Zuudon?<br />
Deka	: Zuudon itu artinya jangan curigaan.(Selesai memainkan gitarnya dan duduk di kursi)<br />
Dika	: Aku nggak curigaan kok, itu fakta!<br />
Deka	: Ya udah, gak usah di omongin, aku males dengernya.(Tiduran juga di meja)<br />
Dika	: Ya udah deh, aku hadapin semuanya.(Bangun dari tidurannya dan bersemangat)<br />
Deka	: Gitu donk, masa salah satu dari duo PL lemah sih.<br />
Dika	: Duo PL itu Cuma julukan, jangan kepedean.(Mencari-cari buku di tasnya)<br />
Deka	: Eh iya, Aku pinjem pr Akuntansi donk<br />
Dika	: Nih…(Memberikan buku ke Deka)<br />
Narator: Bell pun berdering,<br />
             Saat pulang sekolah.<br />
Deka	: Udah siap?(Berdiri di depan ruang OSIS)<br />
Dika	: Masih ada 10 menit lagi sebelum mulai.(Masih bingung)<br />
Deka	: Udah, masuk aja…(Mendorong Dika masuk ke ruang OSIS)<br />
Dika	: Oke, oke, oke, aku bisa sendiri.(masuk ke ruang OSIS, dan melihat sekitar. Di lihatnya Ricky sedang mengobrol dengan cewek-cewek di ruang OSIS)<br />
Ricky	: Hari jumat  kemarin, Nyokap gue pergi ke Eropa, bokap guwe pergi ke Arab.(Berbicara dengan nada sombong)<br />
Dika	: Ngapain?Jadi TKI ya???(Menyahut)<br />
Ricky	: Ya enggak lah. Orang tuaku kan kerja di luar negeri.(Melirik melihat Dika)<br />
Dika	: Oh, gue kira kerja jadi TKI di luar negeri.(Sedikit  tertawa)<br />
Ricky	: Ya gak mungkin lah.<br />
Hadi	: (Masuk ke ruang OSIS) Kita mulai rapatnya.<br />
Dika	: (Mengeluarkan selembar kertas dan bolpoin)<br />
Hadi	: 3 minggu lagi, sekolah kita akan mengadakan bazaar  jadi ada usulan?(mencatat di papan tulis dengan spidol)<br />
Ricky	: (Mengangkat tangan) Gimana kalau kita buat seperti festival. Ada pesta dansa, live concert, dan bazaar amal. Standar anak-anak sekolah kita sangat luar biasa, kan. Mereka akan memamerkan barang-barang asli sehingga anak-anak akan beli. Jadi semua barang itu akan dilelang. Tentu semua keuntungan yang didapat akan di ambil sekolah dan di sumbangkan ke panti asuhan.<br />
Dika	: (Berpikir sebentar, lalu berdiri) Aku pikir itu sangat tidak masuk akal<br />
Hadi	: Tidak masuk akal?<br />
Dika	: Bazaar seharusnya diisi barang-barang buatan siswa seperti kue, boneka, aksesoris. Tujuannya untuk saling merekatkan persahabatan. Begitu kan?<br />
Ricky <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> Menyahut ucapan Dika) Gila ya! Buat apa kue buatan sendiri dan aksesoris. Memangnya bazaar di kampung? Jangan bercanda.<br />
Dika	: (Balas menyahut) Siapa yang bercanda? Melelang barang-barang mahal di bazaar anak-anak            SMA, Bercanda ya?(Agak marah)<br />
Ricky	: (Diam)<br />
Hadi	: Memang benar sih. Kalau begitu kita lakukan voting. (Menulis nama Dika dan Ricky di papan tulis). Jadi, yang setuju dengan ide Ricky angkat tangan (Melihat tangan-tangan yang terangkat). Yang setuju dengan ide Dika angkat tangan (Melihat tangan-tangan yang terangkat). (Menghitung jumlah nilai Ricky dan Dika) Nilai untuk Ricky adalah 12, dan untuk Dika ada 18. Kita pakai idenya Dika, Dika buat proposalnya, hari sabtu harus sudah ada di tangan saya. Sekian dari rapat kita. (Berkemas-kemas)<br />
Dika 	: (Keluar dari ruang OSIS, menuju kantin) Hai Dek.<br />
Deka	: Hai Dik, cepet amat rapatnya. (Sambil menyeruput minumnya)<br />
Dika	: (Duduk di samping Deka) Gila si Ricky, usulannya gak mutu banget.(Mengambil sedotan dan menyeruput minuman Deka)<br />
Deka	: Emangnya kenapa?<br />
Dika	: Masa di sekolah kita mau diadakan bazaar barang-barang asli. Terus, ada live concert dan pesta dansa. Untung usulannya gak jadi.<br />
Deka	:  Wah parah tuh, horror.<br />
Dika	: Gue pulang dulu ya, mesti buat proposal untuk bazaar.(Pergi tanpa menoleh lagi)<br />
Narator : 3 minggu pun berlalu, bazaar di SMA Pangudi Luhur telah di mulai.<br />
Dika      : Wah, bazaarnya seru ya Dek. (Bergumam dengan senang)<br />
Deka	: Iya, Eh, si Ricky datang tuh sama teman-temannya. (Melihat Ricky dari kejauhan)<br />
Dika	: Biarin aja, kita nikmati acaranya aja. (Melihat-lihat sekitar)<br />
Ricky	: Heh Dik, apa maksudmu saat rapat OSIS 3 minggu yang lalu, kamu gak suka ideku?<br />
Dika	: Sejujurnya iya. Apa kamu gila dengan ide-ide kamu yang memberatkan teman-teman kita<br />
              yang  miskin? (Melihat Ricky)<br />
Ricky	: Alah, orang miskin di belain, Kamu ngajak berantem aku ya?(Menantang Dika)<br />
Deka	: Sorry, Dika nggak berminat lawan orang kayak kamu, feminim. (Menatap Ricky dengan<br />
              serius)<br />
Ricky	: Apa kamu bilang!(Memukul Deka)<br />
Deka	: (Balas memukul Ricky)<br />
Hadi	: Hei kalian (berteriak)!!! Jangan berkelahi disini. Ricky kamu kan anggota OSIS, kenapa<br />
               malah berantem.<br />
Deka	: Dia duluan yang mulai kak, dia gak terima kalau idenya Dika lebih diterima. (berbicara<br />
             dengan cepat sebelum dihentikan Ricky)<br />
Hadi	: Ohh, jadi kamu biang keroknya. Nanti kamu harus ketemu Pembina OSIS di ruang guru. Dan kamu Deka, sebagai hukuman karena berkelahi disini, kamu harus membantu anggota OSIS lainnya untuk membersihkan ruang kelas sehabis bazaar. (Hanya senyum melihat Deka, sambil mengedipkan mata)<br />
Deka	: Beres kak, aku memang mau bantu-bantu kok. Ayo Dik, kita lihat-lihat lagi bazaarnya. Dah      Ricky. (Nada mengejek Ricky)<br />
Ricky	: Cih…(Marah)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/safegoreti.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/safegoreti.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/safegoreti.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/safegoreti.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/safegoreti.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/safegoreti.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/safegoreti.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/safegoreti.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/safegoreti.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/safegoreti.wordpress.com/323/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=323&subd=safegoreti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/drama-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe18181a58ae4dfa0a151e94eafa885a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safegoreti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/322/</link>
		<comments>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/322/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 09:54:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safegoreti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/322/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk sementara belum ada, tapi tapi tungggu tanggal mainnya&#8230;okey&#8230;
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=322&subd=safegoreti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Untuk sementara belum ada, tapi tapi tungggu tanggal mainnya&#8230;okey&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/safegoreti.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/safegoreti.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/safegoreti.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/safegoreti.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/safegoreti.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/safegoreti.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/safegoreti.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/safegoreti.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/safegoreti.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/safegoreti.wordpress.com/322/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=322&subd=safegoreti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/26/322/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe18181a58ae4dfa0a151e94eafa885a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safegoreti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Puisi</title>
		<link>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/21/kumpulan-puisi/</link>
		<comments>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/21/kumpulan-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 23:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safegoreti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safegoreti.wordpress.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[            Ilmu Daun
Daun hijau, menguning, jatuh dan membusuk.
Tak beda dengan jagad di jaman ini
Kehidupan semakin berat dan mengerikan
Lihat,  banyak orang menjadi sengsara
Pengangguran memenuhi jagad ini
Sedangkan orang terlantar semakin membebani
 
Zaman apa ini?
Mengapa banyak orang seperti itu?
Apakah ini akibat hukum rimba?
Ataukah hanya kemalasan orang saja?
 
Andai ini dibiarkan, akan menjadi apa jagad ini?
Jagad yang dipenuhi tangisan?
Tangisan meminta sesuap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=318&subd=safegoreti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>            Ilmu Daun</strong></p>
<p>Daun hijau, menguning, jatuh dan membusuk.</p>
<p>Tak beda dengan jagad di jaman ini</p>
<p>Kehidupan semakin berat dan mengerikan</p>
<p>Lihat,  banyak orang menjadi sengsara</p>
<p>Pengangguran memenuhi jagad ini</p>
<p>Sedangkan orang terlantar semakin membebani</p>
<p> </p>
<p>Zaman apa ini?</p>
<p>Mengapa banyak orang seperti itu?</p>
<p>Apakah ini akibat hukum rimba?</p>
<p>Ataukah hanya kemalasan orang saja?</p>
<p> </p>
<p>Andai ini dibiarkan, akan menjadi apa jagad ini?</p>
<p>Jagad yang dipenuhi tangisan?</p>
<p>Tangisan meminta sesuap nasi?</p>
<p>Ataukah Jagad  yang dipenuhi kejahatan?</p>
<p>Karena yang miskin berlomba ingin memiliki kekayaan</p>
<p>yang kaya dengan cara mencuri</p>
<p> </p>
<p>Jangan biarkan ini menjadi</p>
<p>Buatlah daun itu bukan hanya kuning</p>
<p>Tetapi menjadi emas yang berkilauan</p>
<p>Agar tak banyak daun yang jatuh dan membusuk tiada guna</p>
<p> </p>
<p><strong>Beratnya Hidup</strong></p>
<p> </p>
<p>Jutaan ton pasir telah ia kumpulkan selama puluhan tahun</p>
<p>Puluhan truk sudah menghampiri ia selama ratusan hari</p>
<p>Ratusan keringat telah ia teteskan di setiap aliran air yang melewatinya</p>
<p>Dan hampir belasan jam per hari ia habiskan di atas sungai</p>
<p> </p>
<p>Walau sang hari enggan menutup diri</p>
<p>la tetap berkarya demi sesuap nasi untuk keluarganya</p>
<p>Taukah kamu? Bila sungai sedang banjir atau badai hujan sedang mendera,</p>
<p>mereka tidak bisa berbuat apa-apa</p>
<p>Lubang tambang tertutup air, arus sungai semakin deras,</p>
<p>dan air akan meluap naik</p>
<p> </p>
<p>Tetapi terkadang mereka berbuat nekat, karena anak menangis dan istri</p>
<p>menderita belum makan seharian.</p>
<p>Mungkin dalam setiap doanya, ia ingin menjadi orang yang serba kecukupan</p>
<p>dan tidak usah bersusah payah untuk menambang pasir</p>
<p> </p>
<p>Yah, itulah kehidupan penambang pasir di sungai</p>
<p>Yang sebagian besar waktunya ia abdikan kepada sungai</p>
<p>Andai sungai dibuat banjir oleh ulah manusia</p>
<p>Berarti manusia itu telah membuat penambang dan keluarganya menderita</p>
<p> </p>
<p><strong>Tak Mau Putus Belajar</strong></p>
<p> </p>
<p>Kegigihan dan ketekunan mewarnai kehidupanku</p>
<p>Impian dan angan menjadikan pemberi semangat dalam mengarungi hidup ini</p>
<p>Buku menjadi teman</p>
<p>Guru menjadi sahabat</p>
<p>Keceriaan selalu memancar dari wajahku</p>
<p>Dengan sepeda jawa yang mulai rapuh</p>
<p>Kukayuh menuju sekolah demi mengejar ilmu</p>
<p> </p>
<p>Tapi pada akhirnya semua itu kandas</p>
<p>Aku mulai murung, sedih, dan tak bersemangat</p>
<p>Ketika ayah berkata tak sanggup lagi menyekolahkan aku</p>
<p>Hatiku hancur</p>
<p>Serasa bumi ini berhenti</p>
<p>Angan pun menghilang meninggalkan aku</p>
<p>Sahabat juga akan meninggalkan aku</p>
<p> </p>
<p>Namun teman, kegigihan dan ketekunan masih setia bersamaku</p>
<p>Bersama teman aku akan mencari</p>
<p>anganku yang hilang</p>
<p>Dan percaya akan ada secercah harapan yang menanti</p>
<p> </p>
<p><strong>Liku-Liku Malam</strong></p>
<p> </p>
<p>Tabir surya telah menutup</p>
<p>Ratu malam mulai memancarkan sinar</p>
<p>Temaram lampu jalan pun turut menghias susana malam</p>
<p>Inilah pesta malam akan dimulai</p>
<p> </p>
<p>Riuh suara anak-anak jalanan mulai mengusik</p>
<p>Sepajang terotoar di sudut lampu merah menjadi peraduannya</p>
<p>Kejora menjadi kawan dan hujan menjadi lawan</p>
<p>Tak ketinggalan gitar menjadi sahabat.</p>
<p> </p>
<p>Merah menjadikan rejeki dan hijau perusak rejeki itu</p>
<p>Kertas menjadikan keberuntungan sedangkan koin menjadikan kesialan</p>
<p>Senyum menjadikan kebahagiaan sedangkan murung menjadikan kecemasan</p>
<p>Dan Trantib yang menghantui semuanya itu</p>
<p> </p>
<p>Sebentar lagi tengah malam mengampiri</p>
<p>Dan angin malam mengiringi mereka pulang</p>
<p>Mereka pulang dengan membawa segenggam kehidupan</p>
<p>Dan mereka pun tidur berselimutkan harapan esok akan lebih baik</p>
<p> </p>
<p><strong>Tangisan di Tujuh Koma Tiga</strong></p>
<p> </p>
<p>Lihatlah saudara</p>
<p>Begitu dahsyatnya</p>
<p>Gempa di Tasik Malaya</p>
<p>Tujuh koma tiga<em> </em></p>
<p>Datang tak terduga<em></em></p>
<p>Merobohkan berbagai bangunan</p>
<p>Merusakkan  keindahan sebuah kota</p>
<p>Hanaur hati melihat  keadaan</p>
<p>Kini hanya tersisa puing-puing reruntuhan kota</p>
<p>Yan<span style="text-decoration:underline;">g</span> sudah rata dengan tanah</p>
<p>Banyak orang yang bingung</p>
<p>Sebagian terlihat panik</p>
<p>Tidak sedikit yang takut</p>
<p>Walau hanya satu yang menjerit-jerit histeris</p>
<p>Tetapi semuanya masih diselimuti kegelisahan</p>
<p>Pedih dan perih hatiku</p>
<p>Melihat banyak orang yang terluka</p>
<p>Sebagian karban berdarah</p>
<p>Ada puluhan orang yang meninggal</p>
<p>Sehingga begitu banyak tangisan</p>
<p>Tuhan…</p>
<p>Berilah ketabahan dan kesabaran kepada mereka</p>
<p>Ingatkan kami pula untuk membantu mereka dalam doa</p>
<p>Kami semua percaya, Engkau  punya rencana, dan rencana-Mu selalu indah</p>
<p>Ingatkan  mereka pula bahwa hidup harus terus berjalan</p>
<p>Biar mereka menhadapi  semua ini dengan tegar</p>
<p>Mereka tidak sendiri</p>
<p>Kami berjuang membantu mereka</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><strong>Misdinar kecil di lorong Sakristi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ketika misa usai aku melangkahkan kakiku ke sakristi <strong></strong></p>
<p>Aku mendengar seseorang menangis di lorong itu <strong></strong></p>
<p>Lihatlah! Ada gadis kecil di sana<strong></strong></p>
<p>Dia duduk seorang diri, menangis tersedu-sedu <strong></strong></p>
<p>Seakan-akan ada yang berusaha untuk menyakitinya <strong></strong></p>
<p>Aku semakin mendekatinya perlahan dan ia pun melihatku <strong></strong></p>
<p>Ketika kutanya mengapa ia menangis<strong></strong></p>
<p>Dia minta maaf kepadaku<strong></strong></p>
<p>Mengapa? Mengapa dia harus minta maaf  kepadaku?<strong></strong></p>
<p>Ternyata dia merasa belum bisa melayani Tuhan dengan benar<strong></strong></p>
<p>Dia diejek oleh teman-temannya dan menjadi bahan omongan umat</p>
<p>Dia merasa sangat bersalah<strong></strong></p>
<p>Apa artinya sebuah kesalahan kecil <strong></strong></p>
<p>dibanding dengan pelayanan yang tulus <strong></strong></p>
<p>Tuhan, hatinya begitu murni dan lembut <strong></strong></p>
<p>Hatiku terasa perih mendengar jawabnya <strong></strong></p>
<p>Jujur, aku terharu mendengarnya<strong></strong></p>
<p>Oh Tuhan, itu jawaban terindah yang pernah aku dengar <strong></strong></p>
<p>Aku menenangkannya dan berjanji<strong></strong></p>
<p>Akan melatihnya supaya dia bisa melayaniMu dengan benar <strong></strong></p>
<p>Ada perasaan gembira tersirat di wajahnya yang mungil <strong></strong></p>
<p>Hatiku sangat bersyukur, Engkau mengirimkan malaikat kecil untukku <strong></strong></p>
<p>Malaikat kecil yang ingin melayaniMu dengan tulus<strong></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong>         Puisi untuk Ayah</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bagaikan sinar rembulan yang menyinari bumi <strong></strong></p>
<p>Engkau selalu ada disampingku dari waktu ke waktu <strong></strong></p>
<p>Yang selalu hadir dalam setiap derap langkahku <strong></strong></p>
<p>Yang selalu memberikanku semangat dan dorongan <strong></strong></p>
<p>Dan yang tak pernah letih menemaniku<strong></strong></p>
<p>Ayah wajahmu mengingatkanku akan sebuah perjuangan <strong></strong></p>
<p>Perjuangan yang panjang dan melelahkan yang tiada habisnya <strong></strong></p>
<p>Namun tak kudengar satupun kata yang terlontarkan dari bibirmu <strong></strong></p>
<p>Semuanya itu hanya untuk aku anakmu <strong></strong></p>
<p>Ayah maafkanlah aku yang telah buatmu kecewa<strong></strong></p>
<p>Yang telah buat hatimu hancur karena semua kesalahanku <strong></strong></p>
<p>Aku yakin hatimu pasti menangis<strong> </strong>melihat tingkah anakmu yang tak tahu balas budi<strong></strong></p>
<p>Ayah dapatkah kau dengar tangisan dari lubuk hatiku</p>
<p>Tangisan dari semua kesalahanku yang telah membuatmu kecewa</p>
<p>Tangisan yang mungkin bagiku tiada arti dan tiada berguna</p>
<p>Sepertinya kata maaf pun tak cukup untuk menebus semua kesalahanku</p>
<p>Ayah hanya sepucuk puisi yang mampu kupersembahkan untukmu</p>
<p>Terima kasih atas semua yang telah engkau berikan padaku</p>
<p>Pengorbananmu akan selalu menyertai derap langkahku</p>
<p>Sampai nanti hingga ujung usiaku</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sendiri di Sini</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Aku merasa diriku bagaikan besi tua tak berdaya</p>
<p>Yang tak pernah dihiraukan sepanjang masa</p>
<p>Meski kuberusaha menanti setia</p>
<p>Tetapi aku tetap terbuang sia-sia</p>
<p> </p>
<p>Hidupku sungguh terasa hampa</p>
<p>Tanpa kehadiranmu sang pelipur lara</p>
<p>Hatiku terasa ditusuk peluru baja</p>
<p>Saat kutahu kau pergi meninggalkan aku</p>
<p> </p>
<p>Rasa sedih ‘kan terus terasa</p>
<p>Sampai saat dirimu datang membawa penghangat jiwa</p>
<p>Jiwa yang telah lama menanggung lara</p>
<p>Jiwa yang menginginkan kehangatan cinta</p>
<p> </p>
<p><strong>Harapan Kosong</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Malam kelam datang membayang</p>
<p>Menyelimuti mimpi akan bayang-bayang suram</p>
<p>Gerutu hati tak dapat diam</p>
<p>Karena benalu tak kunjung hilang</p>
<p>Akankah aku harus menunggumu?</p>
<p>Ataukah aku harus mencari penggantimu?</p>
<p>Wahai pangeran impianku</p>
<p>Pangeran pembawa damai di kalbu</p>
<p>Penantianku ‘kan terus ada</p>
<p>Sampai saatnya tiba</p>
<p>Saat dimana aku bisa bahagia</p>
<p>Atau saat dimana aku harus melepas dirimu</p>
<p> </p>
<p><strong>Hidup Adalah Anugerah</strong></p>
<p> </p>
<p>Hidup ini bagaikan anugerah yang sangat indah</p>
<p>Dimana aku harus selalu melangkah</p>
<p>Menghadapi dunia yang penuh jeripayah</p>
<p>Dengan semangat pantang menyerah</p>
<p> </p>
<p>Sepatutnya kita tunjukkan kepada-Nya</p>
<p>Bahwa kita bisa</p>
<p>Bahwa kita tak serapuh manusia biasa</p>
<p>Bahwa kita telah mensyukuri kebesaranNya</p>
<p> </p>
<p><strong>        Kesepianku</strong></p>
<p> </p>
<p>Hari-hariku kini telah berganti</p>
<p>Disambut mendungnya alam ini</p>
<p>Alam yang tak kunjung menampakan mentari pagi</p>
<p>Hingga akhirnya aku harus menanti sendiri</p>
<p>Akankah ada yang akan menghibur hati</p>
<p>Saat aku sedang sendiri</p>
<p>Meratapi hari yang sepi</p>
<p>Tanpa kehadiranmu sang teman sejati</p>
<p>Kini aku mulai menyadari</p>
<p>Kehadiranmu membawa damai di hati</p>
<p>Tanpamu aku seperti orang mati</p>
<p>Dan rasa sepi akan terus melanda hati ini</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Hidup adalah Roda Berputar</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Walaupun aku terhempas</p>
<p>Di tengah kesepian</p>
<p>Aku bertanya pada diri</p>
<p>Mengapa ini terjadi</p>
<p>Apa salahku</p>
<p>Dosakah aku</p>
<p>Aku adalah manusia yang berdosa</p>
<p>Hanya memandang waktu berlalu</p>
<p>Yang memandang bulan malam</p>
<p>Melihat kerlib-kerlib bintang</p>
<p>Cahaya yang memukau</p>
<p> Kubimbing hidupku lagi</p>
<p>Tak kuserahkan masa depanku</p>
<p>Sebagai takdir yang kutanggung</p>
<p>Kukejar laut yang membiru</p>
<p>Agar tak dicuri masa terangku</p>
<p>Kutata hidupku kembali</p>
<p>Demi masa depan yang kudambakan</p>
<p>Aku bukanlah bintang berpijar di saat malam telah tiba</p>
<p>Tetapi aku hanyalah orang</p>
<p>Yang mengabdi padaMu, ya Bapa</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Kado Terindah</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Raut wajahnya penuh ketenangan</p>
<p>Matanya memandang penuh kasih</p>
<p>Tangannya membelai lembut</p>
<p>Senyumnya mendamaikan jiwa</p>
<p>Kau beri segala yang kubutuhkan</p>
<p>Kau korbankan jiwa dan ragamu</p>
<p>Demi sebuah kehidupan baru, yaitu aku</p>
<h1>Tak pernah kau tunjukan kesedihanmu</h1>
<p>Kau coba tutupi itu dariku</p>
<p>Tak ‘kan habis rasa sabarmu</p>
<p>Untuk setiap tindakan nakalku</p>
<p>Tak ‘kan habis kata maafmu</p>
<p>Bagiku</p>
<p>rasa sayang dan perhatianmu tak ‘kan habis</p>
<p>Tangisku jadi duka bagimu</p>
<h1>Tawaku jadi duka bagimu</h1>
<p>Bahagiaku jadi segalanya untukmu</p>
<p>Dan bagiku</p>
<p>Ibu, kau kado terindah yang Tuhan beri padaku</p>
<p>saat ini dan selamanya</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PENANTIAN</strong></p>
<p> </p>
<p>Aku takut awan gelap ini tak pergi</p>
<p>Aku takut tangis ini tak berakhir</p>
<p>Aku takut cobaan ini tak berujung</p>
<p>Beban ini terlalu berat untuk kupikul</p>
<p>Hidup tak semudah yang dibayangkan</p>
<p>Saat pilihan yang kudiambil salah</p>
<p>Itu hancurkan semuanya</p>
<p>Tapi ada satu keyakinanku</p>
<p>Tuhan tidak akan pernah tinggalkanku</p>
<p>Awan gelap itu boleh saja berganti hujan deras</p>
<p>Tapi akan ada pelangi yang mengakhirinya</p>
<p>            Setiap cobaan yang kita alami</p>
<p>Tuhan pasti telah siapkan akhir yang indah</p>
<p>Entah nanti atau saat ini</p>
<p>Hanya waktu dan penantian yang menjawab</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bencana Gempa Bumi</strong></p>
<p> </p>
<p>Saat mata belum terbuka</p>
<p>            Saat mentari belum menampakkan dirinya</p>
<p>Bumi berguncang tak disangka</p>
<p>            Semua orang terjaga setelah terjadi adanya bencana</p>
<p> </p>
<p>                        Ribuan rumah Kau jadikan rata</p>
<p>                        Ribuan jiwa melayang begitu saja</p>
<p>                        Tak pandang baik atau buruknya manusia</p>
<p>                        Juga tak pandang berapa usia mereka</p>
<p> </p>
<p>            Manusia hanya dapat berdoa dan berusaha</p>
<p>            Semoga arwah korban bencana senantiasa Kau terima</p>
<p>            Semua itu bukanlah hukuman bagi manusia</p>
<p>            Tetapi semua itu adalah peringatan bagi manusia</p>
<p>             untuk peduli terhadap sesamanya</p>
<p> </p>
<p>                        Kuberdoa kepadaMu Sang Perkasa</p>
<p>                        Ampunilah dosa mereka</p>
<p>                        Maafkanlah semua kesalahan umatMu</p>
<p>                        Hanya padaMulah kuberdoa<em></em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>         Tuhan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Belaian kasihMu<strong></strong></p>
<p>Melembutkan jiwaku</p>
<p>Di saat kumenunduk</p>
<p>Kau mengangkat daguku</p>
<p>Kau bagaikan pelita</p>
<p>Di dalam kegelapan</p>
<p> </p>
<p>Kasihmu s’lalu terpancar dalam hatiku</p>
<p>cintaMu yang tulus</p>
<p>kesabaranMu yang mendalam</p>
<p>adalah bunga abadi bagiku</p>
<p>Kau yang maha kuasa</p>
<p>Kau yang maha agung</p>
<p> </p>
<p>Aku sadar</p>
<p>Aku hanya manusai biasa</p>
<p>Kau detakkan jantungku</p>
<p>Kau bukakan pintu maaf  bagiku</p>
<p> </p>
<p>Oh Tuhan</p>
<p>Cahaya kasihMu akan kuletakkan dalam hatiku</p>
<p>Dan akan kubagikan kepada para umatMu</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p> </p>
<p>       <strong>Sahabat Jadi Cinta</strong></p>
<p> </p>
<p>Detik pertemuanku denganmu</p>
<p>menjadi sejarah mengukir mimpi</p>
<p>hari demi hari kulalui hanya bersamamu</p>
<p>indah tak terpandang diam tak bicara</p>
<p>Walaupun banyak waktu terbuang</p>
<p>Tuk memikirkan kehadiranmu di sisiku</p>
<p>Tawamu, senyummu, candamu</p>
<p>Selalu ada di benakku</p>
<p>Apakah ini yang dinamakan  &#8220;cinta pertama&#8221;?</p>
<p>Namun nyata yang tersirat dalam hidupku</p>
<p>Dua insan yang takkan pernah bisa bersatu</p>
<p>karena persahabatan adalah kunci kebersamaan kita</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>            <strong>Cinta Kasih Tuhan Sungguh Besar </strong></p>
<p> </p>
<p>Setiap detik engkau memberikan cinta kepada setiap orang</p>
<p>Tapi terkadang manusia tak sadar atas kemurahan hati-Mu</p>
<p>Setiap detik pula manusia mengabaikan-Mu</p>
<p>Mereka datang hanya meminta dan meminta kepada-Mu</p>
<p>Saat mereka senang tak ada yang mengingat Engkau</p>
<p>Sumber hidup dan kasih yang Engkau berikan</p>
<p>Bak air mengalir tenang yang tak ada hentinya</p>
<p>Tetapi Engkau tak mempedulikan semua itu</p>
<p>Engkau sembuhkan orang yang sakit</p>
<p>Engkau tak memandang kasta ataupun harta mereka</p>
<p>Kasih-Mu sungguh besar Tuhan</p>
<p>Bagiku Engkau adalah Bapa yang Maha Pengasih</p>
<p> </p>
<p><strong>     Kasih Bunda Sepanjang masa</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Aku tersenyum di ruang sepi dan sunyi</p>
<p>dimana hanya ada aku dan kenangan-kenangan bersamamu</p>
<p>Bunda, aku rindu kasih sayangmu</p>
<p>kau begitu sempurna di mataku</p>
<p>Bunda, sembilan bulan kau kandung aku dalam rahimmu</p>
<p>Kenakalanku menghiasi hari-harimu</p>
<p>lelah tak berarti bagimu untuk temani aku</p>
<p>kau rawat diriku dengan cinta kasihmu</p>
<p>Mengapa cintamu susah untuk aku lupakan</p>
<p>Kenangan bersamamu membuat aku sadar</p>
<p>Cintamu sungguh hebat tertanam di hatiku</p>
<p>dan selalu kukenang selamanya hingga akhir hayatku</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><strong>     Pancarkanlah</strong></p>
<p> </p>
<p>Jurang yang dalam ini</p>
<p>Kegelapan yang menakutkan</p>
<p>Hidup yang suram</p>
<p>Lumpur dosa melumuriku</p>
<p>Kuterperosok di dalamnya</p>
<p> </p>
<p>Cahaya tak kutemukan</p>
<p>Hingga kutak dapat keluar</p>
<p>Semuanya musnah begitu saja</p>
<p>Goresan dosa bertambah</p>
<p>Hidup tiada berarti lagi</p>
<p> </p>
<p>Tuhan, kumohon</p>
<p>Pancarkan kasih dan setiaMu padaku</p>
<p>Janganlah berpaling dariku</p>
<p>Kelaurkan aku dari jurang keberdosaan</p>
<p>Pulihkanlah aku kembali</p>
<p> </p>
<p> Aku percaya</p>
<p>Engkau takkan membiarkanku</p>
<p>Takkan meninggalkanku sendirian</p>
<p>Engkaulah Bapa dan Sahabatkku</p>
<p>Jalan kebenaran dan keselamatanku</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><strong>Remaja</strong></p>
<p> </p>
<p>Waktu semakin bergulir</p>
<p>Hari berganti tiada henti</p>
<p>Banyak cerita telah lahir</p>
<p>Mencoba mencari jati diri dalam prestasi</p>
<p> </p>
<p>Tumbuh dari hati mencoba berdiri</p>
<p>Punya hasrat punya niat</p>
<p>Untuk meraih cita-cita tertinggi</p>
<p>Yang impiannya lahir dari sebuah semangat</p>
<p> </p>
<p>Akankah itu tercapai?</p>
<p>Wahai para remaja</p>
<p>Capailah impian di tenggah badai</p>
<p>Ketika kekacauan menghantam bangsa</p>
<p>Dimanakah jiwa kesatriamu yang membara bagai api?</p>
<p>Wahai para remaja</p>
<p> </p>
<p>Wahai para remaja</p>
<p>Hadapilah masa depanmu</p>
<p>Karena engkau merupakan harapan bangsa</p>
<p>Dan ingatlah selalu akan negaramu</p>
<p> </p>
<p><strong>Senyumanmu</strong></p>
<p> </p>
<p>Waktu tak pernah terhenti</p>
<p>Terus berjalan menemani langkahku<strong></strong></p>
<p>Membuat setiap detik menjadi sebuah kenangan <strong></strong></p>
<p>Menciptakan mimpi dalam angan-anganku <strong></strong></p>
<p>Langkahku tak pernah terdiam <strong></strong></p>
<p>Terus berputar bagaikan jagad raya ini <strong></strong></p>
<p>Terus mengalir bagai air dalam keheningan <strong></strong></p>
<p>Yang terkadang tak tahu ke mana arahnya <strong></strong></p>
<p>Waktu  tak mungkin terulang lagi <strong></strong></p>
<p>Dan takkan pernah terulang <strong></strong></p>
<p>Tapi air mata ini terus membasahiku <strong></strong></p>
<p>Bayanganmu menjadi kenangan terindah<strong></strong></p>
<p>Yang takkan pernah terlupakan <strong></strong></p>
<p>Dalam kehidupan ini<strong></strong></p>
<p>Aku hanya ingin membuat kenangan dalam senyuman <strong></strong></p>
<p>Untuk mereka yang tersenyum</p>
<p>Aku hanya menghabiskan waktu hidupku <strong></strong></p>
<p>Dengan kebahagian mereka <strong></strong></p>
<p>Dalam terang duniamu</p>
<p>Dalam kegelapan duniamu <strong></strong></p>
<p>Membuat mimpi menjadi sebuah kenyataan <strong></strong></p>
<p>Tak ada lagi keheningan dalam hati ini</p>
<p>Hanya senyuman untukmu</p>
<p> </p>
<p><strong>Keheningan sebuah Kekecewaan</strong></p>
<p> </p>
<p>Keheningan menyapa hati</p>
<p>Tinggal dalam kebisuan yang tanpa arti</p>
<p>Suasana mendung menyelumuti raga</p>
<p>Sungguh kesendirian yang menyakitkan</p>
<p> </p>
<p>Hiruk-pikuk kota t’lah lenyap</p>
<p>Suasanan canda tawa tl’ah hilang</p>
<p>Bahkan detak jantung pun tak terdengar</p>
<p>Hanya terdengar suara tangis</p>
<p> </p>
<p>Menyisakan sebuah kekecewaan</p>
<p>Berbekas rasa sakit hati</p>
<p>Pergi dengan perkara batin</p>
<p>Menyesakkan s’luruh jiwa raga</p>
<p> </p>
<p><strong>Termenung</strong></p>
<p> </p>
<p>Hawa dingin merasuki sumsum tulang</p>
<p>Keheningan mengisi jiwa</p>
<p>Badan dianiaya hembusan angin</p>
<p>Nafas sesak terbalut penat</p>
<p> </p>
<p>Keramaian pergi menjauh dari anganku</p>
<p>Keheningan bersemayam di hati dan pikiran</p>
<p>Diam membisu dalam nafasku</p>
<p>Termenung dalam heningnya suasana</p>
<p> </p>
<p>Menatap tak tentu arah memandang</p>
<p>Pandangan kosong melamunkan sosoknya</p>
<p>Melamun dalam kegalauan hati</p>
<p>Kegalauan yang mengusik pikiran</p>
<p> </p>
<p>Sejuta perasaan berkecamuk dalam hati</p>
<p>Bercengkrama dalam kesunyian hati</p>
<p>Terdiam dalam bibir terkatup</p>
<p>Berbicara dalam kepenatan hati</p>
<p> </p>
<p><strong>Nyawa Hidupku</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ketika aku berjalan sendiri di sebuah lorong itu</p>
<p>Tak ada seseorang pun yang dapat menolongku</p>
<p>Bukanlah kamu ataupun dia</p>
<p>Tetapi hanyalah diriku seorang</p>
<p> </p>
<p>Aku tak tahu apa yang sedang ku alami</p>
<p>Akankah aku terjebak di sini seorang diri?</p>
<p>Ataukah aku akan keluar dari situ</p>
<p> karena seseorang yang menolongku?</p>
<p>Tidak&#8230;</p>
<p>Karena seseorang itu hanya datang dan menyamarkan semuanya</p>
<p>Bukan untuk menolongku</p>
<p> </p>
<p>Aku tak tahu apa yang sedang kualami</p>
<p>Kepada siapa aku harus mengeluh?</p>
<p>Dapatkah kupanggil nyawa hidupku?</p>
<p>Agar aku dapat berkeluh kesah kepadanya</p>
<p> </p>
<p>Aku tak tahu apa yang sedang kualami</p>
<p>Mungkin inilah kehidupan</p>
<p>Kehidupan yang hanya terasa hampa</p>
<p>Karena hidup adalah sebuah perjalanan mencari kebahagiaan</p>
<p>Sekaligus kehilangan kebahagiaan yang lainnya</p>
<p> </p>
<p>Karena setiap insani pasti akan mengalami hal itu</p>
<p>Apalah arti sebuah nyawa di dalamnya</p>
<p>Jika kita tak bisa menghargai kehidupan</p>
<p>Semuanya akan berlalu begitu saja</p>
<p> </p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><strong>Tuhanku</strong></p>
<p> </p>
<p>Aku tahu Kau selalu mendampingiku</p>
<p>Aku tahu Kau tak pernah meninggalkanku</p>
<p>Aku tahu Kau tak jauh dariku</p>
<p>Tak ada yang bisa menggantikan kasih sayang-Mu</p>
<p>Tak ada yang bisa menggantikan kemuliaan-Mu</p>
<p>Tak ada yang bisa menggantikan keagungan-Mu</p>
<p>Tuhan tempatku memohon</p>
<p>Tuhan tempatku meminta</p>
<p>Tuhan tempatku berlindung</p>
<p>Di setiap jalan kehidupanku</p>
<p>Kau tuntunku ke jalan yang benar</p>
<p>Di setiap jalan kehidupanku</p>
<p>Kau selalu memberiku yang terbaik</p>
<p>Saat aku jatuh</p>
<p>Kau angkat aku</p>
<p>Saat aku jatuh</p>
<p>Kau menopang aku</p>
<p>Walau tubuhku penuh dengan dusta dan dosa</p>
<p>Saat hati ini rapuh</p>
<p>Saat jiwa ini letih</p>
<p>Kau pulihkanku</p>
<p>Sebab kaulah Tuhan yang paling mengerti</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong>Jalan hidup dalam dirimu<em></em></strong></p>
<p> </p>
<p>Deg, Deg…</p>
<p>Denyut nadiku</p>
<p>Kupegang kertas penuh dosa</p>
<p>Dalam kantong permenku</p>
<p>Jantungku mulai membeku</p>
<p>Saat malaikat mulai berkkeliling</p>
<p>Otak mulai berputar</p>
<p>Walau tak karuan</p>
<p>Hari berlalu</p>
<p>Lampu gelap mulai menjadi terang</p>
<p>Pintu surga mulai terbuka</p>
<p>Walau hanya anganku</p>
<p>Malaikat mulai menjauh</p>
<p>Kulempar kartas penuh dosa</p>
<p>Dalam jurang perlindungan</p>
<p>Sayang &#8230;</p>
<p>Malaikat punya seribu mata</p>
<p>Malaikat munguap</p>
<p>Krek, krek&#8230;</p>
<p>Kertas harapanku</p>
<p>Semua umat diam</p>
<p>Diam menatapku</p>
<p>Sang malaikat mengusirku</p>
<p>Hatiku menangis</p>
<p>Menanti bulan menimpaku</p>
<p>Tapi sang malaikat berkata</p>
<p>Bulan menantimu</p>
<p>Tapi&#8230;</p>
<p>Tuhan menantimu juga</p>
<p>Tuk hidup dalam dirimu</p>
<p> </p>
<p><strong>Arus Kehidupan</strong></p>
<p> </p>
<p>Aku hanya mengikuti arus kehidupan</p>
<p>yang berlari dan terus berlari</p>
<p>dan tak  &#8216;kan pernah bisa kuhentikan</p>
<p> </p>
<p>Aku hanya mengikuti arus kehidupan</p>
<p>yang berputar dan terus berputar</p>
<p>dan tak &#8216;kan pernah bisa kuulang</p>
<p> </p>
<p>Aku hanya mengikuti arus kehidupan</p>
<p>yang berubah dan terus berubah</p>
<p>dan tak ’kan pernah bisa kembali</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><strong>Surat</strong><strong>  Untuk Tuhan</strong></p>
<p> </p>
<p>Tuhan</p>
<p>Dimanakah alamat surga?</p>
<p>Ketika aku terdiam diri</p>
<p>Kutulis semua peristiwa hidupku untuk-Mu</p>
<p>Terdengarkah suaraku?</p>
<p>Aku hanyalah semut kecil,</p>
<p>Lemah dan terinjak</p>
<p>Mengahapi dunia yang begitu besar</p>
<p>Dimanakah Engkau?</p>
<p> </p>
<p>Perjalanan hidup bagaikan koma. Yang ku temukan hanyalah koma, koma, dan koma. Tak ada titik dimana aku bisa berhenti. Menyudahi semua pergelutan panjang. Tak mudah temukan topangan hidup. Sebab yang begitu berarti akan hilang. Seiring dengan berjalanannya waktu, yang akan menghapus semua kenangan. Hanya aku akan terus melangkah. Menghadapi semua takdirku.</p>
<p> </p>
<p>Ketika waktu berlalu terlalu cepat</p>
<p>Detik demi detik, menit demi menit</p>
<p>Terus menerus berjalan tanpa lelah</p>
<p>Buat kuterhanyut dalam kesibukan</p>
<p>Hingga kusadari semua telah berubah</p>
<p>Aku  tak menjadi sama seperti dulu</p>
<p> </p>
<p><strong>   Kasih Tuhan</strong></p>
<p> </p>
<p>Di pagi yang cerah ini</p>
<p>Burung-burung merdu menyanyi dengan gembira</p>
<p>Udara yang sejuk menyegarkan hati</p>
<p>Sungguh agung dan indah kasihMu Tuhan</p>
<p> </p>
<p>Pencipta alam semesta nan indah</p>
<p>Dengan segala isinya</p>
<p>karyaMu sungguh sempurna Tuhan</p>
<p>atas kebesaran dan keagunganMu</p>
<p> </p>
<p>Engkau selalu memberi kepada kami</p>
<p>Walau kami jarang berterima kasih padaMu</p>
<p>Tetapi Engkau selalu membimbing kami</p>
<p>Kami merasa kecil di hadapanMu Tuhan</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p> </p>
<p><strong>Tatapan Indoensia</strong></p>
<p> </p>
<p>Indonesia merintih</p>
<p>Indonesia menangis</p>
<p>Harga diri yang dibangun, hancur sudah</p>
<p>Budaya, politik, sudah teracuni</p>
<p> </p>
<p>Racun yang masuk, bagaikan t’lah membusuk di darah daging</p>
<p>Hancur sudah, semua impian yang kuharapkan pada Indonesia</p>
<p>Hanya impian semu yang tertinggal</p>
<p>Kau telah berubah, negaraku</p>
<p>Masyarakat, budaya, politik yang dulu diagungkan</p>
<p>Sekarang, bagaikan lebur ditelan bumi</p>
<p> </p>
<p>Aku kecewa melihat negaraku hancur seperti ini</p>
<p>Bagaikan api yang dulu berkobar</p>
<p>Kini ditiup angin, menjadi padam</p>
<p>Semangatmu kini t’lah padam</p>
<p>Apalagi kini kau sudah lupa pada Yang Kuasa</p>
<p> </p>
<p>Kau bukan lagi Indonesia yang dulu</p>
<p>Kau bukan lagi negara taat hukum</p>
<p>Kau bagaikan negara komunis</p>
<p>Korupsi menyebar dimana-mana</p>
<p>Katanya rakyatnya selalu taat hukum, rajin beribadah</p>
<p>Dimana Indonesia yang dulu?</p>
<p> </p>
<p>Banyak beban yang harus kau tanggung Indonesia</p>
<p>Bebanmu sangat berat Indonesia</p>
<p>Terus…terus… dan terus berkembang</p>
<p>Tunjukkan semangatmu yang dulu berkobar tiada henti</p>
<p> </p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong>Kehidupan</strong></p>
<p> </p>
<p>Kehidupan bagaikan sebuah misteri</p>
<p>Menunggu waktu yang berjalan</p>
<p>Terasa menyesakkan dada</p>
<p>Meributkan masalah dunia</p>
<p> </p>
<p>Ada perbuatan baik</p>
<p>Ada pula perbuatan jahat</p>
<p>Dengan persoalan yang memburu</p>
<p>Dan tak kunjung berlalu</p>
<p> </p>
<p>Kehidupan terasa tak berkata</p>
<p>semua terasa semakin fana</p>
<p>Kehidupan penuh dengan dosa</p>
<p>Namun semuanya hanya teka-teki dunia</p>
<p> </p>
<p>Kehidupan adalah sebuah keraguan</p>
<p>Tinggal menunggu nasib dan takdir</p>
<p>Memilih mimpi atau kematian</p>
<p>Hanya Tuhanlah yang maha tahu</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><strong>Kesalahan dalam hidup</strong></p>
<p> </p>
<p>Hidupku</p>
<p>Kau anugerahi dengan sempurna</p>
<p>Kau ciptakan aku tanpa kekurangan</p>
<p>Dan dengan suatu kelebihan</p>
<p> </p>
<p>Aku mempunyai anggota tubuh yang lengkap</p>
<p>Orang tua, kasih sayang, dan perhatian</p>
<p>Semua itu kumiliki dan kudapati</p>
<p>Karena Kau yang merancang semua itu</p>
<p> </p>
<p>Tapi…</p>
<p>Kusia-siakan hidupku</p>
<p>Tak kumanfaatkan semua yang kumiliki</p>
<p>Semua yang kau berikan padaku</p>
<p> </p>
<p>Aku sadar semua itu salah</p>
<p>Tapi mengapa tetap saja kulakukan</p>
<p>Tak kuhiraukan semua yang ada</p>
<p>Yang kudapatkan hanyalah kesenangan sesaat</p>
<p> </p>
<p>Aku tahu</p>
<p>Kau yang menciptakanku, mencintaiku, dan mengutusku</p>
<p>Untuk menjalankan semua rencanaMu</p>
<p>Kini akau mengerti akan semua kesalahanku</p>
<p>Hanya satu kata yang dapat kuucapkan “AKU MENYESAL”</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong>      Dendam alam</strong></p>
<p> </p>
<p>kehilangan tempat tinggal bagaikan ditelan bumi</p>
<p>bumi yang kembali menunjukan kekuasaannya</p>
<p>yang membuat semua orang berhamburan</p>
<p>bagai beras yang tumpah</p>
<p>berserakan di jalan-jalan</p>
<p>ia bagaikan harimau yang sedang mengamuk</p>
<p>itulah gempa</p>
<p>gempa yang mengguncang bagai kiamat</p>
<p>tanah pun bertindak,</p>
<p>mengubur orang hidup-hidup</p>
<p> </p>
<p>di tenda-tenda pengungsian</p>
<p>berjejal mereka menahan duka</p>
<p>orang-orang yang mereka cintai telah tiada</p>
<p>tak ada yang bisa disalahkan</p>
<p>inilah karma alam yang harus kita terima</p>
<p>alam yang mulai murka dengan kita</p>
<p>alam yang mulai tak percaya dengan janji-janji palsu</p>
<p>mungkin ini juga adalah peringatan bagi manusia</p>
<p>untuk menepati janjinya pada alam</p>
<p>peringatan kepada manusia agar tetap tunduk akan kuasa Tuhan</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><strong>Hutanku</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Hutanku</p>
<p>Kau adalah paru–paru dunia</p>
<p>Mengeluarkan oksigen demi kelangsungan hidup manusia</p>
<p>Membebaskan kami manusia dari polusi udara.</p>
<p> </p>
<p>            Hutanku</p>
<p>            Karena keegoisan manusia, kau mulai berkurang jumlahnya</p>
<p>            Kau kini mulai tak kelihatan,</p>
<p>            Seiring dengan perkembangan zaman.</p>
<p> </p>
<p>Hutanku</p>
<p>Bila kau ada</p>
<p>Kami senang dan tertawa</p>
<p>Bila kau tiada</p>
<p>Semua makhluk hidup akan binasa </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/safegoreti.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/safegoreti.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/safegoreti.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/safegoreti.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/safegoreti.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/safegoreti.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/safegoreti.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/safegoreti.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/safegoreti.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/safegoreti.wordpress.com/318/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=safegoreti.wordpress.com&blog=3506892&post=318&subd=safegoreti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safegoreti.wordpress.com/2009/10/21/kumpulan-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe18181a58ae4dfa0a151e94eafa885a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safegoreti</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>